Coinbase finalizes MATIC to POL swap as Polygon migration hits 99% completion

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-10-10Terakhir diperbarui pada 2025-10-10

Key Takeaway

Why is Coinbase delisting MATIC?

Polygon has fully transitioned to its new ecosystem token, POL, marking the end of MATIC’s lifecycle.

What’s next for holders?

All MATIC on Coinbase will automatically convert to POL at a 1:1 ratio from 14 October, completing Polygon’s migration.


Coinbase has announced that it will permanently disable Polygon [MATIC] trading on 14 October 2025. The move completes the network’s year-long migration to the Polygon Ecosystem Token [POL]. According to the exchange, all remaining MATIC balances on its platform will be automatically converted to POL at a 1:1 ratio.

Coinbase finalizes MATIC phase-out

The exchange will also pause MATIC send-and-receive functions between 14 and 18 October. This provides users with a window to transfer their tokens to self-custody wallets before the conversion begins.

This move makes Coinbase one of the last major exchanges to implement the token swap, following a series of phased transitions across the industry. 

The delisting signals the end of MATIC’s run as Polygon’s primary asset, officially handing the reins to POL as the ecosystem’s new governance and staking token.

Polygon’s near-complete migration

Polygon Labs confirmed on 3 September 2025 that 99% of all MATIC on its network had successfully migrated to POL. This highlights the level of transition since the official upgrade in September 2024.

The shift to POL forms the backbone of the Polygon 2.0 roadmap, which unifies all Polygon chains under a single ecosystem, enabling cross-chain coordination through zero-knowledge proofs and modular staking.

Polygon’s recent Rio upgrade, dubbed “payments-focused rehaul,” rolled out this week, further strengthening this framework.

The upgrade introduces validator staking improvements, cross-chain interoperability tools, and enhanced scalability features, setting the foundation for broader adoption across DeFi and enterprise applications.

Market struggles despite technical milestones

Despite steady progress on the network side, POL’s price has yet to reflect the ecosystem’s growth. 

Data from TradingView shows that POL has declined roughly 40.5% since the MATIC-to-POL transition began in September 2024.

Polygon (POL) price trendPolygon (POL) price trend

Source: TradingView

At the time of writing, POL trades at $0.2273, down 3.7% in the last 24 hours. The token’s Relative Strength Index (RSI) at 41.6 suggests muted buying pressure, with traders remaining cautious amid broader market uncertainty.

The selloff follows a period of consolidation that began in late August, during which the token struggled to maintain momentum despite increased validator participation and expanding ecosystem support.

Share

Bacaan Terkait

Flowra Luncurkan Lelang Orderflow Terbuka untuk Pembangunan Blok Solana

Ekosistem Solana mengalami perubahan besar dalam infrastrukturnya. Flowra, sebuah perusahaan infrastruktur blockchain, telah meluncurkan sistem pembangun blok baru untuk Solana bernama Open Orderflow Auction (OOA). Sistem ini dirancang untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat dalam penyusunan urutan transaksi dan memberikan validator porsi lebih besar dari nilai yang dihasilkan oleh MEV (Maximal Extractable Value). Saat ini, sebagian besar pasar MEV dan pengurutan transaksi Solana masih terpusat, dengan banyak validator bergantung pada saluran orderflow tertutup. Sistem lelang terbuka Flowra mengubah hal ini dengan memungkinkan pencari transaksi terdaftar bersaing secara terbuka untuk memasukkan transaksi ke dalam blok. Pendekatan ini diklaim dapat meningkatkan penemuan harga dan memberi validator lebih banyak peluang untuk mendapatkan pendapatan dari permintaan ruang blok Solana. Hasil pengujian awal menunjukkan peningkatan kinerja, di mana satu validator yang menggunakan Flowra mengalami peningkatan unit komputasi per blok sebesar 20,6%. Sistem ini juga dilaporkan menghasilkan biaya blok yang lebih tinggi, produksi blok penuh, dan uptime mesin blok 99,999%. Selain lelang, Flowra memperkenalkan Programmable Block Policy yang memberi validator kendali lebih atas transaksi mana yang dimasukkan ke dalam blok mereka, berguna untuk mematuhi persyaratan regulasi. Flowra juga berkolaborasi dengan penyedia infrastruktur kepatuhan Honeypot untuk menyaring sanksi dan risiko pada lapisan pembangunan blok ini. Flowra, yang terinspirasi dari pasar pembangun blok kompetitif Ethereum, percaya model serupa dapat berjalan di Solana berkat throughput transaksi tinggi dan latensi rendahnya. Sistem OOA kini tersedia bagi validator dan pencari di ekosistem Solana, dengan proses penerapan bertahap sedang berlangsung.

TheNewsCrypto38m yang lalu

Flowra Luncurkan Lelang Orderflow Terbuka untuk Pembangunan Blok Solana

TheNewsCrypto38m yang lalu

Semikonduktor Masuki Gelombang Kenaikan Harga Baru, STMicroelectronics, Maxscend, dll. Gencar Lakukan Penyesuaian Harga

Industri semikonduktor kembali mengalami siklus kenaikan harga, didorong oleh kombinasi tekanan permintaan dan biaya. Memasuki Agustus, beberapa perusahaan semikonduktor terkemuka, termasuk STMicroelectronics (STM), Analog Devices, Inc. (ADI), dan perusahaan domestik China Zhuosheng Microelectronics, telah mengeluarkan pemberitahuan resmi tentang penyesuaian harga untuk paruh kedua tahun ini. STM, pemasok global utama untuk semikonduktor daya dan MCU, akan menaikkan harga mulai 23 Agustus, menandai penyesuaian ketiga pada tahun 2026. Perusahaan menyebutkan peningkatan permintaan yang berkelanjutan di berbagai industri serta kenaikan biaya di seluruh rantai pasokan, termasuk transportasi, energi, bahan baku, dan manufaktur, sebagai alasan utama. Analog Devices, Inc. (ADI), pemimpin dalam chip pemrosesan sinyal analog, akan menerapkan kenaikan harga untuk semua produknya mulai 13 September 2026, menyusul kenaikan sebelumnya pada Februari. ADI mengutip pertumbuhan permintaan yang kuat dan tekanan biaya operasional yang signifikan. Di pasar domestik China, Zhuosheng Microelectronics, produsen terkemuka chip RF front-end, akan menaikkan harga untuk seluruh produk RF-nya mulai 1 September. Perusahaan menyoroti kenaikan berkelanjutan dalam biaya bahan baku (seperti wafer silikon, logam, bahan kemasan) dan tekanan kapasitas di foundry dan pengujian & pengepakan, diperparah oleh ledakan permintaan untuk daya komputasi AI. Siklus kenaikan harga saat ini tampaknya berfokus pada sirkuit terintegrasi (IC) dengan teknologi node matang, seperti analog, daya, RF, dan MCU. Hal ini sebagian didorong oleh permintaan AI yang tidak hanya mengonsumsi kapasitas node canggih tetapi juga membanjiri kapasitas wafer matang (misalnya, 8 inci), sehingga mengurangi ketersediaan untuk kategori lain. Pola ini berbeda dengan gelombang kenaikan harga semester pertama tahun 2026, yang dipimpin oleh chip memori seperti HBM dan DRAM server. Analis menunjukkan bahwa siklus ekspansi untuk semikonduktor analog dan daya biasanya memakan waktu 18-24 bulan, sehingga pasokan baru sulit mengimbangi permintaan tambahan dari industri dan AI dalam waktu dekat. Hal ini dapat mempertahankan ketahanan harga untuk sementara waktu. Namun, daya tahan biaya dari perusahaan manufaktur hilir memiliki batas, yang pada akhirnya dapat membatasi ruang lebih lanjut untuk kenaikan harga signifikan oleh produsen chip melalui strategi seperti penggantian komponen atau penyesuaian persediaan. Sementara harga untuk chip analog, RF, dan daya cenderung tetap kuat dalam jangka pendek, tren pasar tidak sepenuhnya satu arah. Faktor seperti toleransi biaya hilir dan fluktuasi permintaan makroglobal akan menjadi variabel kunci yang memengaruhi arah harga semikonduktor selanjutnya.

marsbit1j yang lalu

Semikonduktor Masuki Gelombang Kenaikan Harga Baru, STMicroelectronics, Maxscend, dll. Gencar Lakukan Penyesuaian Harga

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片