美国政府停摆,哪些“非必要服务”将暂停?

比推Dipublikasikan tanggal 2025-10-01Terakhir diperbarui pada 2025-10-01

据新华社报道,当地时间10月1日0时,美国联邦政府时隔近七年再度“停摆”。数十万联邦雇员将被迫无薪休假,部分公共服务或暂停、延迟,经济数据发布将受到影响。此前,美国两党因医保福利方面分歧,未能就新的临时拨款法案达成一致。

路透社1日报道称,美国国会每年会为大多数联邦机构制定详细的支出法案,但该法案很少能在10月1日财年开始前完成制定。因此,议员们会通过临时支出法案,在完成正式法案制定前的数周或数月内避免政府服务中断。

当前的临时支出法案已于9月30日到期,而共和党与民主党尚未就法案延期达成一致。这意味着政府多个部门将因缺乏资金而无法继续运转。那么,美国政府停摆期间,哪些机构继续运营,哪些机构将关闭?

澎湃新闻根据公开信息做了以下梳理:

●社保局正常发放退休金和残疾津贴

社会保障局将继续发放退休金和残疾津贴。但根据该局发布的停摆应对计划,12%的工作人员将被停工,这将导致相关宣传活动暂停。此外,联邦医疗保险和医疗补助项目下的补贴发放将正常进行。

食品援助项目SNAP和WIC继续运营

根据美国农业部发布的停摆应对预案,美国规模最大的食品援助项目——补充营养援助计划(SNAP),以及面向妇女、婴儿及儿童的特别营养补充计划(WIC),在政府停摆期间将继续运营。

美国国税局至少还能正常运转5天

根据美国国税局周一发布的停摆应对预案,该局工作人员将全员到岗 5 天。但该计划未提及,若停摆超过5天后,7.5万名员工将面临何种情况。而在今年早些时候,美国国税局已解雇了约四分之一的员工。

邮政服务、机场会正常运营吗

美国邮政总局(USPS)在一份声明中表示,由于其运营不依赖国会拨款,邮政服务将不受政府停摆影响,邮局将正常开放。

美国联邦航空管理局表示,全美 1.3 万多名空中交通管制员将继续工作,但在停摆结束前不会获得薪水。美国运输安全管理局(TSA)的一份声明也指出,大多数安检人员将继续在岗。

联邦法院10月3日后就没钱了

上周,联邦司法部门警告称,若国会未能通过支出法案,法院可能在周五(3日)前耗尽资金,无法全面运转。在特朗普首个任期内的政府停摆期间,法院曾维持了五周的运转。

军队和执法部门继续在岗

美国国防部在一份声明中表示,200万美国军人将继续坚守岗位,但在停摆结束前不会获得薪水。国民警卫队也将继续在美国各城市执行任务。停摆前已签订的合同将继续履行。此外,国防部可就保护国家安全所需的物资或服务下达新订单。

同样,美国联邦调查局(FBI)、缉毒局(DEA)、海岸警卫队及其他联邦执法机构的工作人员将继续在岗。

边境与国土安全不受影响

美国司法部在一份声明中表示,由于特朗普已宣布非法移民为“国家紧急状态”,负责移民法院系统的司法部工作人员将继续履职。声明还指出,负责与各州及地方官员沟通移民逮捕事宜的工作人员也将继续工作。此外,美国国土安全部的停摆应对计划显示,边境巡逻队和移民执法人员将继续坚守岗位,大多数海关官员也将正常工作。

重要经济数据将暂停发布

对政策制定者和投资者至关重要的美国主要经济数据,包括就业数据和国内生产总值报告的发布将暂停。

小型企业新贷款暂停批准

美国小企业管理局在一份声明中表示将解雇24%的员工,且不会批准小型企业用于购买设备和翻新建筑的新贷款。不过,用于帮助企业从自然灾害中恢复的贷款发放将继续进行。

灾害救济基金还有23亿美元

根据9月15日的一份报告显示,美国联邦紧急事务管理局(FEMA)的灾害救济基金中约有23亿美元可用资金,若遭遇飓风或其他自然灾害,该机构应能正常开展救灾工作。但该机构的另一份声明显示,约4000名FEMA员工将被停工。

值得一提的是,此次政府停摆与以往不同。因为特朗普曾威胁称,如果议员们不通过相关法案,他将解雇更多联邦工作人员。不过,政府尚未明确具体会削减哪些岗位。白宫管理和预算办公室主任沃特在接受采访时表示,“将寻找机会缩减联邦政府规模”。截至当地时间9月30日下午,美国23个最大的联邦机构中,至少有21个已公布了裁员细节。


说明: 比推所有文章只代表作者观点,不构成投资建议

Bacaan Terkait

Orang-Orang yang Paling Percaya pada AGI, Mengapa Gila-Gilaan Membeli Opsi Put Nvidia?

Leopold Aschenbrenner, pendiri Situational Awareness LP dan mantan anggota tim Superalignment OpenAI, terkenal karena pandangannya yang sangat bullish pada AGI dan investasi di infrastruktur AI. Namun, laporan 13F terbaru yang mengungkapkan posisi put option besar-besarnya terhadap saham-saham inti AI seperti Nvidia (NVDA) dan ETF semikonduktor (SMH) mengejutkan pasar. Analisis menunjukkan tindakan ini bukanlah sinyal bearish terhadap AI, melainkan strategi lindung nilai (hedging) yang matang. Dengan portofolio yang penuh aset berbeta tinggi terkait infrastruktur AI (seperti Bloom Energy, CoreWeave, Core Scientific), Leopold mengantisipasi volatilitas jangka pendek akibat tekanan makro seperti inflasi dan suku bunga tinggi. Put option berfungsi sebagai "asuransi" untuk melindungi portofolio intinya dari koreksi pasar sistematis. Posisi long utamanya tetap pada perusahaan-perusahaan yang diyakini akan menangkap aliran pengeluaran modal AI, khususnya di bidang listrik, pusat data, penyimpanan, dan perangkat keras. Ia mengurangi atau menutup posisi di beberapa saham yang telah mengalami kenaikan signifikan (seperti Lumentum) untuk mengelola risiko. Kesimpulannya, laporan ini menandai pergeseran dalam perdagangan AI: dari narasi murni ke fokus pada realisasi pendapatan, dari serangan satu arah ke strategi ofensif dengan pertahanan. Leopold tetap percaya pada tema infrastruktur AI jangka panjang, tetapi sekarang lebih berhati-hati dalam mengelola volatilitas di sepanjang jalan.

marsbit37m yang lalu

Orang-Orang yang Paling Percaya pada AGI, Mengapa Gila-Gilaan Membeli Opsi Put Nvidia?

marsbit37m yang lalu

Trump Dorong Aset Digital Masuk Sistem Perbankan AS

Pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang memerintahkan pemerintah federal untuk merevisi kerangka regulasinya guna mengintegrasikan "aset digital dan teknologi inovatif ke dalam layanan keuangan tradisional dan sistem pembayaran." Perintah tersebut menetapkan kebijakan AS untuk menyederhanakan proses regulasi, mengurangi hambatan yang tidak perlu, dan mendorong kolaborasi antara perusahaan fintech, lembaga keuangan yang diatur federal, dan regulator keuangan federal. Perintah itu merekomendasikan integrasi layanan teknologi keuangan ke dalam infrastruktur pembayaran dan perbankan yang sudah ada. Dalam tiga bulan ke depan, para kepala regulator keuangan harus mengevaluasi undang-undang saat ini dan mengidentifikasi peraturan yang menghambat perusahaan fintech untuk bermitra dengan bank. Setelah evaluasi, regulator ditugaskan untuk mengambil tindakan dalam enam bulan untuk mendorong inovasi, termasuk meminta Dewan Gubernur Federal Reserve untuk memeriksa sistem penyediaan akun pembayaran untuk perusahaan keuangan non-bank. Evaluasi ini juga menanyakan apakah 12 bank Federal Reserve memiliki wewenang untuk menerbitkan akun pembayaran secara independen. Ketentuan ini dapat menguntungkan lembaga penyimpanan khusus seperti di Wyoming, yang telah mendapatkan akses terbatas ke akun master Federal Reserve. Federal Reserve sedang mengerjakan akun master "ringkas" yang lebih formal setelah mengumumkan rencana akses serupa pada Desember lalu.

TheNewsCrypto51m yang lalu

Trump Dorong Aset Digital Masuk Sistem Perbankan AS

TheNewsCrypto51m yang lalu

AI Menyelamatkan Sejumlah Investor Energi Baru

Saat pasar saham berfluktuasi, sektor pembangkit listrik justru meledak, dengan saham seperti Beijing Energy Power mencapai lima pembatasan kenaikan berturut-turut. Gelombang IPO perusahaan energi terbarukan, seperti Sige New Energy, juga muncul dengan keuntungan besar bagi investor awal, ada yang mencapai lebih dari 600 kali lipat. Momen pembalikan ini bagi investor energi terbarukan yang telah lama tertahan dipicu oleh perubahan logika mendasar sektor: dari siklus industri tradisional menjadi aset infrastruktur inti di era AI. Dua tahun lalu, sektor ini mengalami masa sulit dengan valuasi terpotong dan pendanaan yang mandek. Namun, segalanya berubah pada 2026. Dengan proyek infrastruktur komputasi dan jaringan listrik baru yang masuk tahap persetujuan, serta regulasi baru yang mewajibkan pusat data besar memiliki pasokan listrik hijau dan fasilitas penyimpanan energi, listrik hijau dan penyimpanan energi kini dipandang sebagai aset dengan kepastian tinggi. Kebijakan nasional seperti "Rencana Aksi untuk Mendorong Pemberdayaan Timbal Balik Kecerdasan Buatan dan Energi" menegaskan strategi "koordinasi komputasi-listrik". Narasi baru pun muncul: "tenaga komputasi adalah tenaga listrik, listrik hijau adalah aset". Perubahan logika ini langsung terlihat di data pendanaan. Valuasi proyek-proyek terkemuka, seperti China Resources New Energy, telah pulih sekitar 62%. Pendanaan besar mengalir ke aset-aset yang terkait dengan "fondasi komputasi", seperti manajemen jaringan listrik dan solusi penyimpanan energi. Laporan Morgan Stanley memprediksi kekurangan daya 55GW untuk pusat data yang didorong AI pada 2026, setara dengan 27 reaktor nuklir besar, yang membuka ruang investasi besar untuk pembangkit listrik, peningkatan jaringan, dan penyimpanan energi. Bagi investor yang bertahan di masa sulit, ini adalah musim panen. Sektor seperti penyimpanan energi, yang harganya pernah jatuh ke titik terendah, kini menjadi infrastruktur inti. Peluang investasi prioritas meliputi pendinginan cair, integrasi penyimpanan energi skala besar, pembangkit listrik virtual, dan jaringan distribusi tegangan ultra-tinggi. Raksasa private equity seperti KKR telah menuai hasil dengan fokus pada aset infrastruktur energi dasar AI, menunjukkan bahwa pertarungan pembalikan investor energi terbarukan mungkin baru dimulai.

marsbit1j yang lalu

AI Menyelamatkan Sejumlah Investor Energi Baru

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片