BlackRock Exec Pressed On XRP ETF: His Answer Raises More Questions

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-27Terakhir diperbarui pada 2025-09-27

Abstrak

BlackRock’s global head of digital assets, Robbie Mitchnick, was pressed on the prospect of a spot XRP exchange-traded fund during...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

BlackRock’s global head of digital assets, Robbie Mitchnick, was pressed on the prospect of a spot XRP exchange-traded fund during an interview with Nate Geraci on the “Crypto Prime” podcast.

Will BlackRock Launch A Spot XRP ETF?

While he offered no product reveal, he did spell out precisely how BlackRock is thinking about what could come next after its blockbuster Bitcoin and Ether launches.

Geraci noted on air that he has “publicly predicted that BlackRock would file for a spot XRP ETF and a spot Solana ETF,” then asked how the firm evaluates “future product development around crypto-related ETFs.”

Mitchnick declined to speak to any specific tickers but was explicit about the decision framework: “There’s a lot of factors that go into that decision-making process obviously, but the biggest driver ultimately is our clients… What is the level of investor demand? What is the logic and investment thesis for investors and for our clients around these potential products? What problem are we solving for them?”

He added that BlackRock weighs “market cap, liquidity, [and] maturity,” along with “clarity of investment thesis and overall… portfolio considerations,” describing it as “a constant evaluation process,” not a single point in time.
The exchange came amid a wide-ranging discussion of how quickly BlackRock’s crypto business has scaled and how starkly the firm differentiates Bitcoin from Ether in client portfolios.

BlackRock Exec On Bitcoin Vs. Ethereum

Geraci highlighted the growth figures—“[IBIT] launched in early January 2024. It’s over $85 billion in assets… [ETHA] launched in July… around $16 billion”—and asked whether Ethereum’s trajectory matched expectations after Bitcoin’s record start.

Mitchnick pushed back on early narratives that Ether ETFs were a “bust” only because they were “being compared against the extraordinary record-setting numbers” of Bitcoin, pointing out that ETHA became “the third fastest ETF in history to reach $10 billion.”

Mitchnick drew a bright line between the two assets from a portfolio-construction perspective. Bitcoin, he said, functions for many allocators as “this sort of digital gold type instrument,” a “global scarce decentralized non-sovereign asset” with distinct risk and return drivers.

Ethereum is “a more nuanced, more technical discussion,” effectively “a bet around blockchain adoption and digital assets more broadly,” with competitive dynamics and questions about “value capture in the Ether token versus the activity level on the Ethereum blockchain.” As a result, Bitcoin has seen “much greater penetration” among institutional and wealth advisory channels, while Ether ownership remains “overwhelmingly” in the direct investor segment.

On the gating factors that could unlock the next wave of demand, Mitchnick said it is “still early days” for both institutions and wealth platforms in the United States. Many large firms allow execution-only access, but “the vast majority of advisers… still do not have the ability to make decisions on this on behalf of their clients.”

He described “various stages of approving this” across the wirehouses, including one firm “starting to put it in model portfolios,” and noted that BlackRock’s own model-portfolio team “early in 2025… put IBIT allocations into one of our model portfolios.” For institutions, he argued that further episodes of Bitcoin “decoupling from equities in a… distressed market environment” would be “critical” in cementing its role as a diversifier.

Asked about the SEC’s recent move to approve generic listing standards for commodity-based ETPs—the category that includes spot crypto ETFs—Mitchnick called it “a pragmatic step” that “streamlin[es] the process,” with clear, transparent standards that “support innovation.”

Taken together, Mitchnick’s comments sketched the contours of BlackRock’s next steps without tipping its hand. On an XRP ETF, he didn’t confirm or deny anything—but he gave a clear readout of the bar any new product must clear: credible client demand, a defensible investment thesis, sufficient market depth and maturity, and a well-defined role in diversified portfolios.

At press time, XRP traded at $2.71.

XRP price
XRP price, 1-day chart | Source: XRPUSDT on TradingView.com
Featured image from YouTube, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Bacaan Terkait

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

Penulis: Cleve Mesidor, Direktur Eksekutif National Blockchain Foundation di Washington DC Industri kripto di AS tengah menantikan momen pentingnya dengan kemajuan RUU CLARITY di Senat, yang membutuhkan 60 suara untuk disahkan. Untuk mencapainya, Partai Republik mungkin perlu berkompromi dengan Gedung Putih dan menarik beberapa senator yang masih ragu-ragu. Waktu yang tersisa sangat terbatas, hanya sekitar 40 hari kerja legislatif. Selain prospek RUU CLARITY, beberapa proposal perpajakan kripto yang dipisahkan dari RUU PARITY baru berpeluang disahkan tahun ini dengan menumpang pada undang-undang yang lebih besar. Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain juga berusaha memasukkan perlindungan bagi pengembang ke dalam hukum. Situasi di Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memprihatinkan karena kekurangan empat komisioner, menambah ketidakpastian. Perdebatan mengenai yurisdiksi atas pasar prediksi—apakah jatuh ke negara bagian, CFTC, Securities and Exchange Commission (SEC), atau Mahkamah Agung—juga masih berlangsung. Industri akan kehilangan dua pendukung kunci: Komisioner SEC Hester M. Peirce dan Senator Cynthia Lummis, yang keduanya memainkan peran sentral dalam kebijakan kripto. Para ahli berpendapat: - **Sara K. Weed**: Peluang RUU CLARITY lolos tahun ini kecil karena kendala waktu dan pemilu, sehingga SEC dan CFTC harus lebih aktif memberikan kepastian. - **Sulolit 'Raj' Mukherjee**: Reformasi pajak kripto yang berarti kemungkinan akan disahkan dengan menempel pada paket undang-undang yang lebih besar, bukan sebagai RUU mandiri. - **Rashan Colbert**: CFTC sedang berupaya membangun kerangka regulasi yang lebih kokoh untuk pasar prediksi yang tengah berkembang, meski perdebatan klasifikasinya sebagai infrastruktur keuangan atau perjudian masih berlanjut. Babak kedua pertarungan kebijakan kripto telah dimulai. Meski waktu sempit, peluang masih ada, tetapi diperlukan komunikasi dan dorongan pragmatis lintas partai untuk mencapai hasil substansial pada 2026.

marsbit2j yang lalu

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

marsbit2j yang lalu

Artikel Baru Dan Koe: Melarikan Diri dari Nasib Pekerja Kantoran, Bagaimana Bertahan di Tengah Gelombang Penggantian AI?

**Rangkuman Artikel: Lolos dari Nasib Karyawan dan Bertahan di Era Penggantian AI** Banyak yang khawatir pekerjaan mereka akan sepenuhnya digantikan oleh AI, tetapi ancaman sebenarnya bukanlah teknologi, melainkan ketergantungan pada orang lain untuk masa depan dan kesejahteraan kita. Artikel ini membahas cara keluar dari "perbudakan gaji" (hidup hanya untuk bekerja pada hal yang tidak bermakna) dan menemukan cara kerja yang lebih bermakna. Kunci untuk bertahan dan berkembang di era AI adalah **memulai usaha sendiri**. Untuk melakukan ini, Anda perlu menguasai lima elemen inti kesuksesan: 1. **Agen (Agency):** Kemampuan untuk bertindak tanpa menunggu perintah. 2. **Selera (Taste):** Intuisi untuk membedakan yang baik dan bernilai. 3. **Persuasif:** Kemampuan meyakinkan orang lain. 4. **Ketekunan (Persistence):** Memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses. 5. **Iterasi (Iteration):** Kemampuan untuk terus memperbaiki berdasarkan umpan balik. Lima elemen ini mengerucut pada dua keterampilan utama: **memecahkan masalah dan akumulasi pengalaman** untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. **Langkah praktis untuk memulai:** 1. **Ubah Lingkungan Anda:** Untuk mengubah identitas dan kebiasaan, ubah total lingkungan dan rangsangan di sekitar Anda—mulai dari konten yang dikonsumsi hingga rutinitas harian. 2. **Pilih Media Konten sebagai Wahana Utama:** Dibandingkan coding, keterampilan membuat konten (tulisan, video, podcast) lebih berharga karena nilainya subjektif dan membutuhkan selera yang tidak bisa sepenuhnya digantikan AI. Ini adalah "jagoan" masa depan. 3. **Temukan "Panggilan Hidup" Anda, Bukan Hanya Membangun Merek Pribadi:** Jawab pertanyaan-pertanyaan mendalam untuk menggali bahan baku unik Anda: * Topik apa yang paling Anda kuasai atau ingin pelajari tanpa dibayar? * Masalah apa yang mudah Anda selesaikan tetapi orang lain kesulitan? * Pendapat "anti-konsensus" apa yang Anda pegang teguh di bidang Anda? 4. **Langkah Aksi: Terbitkan Gagasan Pertama Anda.** Gabungkan jawaban dari pencarian panggilan hidup Anda menjadi satu potong konten dan PUBLIKASIKAN. Umpan balik nyata dari dunia adalah guru terbaik untuk belajar, beriterasi, dan mengembangkan keterampilan persuasif serta selera Anda. Mulailah dengan meluangkan 15 menit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inti dan mempublikasikan satu ide. Proses inilah yang akan membebaskan Anda dari ketergantungan finansial pada orang lain.

marsbit3j yang lalu

Artikel Baru Dan Koe: Melarikan Diri dari Nasib Pekerja Kantoran, Bagaimana Bertahan di Tengah Gelombang Penggantian AI?

marsbit3j yang lalu

Interpretasi Riset: Morgan Stanley Memperjelas SanDisk (SNDK), Kebenaran Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Cloud dan Dividen Inferensi AI

**Ringkasan Laporan: Morgan Stanley Menganalisis SNDK, Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Awan & Realitas Manfaat AI Inference** Morgan Stanley (MS) pada 22 Juni meningkatkan target harga SNDK dari $1100 menjadi $1750, dengan rating "Overweight". Alasan utamanya: permintaan untuk **AI inference** mengubah aturan pasar NAND. Pelanggan pusat data awan (cloud) yang membayar premium untuk penyimpanan **KV Cache** dan konteks AI menjadi kurang sensitif terhadap harga, memberikan SNDK **kekuatan penetapan harga**. SNDK mengunci profitabilitas masa depan melalui **NBM (New Business Model)**, kontrak jangka panjang (3-5 tahun) yang telah mencakup lebih dari sepertiga volume bit FY27. Kontrak ini memiliki harga tetap atau struktur floor/ceiling, dan bahkan pada harga terendah (floor) dapat mempertahankan margin kotor sekitar **80%**. MS memproyeksikan margin kotor SNDK akan melonjak dari 30.3% (FY25) menjadi 86.7% (FY27e). Dengan pasokan NAND yang diperkirakan tetap ketat hingga setidaknya pertengahan 2027, SNDK berfokus pada pertumbuhan melalui peningkatan kepadatan (density), bukan ekspansi kapasitas besar-besaran. Pertumbuhan pendapatan yang diproyeksikan (6.6x dari FY25 ke FY27) berasal dari segmen cloud ber-margin tinggi. **Katalis:** Adopsi eSSD di pusat data yang melampaui ekspektasi, pertumbuhan AI di edge, dan teknologi baru seperti HBM. **Risiko:** Pertumbuhan industri melambat, kompetisi meningkat (termasuk dari produsen China seperti YMTC), dan kehilangan pangsa pasar di segmen pusat data. Logika utama MS: **1)** Perubahan struktural permintaan AI inference, **2)** Perlindungan margin oleh kontrak NBM, dan **3)** Pasokan NAND yang ketat. Target harga $1750 didasarkan pada 28x PER FY27e.

marsbit3j yang lalu

Interpretasi Riset: Morgan Stanley Memperjelas SanDisk (SNDK), Kebenaran Kekuatan Penetapan Harga di Pusat Data Cloud dan Dividen Inferensi AI

marsbit3j yang lalu

850 Juta USDT Lari dalam Semalam, Masih Aman Menyimpan Stablecoin di Vault Berpenghasilan Tinggi?

**Ringkasan:** Artikel ini membahas kekacauan likuiditas yang dialami Altura, sebuah platform stablecoin berimbal hasil (yield), setelah laporan bahwa perusahaan audit pihak ketiga Accountable menghentikan kerja sama dengan platform serupa MainStreet. Meskipun Altura menegaskan tidak memiliki keterkaitan aset dengan MainStreet, keputusan audit tersebut memicu kehilangan kepercayaan pasar yang luas terhadap produk sejenis, menyebabkan penarikan massal (bank run) lebih dari 8,5 juta USDT dari Altura dalam 24 jam. Insiden ini menyoroti risiko operasional utama produk stablecoin berimbal hasil: ketidaksesuaian antara janji likuiditas instan bagi pengguna dan siklus penyelesaian (settlement cycles) dari aset dasar seperti pinjaman privat dan investasi aset dunia nyata (RWA). Ketakutan pengguna bahwa mereka mungkin tidak dapat menarik dana mereka dengan cepat memicu gelombang penebusan yang mempercepat diri sendiri, memaksa Altura untuk memulai penutupan vault secara tertib. Pelajaran pentingnya adalah bahwa dalam ekosistem DeFi, kepercayaan pasar adalah faktor penting. Transparansi melalui audit dan bukti cadangan (proof-of-reserves) dirancang untuk membangun kepercayaan, tetapi berita negatif tentangnya dapat menyebar lebih cepat daripada klarifikasi platform, menyebabkan kepanikan bahkan tanpa kerugian aset yang mendasarinya. Tantangan ke depan bagi Altura dan industri adalah memastikan proses likuidasi yang tertib dan mengelola ekspektasi pengguna tentang waktu penebusan.

Foresight News4j yang lalu

850 Juta USDT Lari dalam Semalam, Masih Aman Menyimpan Stablecoin di Vault Berpenghasilan Tinggi?

Foresight News4j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片