HYPE Price Under Pressure: $12B Unlock and Hayes’ Ferrari Sale Shake Confidence

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-25Terakhir diperbarui pada 2025-09-25

Abstrak

The Hyperliquid (HYPE) token is under heavy selling pressure as concerns mount over a looming $12 billion unlock event. Trading...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The Hyperliquid (HYPE) token is under heavy selling pressure as concerns mount over a looming $12 billion unlock event. Trading at $43.37, HYPE has fallen more than 12% in the past 24 hours and is down 20.8% this week, raising alarm across the crypto market.

The scheduled unlock on November 29 will see team tokens representing 23.8% of the total supply released over 24 months, with analysts warning of $500 million in monthly selling pressure.

Research group Maelstrom described the upcoming vesting as a “Sword of Damocles” moment, noting that only 17% of the supply may be absorbed by buybacks.

This overhang has already caused major whales to trim their positions, with one investor withdrawing $122 million worth of HYPE while holding onto $90 million in unrealized profits.

Hyperliquid HYPE HYPEUSD

HYPE's price trends to the downside on the daily chart. Source: HYPEUSD on Tradingview

Arthur Hayes’ Ferrari Sale Sparks Hyperliquid (HYPE) Selloff

Adding fuel to the bearish sentiment, BitMEX co-founder Arthur Hayes recently exited his entire HYPE position, cashing out over 96,000 tokens for approximately $4.8 million. Hayes revealed on social media that the sale was to cover a deposit for his new Ferrari 849 Testarossa, generating nearly $823,000 in profit.

The move stunned the market, especially given Hayes’ bold prediction just weeks earlier at the WebX 2025 conference, where he forecasted a 126x surge in HYPE over three years. His abrupt selloff, paired with mounting unlock concerns, has shaken investor confidence in Hyperliquid’s long-term trajectory.

Tokenomics Reform Proposal: Can It Restore Trust?

In response to growing concerns, DBA Asset Management’s Jon Charbonneau and researcher Hasu have introduced a comprehensive proposal to overhaul HYPE’s tokenomics. The plan recommends:

  • Burning 45% of HYPE’s supply, including unminted tokens allocated for emissions and assistance funds.
  • Eliminating Hyperliquid’s fixed 1 billion supply cap, aligning with flexible issuance models seen in Ethereum and Solana.

Supporters argue the proposal could remove distortions in fully diluted valuation (FDV) metrics and create a fairer assessment of Hyperliquid’s fundamentals. However, critics warn that cutting emissions may weaken growth incentives and reduce flexibility in responding to future challenges.

Despite its current price struggles, Hyperliquid remains one of the fastest-growing decentralized derivatives exchanges, recently hitting $3.4 billion in daily trading volumes. Whether the proposed reforms can stabilize HYPE ahead of November’s unlock will be a decisive test for the project’s resilience.

Cover image from ChatGPT, HYPEUSD chart from Tradingview

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Analisis Laporan: AI Picu Siklus Super MLCC, Berapa Lama Sumbangan untuk Samsung Electro-Mechanics?

**Ringkasan: Laporan Morgan Stanley tentang Siklus Super MLCC yang Dipicu AI dan Manfaat bagi Samsung Electro-Mechanics** Laporan Morgan Stanley menyoroti bagaimana AI mengubah dinamika industri MLCC (Multi-Layer Ceramic Capacitor) dari siklus menjadi cerita pertumbuhan struktural. Inti logikanya: server AI membutuhkan 10-15 kali lebih banyak MLCC (440.000 unit) dibanding server tradisional (30.000 unit), dengan spesifikasi yang lebih tinggi, mendorong kenaikan volume dan harga. Kekurangan pasokan dipandang sebagai masalah struktural, bukan siklus, karena permintaan baru yang berkelanjutan berbenturan dengan kapasitas produksi terbatas. Harga diperkirakan naik 30% pada paruh kedua 2026, dan 30-50% lagi pada 2027. Samsung Electro-Mechanics diproyeksikan sebagai penerima manfaat utama melalui tiga jalur: 1) Kenaikan harga dan margin MLCC, terutama untuk aplikasi AI; 2) Pertumbuhan pesat pada bisnis substrat ABF untuk chip ASIC AI; 3) Lini produk baru seperti kapasitor silikon dan panel kaca. Laba operasional diproyeksikan melonjak dari 15.7% (saat ini) menjadi 24.5% pada 2027, dengan ROE naik dari 7.5% (FY25) menjadi 32.2% (FY28). Target harga saham dinaikkan dari 920.000 menjadi 2.560.000 won. Risiko mencakup penurunan siklus smartphone flagship Samsung dan permintaan konsumen global yang lemah. Katalis potensial termasuk kenaikan harga kontrak lebih lanjut dan konfirmasi kebutuhan MLCC pada platform AI generasi berikutnya.

marsbit17m yang lalu

Analisis Laporan: AI Picu Siklus Super MLCC, Berapa Lama Sumbangan untuk Samsung Electro-Mechanics?

marsbit17m yang lalu

Harga AI Mengalami Koreksi Keras, Momen Deepseek-nya GLM?

Pada hari Selasa, pasar perdagangan kecerdasan buatan (AI) menghadapi tekanan penjualan paling tajam tahun ini. KOREAN KOSPI sempat anjlok hampir 10%, memicu penghentian perdagangan (circuit breaker). Saham inti rantai pasokan AI global seperti Samsung Electronics dan SK Hynix terpukul berat, dan tekanan menjalar ke sesi AS dengan saham memori, penyimpanan, dan semikonduktor menjadi wilayah yang paling menderita. Beberapa analis menyebut penurunan ini sebagai "momen DeepSeek-nya Zhipu AI", mereplikasi dampak pasar dari rilis model DeepSeek awal 2025. Model open-source GLM-5.2 dari Zhipu dinilai telah masuk peringkat tiga besar model bahasa global, memicu keraguan pasar tentang dominasi AI AS dan menimbulkan pertanyaan apakah pengeluaran modal besar-besaran perusahaan teknologi AS untuk pusat data masih dapat mendukung valuasi saat ini jika model open-source yang lebih murah sudah cukup baik. Tekanan lain berasal dari meningkatnya ketidakpastian atas imbal hasil investasi AI dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Penurunan terfokus pada perusahaan yang paling diuntungkan dari narasi infrastruktur AI, seperti hyperscaler (Alphabet, Amazon, Meta) yang masih berencana mengeluarkan ratusan miliar dolar. Kekhawatiran juga muncul seiring meningkatnya ketergantungan pendanaan infrastruktur AI pada utang, seperti yang diilustrasikan oleh rencana penerbitan obligasi SpaceX. Meski demikian, banyak analis melihat ini sebagai koreksi yang diperlukan setelah kenaikan berlebihan dan "pemeriksaan realitas" dalam perdagangan teknologi, bukan akhir dari cerita AI. Pertanyaan inti beralih dari "apakah AI akan tumbuh" menjadi "apakah harga yang dibayar untuk pertumbuhan itu terlalu tinggi", menekankan pada kemampuan perusahaan mengubah pengeluaran modal menjadi arus kas dan keberlanjutan valuasi. Laporan keuangan Micron yang akan datang dipandang sebagai tolok ukur kunci untuk kesehatan rantai pasokan perangkat keras.

marsbit45m yang lalu

Harga AI Mengalami Koreksi Keras, Momen Deepseek-nya GLM?

marsbit45m yang lalu

8.5 Juta USDT Mengalir Keluar dalam Semalam, Bisakah Vault Stablecoin Berpenghasilan Tinggi Masih Dipercaya untuk Menyimpan Dana?

Altura mengalami penarikan dana besar-besaran senilai lebih dari 8,5 juta USDT dalam 24 jam, yang mendorong platform untuk memulai penutupan vault secara teratur. Insiden ini dipicu oleh hilangnya penjaminan audit pihak ketiga dari proyek stablecoin yield lain, MainStreet, yang mengikis kepercayaan pasar secara luas terhadap seluruh produk serupa. Meskipun Altura menegaskan tidak memiliki eksposur langsung ke MainStreet dan portofolionya tidak menunjukkan kerugian, pengguna mulai mempertanyakan likuiditasnya. Krisis ini menyoroti kerentanan produk stablecoin berimbal hasil: strategi investasi yang mendasarinya—seperti pinjaman kredit pribadi atau aset dunia nyata (RWA)—memiliki siklus penyelesaian yang tidak dapat mencocokkan permintaan penarikan instan pengguna DeFi. Periode pembayaran yang tidak sinkron antara aset yang berbeda berarti bahwa bahkan tanpa kerugian aktual, hilangnya kepercayaan dapat memicu gelombang penarikan dana. Penarikan besar-besaran memaksa Altura untuk mengalihkan fokus dari peningkatan hasil menjadi prioritas likuiditas. Tantangan ke depan adalah apakah platform dapat menyelesaikan proses penutupan secara tertib, mengembalikan dana pengguna tepat waktu, dan menghindari penjualan aset jangka panjang dengan harga rendah. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi industri tentang bagaimana kepercayaan pasar dan transparansi likuiditas sama pentingnya dengan audit itu sendiri.

marsbit58m yang lalu

8.5 Juta USDT Mengalir Keluar dalam Semalam, Bisakah Vault Stablecoin Berpenghasilan Tinggi Masih Dipercaya untuk Menyimpan Dana?

marsbit58m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片