Helius Takes First Step In Solana Treasury With $175 Million Purchase

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-24Terakhir diperbarui pada 2025-09-24

Abstrak

Helius Medical Technologies has officially kick-started its Solana (SOL) treasury strategy with an initial acquisition of 760,190 tokens. Helius Has...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Helius Medical Technologies has officially kick-started its Solana (SOL) treasury strategy with an initial acquisition of 760,190 tokens.

Helius Has Started Buying Solana With Its $500 Million Raise

As announced in a press release, Helius Medical Technologies has completed its first Solana purchase for its digital asset treasury strategy. In total, the company has acquired 760,190 SOL at an average price of $231 per token, spending about $175 million.

Originally a neurotech company, Helius Medical Technologies adopted a strategy focused on accumulating SOL earlier this month. Just a few days ago, the firm revealed that it had raised over $500 million for its digital asset treasury through a private placement offering.

Among the key backers were Pantera Capital, an American venture capital and hedge fund specializing in blockchain and digital assets, and Summer Capital, a Hong Kong-headquartered investment firm.

Joseph Chee, Executive Chairman at Helius, said:

It has been gratifying to receive shows of support from multiple stakeholders across the Solana ecosystem, including staking providers, DeFi protocols and others. We take our responsibility to maximize shareholder value seriously and are eager to execute against our plan.

With the latest purchase, Helius has begun deploying the raised capital into Solana. The company still has $335 million sitting in cash reserves for further treasury expansions, along with the potential to raise another $750 million if the stapled warrants from its private placement are exercised.

The press release noted that, besides SOL being among the top coins in on-chain activity-related metrics, it’s also financially productive by design, thanks to its 7% native staking yield.

Helius added:

As an independent treasury company, HSDT’s mission is to support the growth and security of tokenized networks by serving as a long-term holder of $SOL, in addition to continuing the development of its neurotech and medical device operations

The NASDAQ-listed neurotech firm isn’t the only one to pivot to a Solana treasury this month. Forward Industries, a company focused on design and manufacturing, also adopted a SOL strategy and closed a private investment in public equity (PIPE) earlier in September, raising $1.65 billion.

The financing was led by three key players in Galaxy Digital, Multicoin Capital, and Jump Crypto. Last Monday, the firm executed its first purchase worth $1.58 billion, instantly becoming the largest SOL treasury holder in the world.

In some other news, analytics firm Santiment has shared an update on how projects in the Solana ecosystem compare against each other in terms of the Development Activity metric.

Solana Development Activity

The ranking of the SOL ecosystem projects on the basis of 30-day Development Activity | Source: Santiment on X

From the table, it’s visible that SOL continues to be the top-ranked coin with its developers putting in the most work on the project’s public GitHub repositories. Wormhole (W) and Pyth Network (PYTH) follow in second and third, respectively.

SOL Price

At the time of writing, Solana is trading around $218, down over 7% in the last week.

Solana Price Chart

Looks like the price of the coin has slipped down over the last few days | Source: SOLUSDT on TradingView
Featured image from Dall-E, Santiment.net, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Keshav is a Physics graduate who has been employed as a writer with Bitcoinist since June 2021. He is passionate about writing and through the years, he has gained experience working in a variety of niches. Keshav holds an active interest in the cryptocurrency market, with on-chain analysis being an area he particularly likes to research and write about.

Bacaan Terkait

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

Putri Jensen Huang, Madison Huang (Huang Minshan), baru-baru ini muncul di Beijing untuk menghadiri World Robot Conference 2026. Sebagai Senior Director of Product and Technical Marketing untuk Platform Fisik AI di Nvidia, dengan gaji sekitar $1,2 juta per tahun, kunjungannya berfokus pada ekosistem robot China. Dia mengunjungi booth perusahaan seperti Yuejiang, Guanglun Zhineng, Ubtech, dan JD.com, menyaksikan demo robot dan mengeksplorasi kemajuan dalam simulasi fisik, pengumpulan data, dan pelatihan. Yang menarik, karir Madison tidak dimulai di teknologi. Awalnya dia mempelajari seni kuliner, bekerja sebagai koki, dan juga di LVMH sebelum beralih ke dunia AI. Dia bergabung dengan Nvidia sebagai magang pada 2020 setelah mengambil kursus AI dan MBA, dan naik pangkat dengan cepat. Kakaknya, Spencer, juga memiliki jalur tidak biasa, sebelumnya membuka bar koktail sebelum akhirnya bergabung dengan Nvidia di bidang perangkat lunak robotika. Kunjungan Madison mencerminkan betapa panasnya industri robot China saat ini. Konferensi ini menampilkan ribuan produk, dan perusahaan seperti Unitree baru saja melantai di bursa, dengan banyak startup lainnya dalam antrean IPO. Industri bergerak melampaui demonstrasi fisik menuju pengembangan "otak" atau kecerdasan robot, di mana kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dalam lingkungan baru menjadi kunci. China, dengan basis manufaktur dan skenario aplikasi industrinya yang luas, menjadi medan uji dan arena persaingan yang penting untuk gelombang AI Fisik berikutnya yang didorong Nvidia.

marsbit11m yang lalu

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

marsbit11m yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

Pada 19 Agustus, perusahaan robot humanoid pertama di pasar saham A China, Unitree Robotics, resmi melantai di bursa. Yin Fangming, investor awal yang memberi pendanaan angel pertama sebesar 2 juta yuan (sekitar 15% saham) kepada pendiri Wang Xingxing pada 2016 ketika Unitree kesulitan dana, kini menuai hasil investasinya. Perhitungan berdasarkan harga IPO menunjukkan, total pengembalian investasinya mencapai sekitar 280 juta yuan, atau 140 kali lipat. Namun, Yin Fangming bukan hanya investor sukses. Ia juga pernah menjadi co-founder ROOBO, perusahaan robot AI yang sempat mendapat pendanaan besar namun akhirnya menghadapi tantangan bisnis. Pengalamannya sebagai entrepreneur di bidang hardware robot membantunya mengenali potensi Unitree yang mengutamakan penelitian mandiri dan kontrol biaya hardware. Selain Unitree, Yin aktif berinvestasi di bidang energi dan aerospace. Namun, langkah terbaru dan terpentingnya adalah menjadi Chairman Galaxy General Intelligence (Galaxy通用), unicorn kecerdasan embodied yang didirikan 2023 dan telah mendapat pendanaan lebih dari 6,96 miliar yuan. Penunjukannya sebagai Chairman mengindikasikan keterlibatan mendalam dalam strategi perusahaan, tidak sekadar sebagai investor. Perubahan besar dalam manajemen Galaxy通用 ini juga dikabarkan sebagai persiapan untuk langkah kapital berikutnya. Dengan latar belakang karir di industri telepon seluler dan internet mobile (seperti di Sougou dan 360), Yin terkenal karena kemampuannya membaca tren teknologi berikutnya. Ia meninggalkan puncak karir di internet mobile untuk merintis usaha di bidang AI, meyakini itulah masa depan dekade berikutnya. Meski rendah profil dan menolak wawancara, pesannya jelas: mendukung entrepreneur robot berbakat seperti Wang Xingxing.

marsbit25m yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

marsbit25m yang lalu

Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Bukan Berarti Aman

**Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Belum Tentu Aman** Insiden pencurian dompet keras Coldcard yang menyebabkan kerugian lebih dari $100 juta mengungkap kesalahpahaman umum dalam komunitas Bitcoin: kode yang terbuka (source available) tidak sama dengan perangkat lunak sumber terbuka (open source/FOSS) yang aman. Coldcard menggunakan lisensi MIT dengan klausa tambahan yang membatasi penggunaan komersial, menjadikannya "source available" tetapi bukan open source sepenuhnya. Hal ini mengurangi insentif bagi pihak ketiga untuk mengaudit kodenya secara mendalam. Bug kritis dalam pustaka `libngu` tetap tak terdeteksi selama sekitar lima tahun karena kurangnya tinjauan eksternal, meskipun kodenya dapat diakses publik. Prinsip open source menekankan empat kebebasan pengguna, termasuk hak untuk mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan ulang kode. Namun, keamanan sejati tidak otomatis tercipta hanya dengan membuka kode; keamanan membutuhkan insentif ekonomi dan upaya kolektif untuk memverifikasi. Proyek seperti Bitcoin Core menunjukkan praktik terbaik di mana pengembangan transparan dan tinjauan sejawat yang ketat membangun kepercayaan. Insiden ini menyoroti "tragedi kepemilikan bersama" di mana setiap pengguna mengandalkan orang lain untuk mengaudit, tetapi tidak ada yang benar-benar melakukannya. Dalam ekosistem bernilai tinggi seperti Bitcoin, pilihan lisensi yang membatasi dapat mengurangi pool auditor potensial, menggeser tanggung jawab ke perusahaan itu sendiri. Perkembangan AI mengubah lanskap ini. Proyek Bitcoin Red Team menunjukkan bahwa AI dapat membantu peninjauan kode secara masif. Namun, AI juga membanjiri pemelihara proyek dengan kode yang dihasilkan otomatis, meningkatkan beban verifikasi. Keunggulan keamanan melalui ketidakjelasan (security through obscurity) pada kode tertutup juga semakin terkikis oleh kemampuan AI. Kesimpulannya, visibilitas kode hanyalah langkah pertama. Keamanan yang sebenarnya dalam keuangan digital memerlukan model lisensi yang mendorong insentif audit, budaya pengembangan yang transparan, dan mungkin, adopsi alat bantu AI untuk analisis yang lebih komprehensif. Hanya proyek yang diaudit dengan baik yang dapat bertahan di lingkungan yang semakin kompetitif dan penuh tekanan ini.

marsbit37m yang lalu

Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Bukan Berarti Aman

marsbit37m yang lalu

Trading

Spot
活动图片