Over 200 Residents Lose Crypto In South Korea Tax Crackdown

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-23Terakhir diperbarui pada 2025-09-24

Abstrak

Cheongju city authorities have moved to collect unpaid local taxes by seizing cryptocurrencies from residents, according to reports. Since 2021,...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Cheongju city authorities have moved to collect unpaid local taxes by seizing cryptocurrencies from residents, according to reports. Since 2021, officials say they targeted 203 people who failed to pay local levies.

Of those, crypto from 161 individuals was already frozen or taken, with the city estimating the recovered value at about 1.5 billion won (roughly $1.1 million).

City Opens Exchange Account

According to city statements, Cheongju created a trading account on a domestic crypto exchange to make seizure and conversion easier. The change matters because it lets officials not only freeze assets but also sell them and apply the proceeds to overdue tax bills.

Officials told reporters they now have a clearer path to turn crypto holdings into cash for tax recovery.

How The Seizures Are Carried Out

Reports describe a multi-step process. Tax offices identify residents with unpaid bills. They then request information from exchanges to see whether those people hold virtual assets.

When ownership is confirmed, exchanges are ordered to suspend transactions or to transfer the assets to the municipal account. If the taxpayer does not settle the debt, the city may liquidate the holdings and use the proceeds to cover what is owed.

As of today, the market cap of cryptocurrencies stood at $3.85 trillion. Chart: TradingView

Other Local Governments Have Taken Similar Steps

Several other South Korean cities and districts have used similar tactics. Jeju City investigated 2,962 people for unpaid taxes and found 49 of them holding crypto worth about 230 million won.

Jeju’s wider unpaid-tax list totaled about 19.7 billion won. Gwacheon, in Gyeonggi Province, built an “electronic virtual asset seizing system” and has recovered roughly 300 million won over recent years, targeting residents who owe more than three million won in local taxes.

Paju sent notices to 17 people who owed about 124 million won and has previously seized around 100 million won in similar cases.

Implications And Concerns

The moves underline how local governments are pressing exchanges for data and exercising legal powers to collect taxes. Some citizens and observers worry about transparency and due process.

Questions include how quickly exchanges must act, whether taxpayers receive fair notice, and how volatility is handled when assets are sold. Reports also note growing use of data tools, including AI, by some cities to find undeclared holdings.

City Officials Say They Want Compliance

Based on reports, city leaders framed the actions as an effort to stop tax evasion through virtual assets. They have warned residents that cryptocurrency cannot be used to hide from tax obligations.

Still, legal challenges could arise, and appeals from affected residents may push some cases into the courts.

Featured image from Unsplash/Matthew Schwartz, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Interpretasi Laporan Riset: Saham Semikonduktor Naik 155%, Bernstein Bilang NVDA dan AVGO Masih 'Konyol Murah'

Analis Bernstein menerbitkan ulasan industri semikonduktor pada 23 Juni. Inti laporan: AI telah menjadi "satu-satunya permainan" yang mendorong sektor semikonduktor. Indeks SOX naik 155,6% dalam setahun, didorong fundamental kuat, walau valuasi dan kepadatan posisi mencapai level tinggi historis. Laporan sangat merekomendasikan NVDA dan AVGO (rating "Outperform"). Meski kinerja tahun ini tertinggal, keduanya dianggap penerima manfaat inti dari rantai pasokan AI dan saat ini "terlalu murah secara absurd". Alasan: Valuasi NVDA untuk 2027 hanya 25x P/E (lebih rendah dari rata-rata sektor 34x) dengan prospek pendapatan chip Blackwell yang masif. AVGO dinilai murah dengan target pendapatan AI $100 miliar pada 2030. AMD dinaikkan ratingnya menjadi "Outperform" karena cerita ganda: momentum AI/GPU dan pemulihan CPU. Sebaliknya, QCOM dipertahankan pada "Market-Perform" karena tekanan pada bisnis ponsel dan kurangnya mesin pertumbuhan baru. Subsektor peralatan semikonduktor (seperti AMAT, LRCX) tetap optimis. Chip analog (ADI, TXN) dilihat mahal dan diberi rating "Market-Perform". Laporan memperingatkan dua risiko: tingkat kepadatan (crowding) yang sangat tinggi dan peningkatan hari persediaan (inventory days). Jika permintaan melemah, tekanan penurunan persediaan dan perang harga dapat mengancam. Bernstein mengambil posisi bullish selektif—memilih saham yang tepat kini lebih penting daripada sekadar melihat arah sektor.

marsbit45m yang lalu

Interpretasi Laporan Riset: Saham Semikonduktor Naik 155%, Bernstein Bilang NVDA dan AVGO Masih 'Konyol Murah'

marsbit45m yang lalu

Wawancara Ribuan Kata dengan CEO Anthropic: Setelah AI Menjadi Senjata Super, Bagaimana Mencari Keseimbangan antara Bisnis dan Keamanan?

Sumber: Bloomberg, disusun oleh PANews. Dario Amodei, CEO Anthropic, membahas perjalanan startup-nya di San Francisco, persaingan dengan OpenAI, dan tujuan akhir AI dalam wawancara ini. Amodei menggambarkan pertumbuhan Anthropic sebagai "kurva eksponensial yang mulus" di pusat alam semesta AI. Ia menyoroti pengaruh lingkungan San Francisco yang mendorong pemikiran non-konformis. Mengenai perpisahannya dari OpenAI, ia menekankan perbedaan nilai dan isu kepercayaan sebagai alasan utama, bukan sekadar perbedaan pendapat soal keamanan. Ia menjelaskan fokus Anthropic pada aplikasi perusahaan (seperti Claude Code dan Claude Coworker) didorong oleh keselarasan dengan nilai-nilai perusahaan dan kebutuhan model bisnis yang berkelanjutan. Menurutnya, kualitas model adalah faktor kunci untuk mempertahankan kepemimpinan, bukan sekadar 'kelekatan' pengguna. Amodei mengakui dampak disruptif AI pada lapangan kerja, terutama posisi kerah putih junior, tetapi menekankan pentingnya transisi ke "permainan jumlah positif" di mana peningkatan efisiensi digunakan untuk menciptakan nilai baru, bukan hanya pemutusan hubungan kerja. Ia membantah klaim bahwa peringatannya adalah "pemasaran kiamat". Dalam bidang keamanan nasional, Anthropic bekerja dengan Departemen Pertahanan AS tetapi menetapkan batasan ketat, menolak kerja sama dalam pengawasan massal atau senjata otonom mematikan. Amodei percaya AI yang dikelola dengan baik lebih mungkin mencegah Perang Dunia III melalui deterensi kecerdasan. Mengenai model Mythos yang sangat kuat, Amodei membela keputusan untuk tidak merilisnya kepada publik saat ini karena kemampuannya yang luar biasa dalam menemukan dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak, yang dianggapnya sebagai "senjata super". Rilis akan dilakukan hanya setelah mekanisme pertahanan memadai. Ia menyatakan kekhawatiran tentang keseimbangan kekuasaan antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengontrol teknologi AI yang kuat, mendukung pendekatan regulasi yang seimbang. Amodei melihat peningkatan diri AI bukan sebagai momen tunggal yang tiba-tiba, tetapi sebagai proses eksponensial yang terus dipercepat yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan. Meskipun mengakui adanya risiko eksistensial (10-25%) bagi peradaban dari AI, ia menegaskan bahwa misi Anthropic adalah secara aktif mengurangi risiko tersebut melalui pengembangan yang bertanggung jawab.

marsbit57m yang lalu

Wawancara Ribuan Kata dengan CEO Anthropic: Setelah AI Menjadi Senjata Super, Bagaimana Mencari Keseimbangan antara Bisnis dan Keamanan?

marsbit57m yang lalu

Penerbit DRAM ETF: Samsung, SK Hynix, Micron Semua Tembus Triliunan, Era AI Chip Memori Baru Dimulai

**Ringkasan: Masa Depan Cerah Chip Memori di Era AI** Kritik dari Morningstar mengingatkan investor akan siklus boom-bust historis di industri chip memori, sifat komoditas, dan kemungkinan harga saham telah meninggalkan fundamental. Namun, **Roundhill Investments** (penerbit DRAM ETF) berpendapat bahwa **era AI telah mengubah struktur industri secara fundamental**: 1. **Siklus Baru, Dinamika Baru:** Permintaan kini didorong oleh infrastruktur AI skala besar, bukan siklus upgrade elektronik konsumen. Perjanjian pasokan jangka panjang yang lebih ketat dengan hyperscalers (seperti Google, AWS) muncul karena intensitas modal manufaktur yang sangat tinggi. 2. **Parit Pertahanan (Moat) yang Nyata:** Chip memori kunci untuk AI adalah **High-Bandwidth Memory (HBM)**, yang sangat kompleks untuk diproduksi. **SK Hynix, Samsung, dan Micron menguasai hampir seluruh pasokan global**. Hambatan masuknya sangat tinggi (teknologi, peralatan EUV dari ASML yang langka, waktu pembangunan pabrik 3-5+ tahun), mencegah kelebihan pasokan seperti di masa lalu. 3. **Fundamental yang Sangat Kuat:** Proyeksi konsensus Bloomberg menunjukkan pada 2027, ketiga raksasa memori ini akan menjadi di antara **10 perusahaan paling menguntungkan di dunia**, dengan total laba bersih gabungan diperkirakan mencapai **$704 miliar** dan pendapatan gabungan melampaui $1 triliun. Margin operasi mereka telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. 4. **Penilaian Ulang (Revaluasi):** Meskipun kenaikan harga saham tajam, valuasi relatif (seperti P/E maju) masih menarik dibandingkan saham teknologi lain jika mempertimbangkan tingkat pertumbuhan laba yang eksplosif. Kerangka valuasi historis mungkin tidak lagi relevan mengingat profil profitabilitas baru yang berkelanjutan. **Kesimpulan Roundhill:** Kenaikan saat ini didorong oleh fundamental baru — permintaan AI yang masif dan berkelanjutan, parit pertahanan manufaktur yang dalam, dan siklus profitabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya — menandai transisi industri menuju **"era baru" yang lebih stabil dan menguntungkan**. Kelangkaan pasokan HBM diperkirakan bertahan hingga 2030. *Catatan: Penulis adalah pihak yang mengelola DRAM ETF, sehingga memiliki sudut pandang yang secara alami bullish (optimis).*

marsbit1j yang lalu

Penerbit DRAM ETF: Samsung, SK Hynix, Micron Semua Tembus Triliunan, Era AI Chip Memori Baru Dimulai

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片