Ferrari Over HYPE? Arthur Hayes Cashes Out For Speed

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-22Terakhir diperbarui pada 2025-09-23

Abstrak

Arthur Hayes, the co-founder of BitMEX, has exited his HYPE holding and signaled the cash will help cover a Ferrari...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Arthur Hayes, the co-founder of BitMEX, has exited his HYPE holding and signaled the cash will help cover a Ferrari deposit after a sizable on-chain sale late this week.

Based on reports, the move saw Hayes convert a large HYPE stake into roughly $5 million in proceeds, a trade that drew fast attention across social platforms and blockchain trackers.

Hayes Moves And Numbers

According to on-chain data cited by trackers, Hayes sold about 96,628 HYPE tokens in the transaction, realizing roughly $823,000 in profit — a 19% gain on that position.

The sale was flagged by analytics accounts and picked up by multiple crypto news outlets as an outright exit from his HYPE bag. Those figures line up with the on-chain snapshot that first alerted market watchers.

HYPE: The Market Response

Markets reacted quickly. Reports show HYPE’s price slid in the hours after the transfer, falling by roughly 7.6–8.3% in some snapshots and as much as 12% on certain exchanges and feeds that tracked trade impact.

Traders and observers pointed to the size and timing of the sale as a key reason for the short-term dip in price.

Hayes himself referenced paying a deposit on a new Ferrari 849 Testarossa in a public post, which outlets interpreted as the stated use of part of the proceeds.

Based on reports, that comment — whether tongue-in-cheek or literal — helped shape headlines and social chatter about why the sale happened now.

Past Predictions And Timing

Only weeks earlier, Hayes had publicly forecast a very large upside for HYPE, saying the token could rise as much as 126× over a multiyear period.

That bullish projection was repeated at public appearances and amplified across crypto forums. The contrast between a bold long-term call and a near-term exit has been a talking point among analysts and retail investors.

HYPEUSD now trading at $48.9. Chart: TradingView

There are additional, more technical reasons cited by some analysts for taking profits now. Reports have highlighted looming token unlocks and scheduled vesting that would add fresh HYPE supply to the market over coming months.

One report referenced a large scheduled vesting of hundreds of millions of tokens spread across a two-year window, a factor that could pressure price if large portions are sold into the market.

What This Could Mean Going Forward

Based on reports and market commentary, Hayes’ sale is being read two ways: as straightforward profit-taking by a high-profile holder, and as a signal to watch supply dynamics closely.

Liquidity events from big holders often force short-term volatility, while longer-term price direction will depend on adoption, trading demand, and how future unlocks are absorbed.

Featured image from Unsplash, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

Putri Jensen Huang, Madison Huang (Huang Minshan), baru-baru ini muncul di Beijing untuk menghadiri World Robot Conference 2026. Sebagai Senior Director of Product and Technical Marketing untuk Platform Fisik AI di Nvidia, dengan gaji sekitar $1,2 juta per tahun, kunjungannya berfokus pada ekosistem robot China. Dia mengunjungi booth perusahaan seperti Yuejiang, Guanglun Zhineng, Ubtech, dan JD.com, menyaksikan demo robot dan mengeksplorasi kemajuan dalam simulasi fisik, pengumpulan data, dan pelatihan. Yang menarik, karir Madison tidak dimulai di teknologi. Awalnya dia mempelajari seni kuliner, bekerja sebagai koki, dan juga di LVMH sebelum beralih ke dunia AI. Dia bergabung dengan Nvidia sebagai magang pada 2020 setelah mengambil kursus AI dan MBA, dan naik pangkat dengan cepat. Kakaknya, Spencer, juga memiliki jalur tidak biasa, sebelumnya membuka bar koktail sebelum akhirnya bergabung dengan Nvidia di bidang perangkat lunak robotika. Kunjungan Madison mencerminkan betapa panasnya industri robot China saat ini. Konferensi ini menampilkan ribuan produk, dan perusahaan seperti Unitree baru saja melantai di bursa, dengan banyak startup lainnya dalam antrean IPO. Industri bergerak melampaui demonstrasi fisik menuju pengembangan "otak" atau kecerdasan robot, di mana kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dalam lingkungan baru menjadi kunci. China, dengan basis manufaktur dan skenario aplikasi industrinya yang luas, menjadi medan uji dan arena persaingan yang penting untuk gelombang AI Fisik berikutnya yang didorong Nvidia.

marsbit2j yang lalu

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

marsbit2j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

Pada 19 Agustus, perusahaan robot humanoid pertama di pasar saham A China, Unitree Robotics, resmi melantai di bursa. Yin Fangming, investor awal yang memberi pendanaan angel pertama sebesar 2 juta yuan (sekitar 15% saham) kepada pendiri Wang Xingxing pada 2016 ketika Unitree kesulitan dana, kini menuai hasil investasinya. Perhitungan berdasarkan harga IPO menunjukkan, total pengembalian investasinya mencapai sekitar 280 juta yuan, atau 140 kali lipat. Namun, Yin Fangming bukan hanya investor sukses. Ia juga pernah menjadi co-founder ROOBO, perusahaan robot AI yang sempat mendapat pendanaan besar namun akhirnya menghadapi tantangan bisnis. Pengalamannya sebagai entrepreneur di bidang hardware robot membantunya mengenali potensi Unitree yang mengutamakan penelitian mandiri dan kontrol biaya hardware. Selain Unitree, Yin aktif berinvestasi di bidang energi dan aerospace. Namun, langkah terbaru dan terpentingnya adalah menjadi Chairman Galaxy General Intelligence (Galaxy通用), unicorn kecerdasan embodied yang didirikan 2023 dan telah mendapat pendanaan lebih dari 6,96 miliar yuan. Penunjukannya sebagai Chairman mengindikasikan keterlibatan mendalam dalam strategi perusahaan, tidak sekadar sebagai investor. Perubahan besar dalam manajemen Galaxy通用 ini juga dikabarkan sebagai persiapan untuk langkah kapital berikutnya. Dengan latar belakang karir di industri telepon seluler dan internet mobile (seperti di Sougou dan 360), Yin terkenal karena kemampuannya membaca tren teknologi berikutnya. Ia meninggalkan puncak karir di internet mobile untuk merintis usaha di bidang AI, meyakini itulah masa depan dekade berikutnya. Meski rendah profil dan menolak wawancara, pesannya jelas: mendukung entrepreneur robot berbakat seperti Wang Xingxing.

marsbit3j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

marsbit3j yang lalu

Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Bukan Berarti Aman

**Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Belum Tentu Aman** Insiden pencurian dompet keras Coldcard yang menyebabkan kerugian lebih dari $100 juta mengungkap kesalahpahaman umum dalam komunitas Bitcoin: kode yang terbuka (source available) tidak sama dengan perangkat lunak sumber terbuka (open source/FOSS) yang aman. Coldcard menggunakan lisensi MIT dengan klausa tambahan yang membatasi penggunaan komersial, menjadikannya "source available" tetapi bukan open source sepenuhnya. Hal ini mengurangi insentif bagi pihak ketiga untuk mengaudit kodenya secara mendalam. Bug kritis dalam pustaka `libngu` tetap tak terdeteksi selama sekitar lima tahun karena kurangnya tinjauan eksternal, meskipun kodenya dapat diakses publik. Prinsip open source menekankan empat kebebasan pengguna, termasuk hak untuk mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan ulang kode. Namun, keamanan sejati tidak otomatis tercipta hanya dengan membuka kode; keamanan membutuhkan insentif ekonomi dan upaya kolektif untuk memverifikasi. Proyek seperti Bitcoin Core menunjukkan praktik terbaik di mana pengembangan transparan dan tinjauan sejawat yang ketat membangun kepercayaan. Insiden ini menyoroti "tragedi kepemilikan bersama" di mana setiap pengguna mengandalkan orang lain untuk mengaudit, tetapi tidak ada yang benar-benar melakukannya. Dalam ekosistem bernilai tinggi seperti Bitcoin, pilihan lisensi yang membatasi dapat mengurangi pool auditor potensial, menggeser tanggung jawab ke perusahaan itu sendiri. Perkembangan AI mengubah lanskap ini. Proyek Bitcoin Red Team menunjukkan bahwa AI dapat membantu peninjauan kode secara masif. Namun, AI juga membanjiri pemelihara proyek dengan kode yang dihasilkan otomatis, meningkatkan beban verifikasi. Keunggulan keamanan melalui ketidakjelasan (security through obscurity) pada kode tertutup juga semakin terkikis oleh kemampuan AI. Kesimpulannya, visibilitas kode hanyalah langkah pertama. Keamanan yang sebenarnya dalam keuangan digital memerlukan model lisensi yang mendorong insentif audit, budaya pengembangan yang transparan, dan mungkin, adopsi alat bantu AI untuk analisis yang lebih komprehensif. Hanya proyek yang diaudit dengan baik yang dapat bertahan di lingkungan yang semakin kompetitif dan penuh tekanan ini.

marsbit3j yang lalu

Refleksi Pencurian Coldcard: Kode Terlihat Bukan Berarti Aman

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片