Altcoin Selloff Hits XRP: Analysts Say Lawsuit No Longer the Key Factor

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-09-22Terakhir diperbarui pada 2025-09-22

Abstrak

Despite weekly optimism, XRP has dropped below the $3 mark again, frustrating its community as the token falls behind broader...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Despite weekly optimism, XRP has dropped below the $3 mark again, frustrating its community as the token falls behind broader market trends. Currently, it is trading near $2.90, down more than 4% in the past 24 hours, with a market cap of around $173 billion.

Despite a historic U.S. spot XRP ETF launch and Ripple’s strengthened ties with Spain’s BBVA bank, the token has failed to sustain upward momentum.

Analysts now argue that XRP’s sluggish performance can no longer be blamed on the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) lawsuit, which has long been cited as a key obstacle to growth. With that case resolved, attention has shifted to deeper market dynamics.

Profit-Taking, Liquidations, and Market Sentiment

XRP’s ETF debut generated record $37 million in day-one trading volume, but it also triggered a classic “sell the news” response. Many institutional investors exited positions, sparking heavy selling pressure.

Adding to the downturn, XRP traders faced nearly $79 million in liquidations over the past day, with long positions making up the majority. This wave of forced selling drove prices down, undermining confidence among retail investors.

Meanwhile, the broader crypto market lost 4% in value, with billions wiped from altcoin capitalization. Ethereum (ETH) and other major assets also saw steep declines, further dragging XRP down.

Ripple XRP XRPUSD

XRP's price records important losses on the daily chart. Source: XRPUSD on Tradingview

Can XRP Avoid a Steeper Decline?

XRP is now battling to hold support near $2.80, with traders warning that a break lower could expose the token to the $2.50–$2.60 zone. Bulls, on the other hand, need to reclaim the $3.10–$3.20 range to re-establish momentum and revive hopes of testing the $3.65 all-time high.

Market sentiment remains mixed. Some commentators, such as analyst BarriC, suggest XRP could still surge dramatically if it follows historical patterns, even hinting at a possible $300 price target by 2026.

Others remain skeptical, pointing to continued selling pressure and tighter regulatory compliance requirements for altcoin ETFs. For now, XRP holders face a crucial test: defend current levels or risk deeper losses as the altcoin market selloff accelerates.

Cover image from ChatGPT, XRPUSD chart from Tradingview

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

Putri Jensen Huang, Madison Huang (Huang Minshan), baru-baru ini muncul di Beijing untuk menghadiri World Robot Conference 2026. Sebagai Senior Director of Product and Technical Marketing untuk Platform Fisik AI di Nvidia, dengan gaji sekitar $1,2 juta per tahun, kunjungannya berfokus pada ekosistem robot China. Dia mengunjungi booth perusahaan seperti Yuejiang, Guanglun Zhineng, Ubtech, dan JD.com, menyaksikan demo robot dan mengeksplorasi kemajuan dalam simulasi fisik, pengumpulan data, dan pelatihan. Yang menarik, karir Madison tidak dimulai di teknologi. Awalnya dia mempelajari seni kuliner, bekerja sebagai koki, dan juga di LVMH sebelum beralih ke dunia AI. Dia bergabung dengan Nvidia sebagai magang pada 2020 setelah mengambil kursus AI dan MBA, dan naik pangkat dengan cepat. Kakaknya, Spencer, juga memiliki jalur tidak biasa, sebelumnya membuka bar koktail sebelum akhirnya bergabung dengan Nvidia di bidang perangkat lunak robotika. Kunjungan Madison mencerminkan betapa panasnya industri robot China saat ini. Konferensi ini menampilkan ribuan produk, dan perusahaan seperti Unitree baru saja melantai di bursa, dengan banyak startup lainnya dalam antrean IPO. Industri bergerak melampaui demonstrasi fisik menuju pengembangan "otak" atau kecerdasan robot, di mana kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dalam lingkungan baru menjadi kunci. China, dengan basis manufaktur dan skenario aplikasi industrinya yang luas, menjadi medan uji dan arena persaingan yang penting untuk gelombang AI Fisik berikutnya yang didorong Nvidia.

marsbit4j yang lalu

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

marsbit4j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

Pada 19 Agustus, perusahaan robot humanoid pertama di pasar saham A China, Unitree Robotics, resmi melantai di bursa. Yin Fangming, investor awal yang memberi pendanaan angel pertama sebesar 2 juta yuan (sekitar 15% saham) kepada pendiri Wang Xingxing pada 2016 ketika Unitree kesulitan dana, kini menuai hasil investasinya. Perhitungan berdasarkan harga IPO menunjukkan, total pengembalian investasinya mencapai sekitar 280 juta yuan, atau 140 kali lipat. Namun, Yin Fangming bukan hanya investor sukses. Ia juga pernah menjadi co-founder ROOBO, perusahaan robot AI yang sempat mendapat pendanaan besar namun akhirnya menghadapi tantangan bisnis. Pengalamannya sebagai entrepreneur di bidang hardware robot membantunya mengenali potensi Unitree yang mengutamakan penelitian mandiri dan kontrol biaya hardware. Selain Unitree, Yin aktif berinvestasi di bidang energi dan aerospace. Namun, langkah terbaru dan terpentingnya adalah menjadi Chairman Galaxy General Intelligence (Galaxy通用), unicorn kecerdasan embodied yang didirikan 2023 dan telah mendapat pendanaan lebih dari 6,96 miliar yuan. Penunjukannya sebagai Chairman mengindikasikan keterlibatan mendalam dalam strategi perusahaan, tidak sekadar sebagai investor. Perubahan besar dalam manajemen Galaxy通用 ini juga dikabarkan sebagai persiapan untuk langkah kapital berikutnya. Dengan latar belakang karir di industri telepon seluler dan internet mobile (seperti di Sougou dan 360), Yin terkenal karena kemampuannya membaca tren teknologi berikutnya. Ia meninggalkan puncak karir di internet mobile untuk merintis usaha di bidang AI, meyakini itulah masa depan dekade berikutnya. Meski rendah profil dan menolak wawancara, pesannya jelas: mendukung entrepreneur robot berbakat seperti Wang Xingxing.

marsbit4j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片