BitGo Discloses its Financials in Latest SEC Filing Ahead of IPO

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-20Terakhir diperbarui pada 2025-09-20

BitGo, a U.S.-based cryptocurrency custody firm, has said that its revenue in the first half of 2025 was $4.19 billion, almost four times what it was the year before. The firm also stated that its net profit was $12.6 million in its IPO filing with the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). 

The disclosure comes at a time when BitGo has officially filed an S-1 registration statement to go public via an IPO. The company intends to list on the New York Stock Exchange (NYSE) under the ticker symbol BTGO, with investment banks Goldman Sachs and Citigroup serving as underwriters. 

In its SEC filing, which the company made public on September 20, 2025, it cited that the finances are for the years ending December 31, 2022-2024, plus the first half of 2025. The company wants to raise capital, give investors access to liquidity, and maybe take advantage of its strong financial performance. The papers show that the company has made notable profit recently and is likely betting on investors being interested in digital asset custody as the use of cryptocurrencies and institutional demand for them grows. 

SEC engages BitGo on Project Crypto

As part of the SEC’s Project Crypto program, BitGo executives, including CEO Mike Belshe and VP of Corporate Development J. Baylor Myers, met with SEC Chairman Paul Atkins earlier this month on September 12. The main points of the discussion focused on updating custody rules for digital assets and strengthening cybersecurity and private key protections. 

Also Read: Trust Wallet Token Price Surges 30% to $1.26 Following CZ X Post


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

**Ringkasan Perbandingan Arsitektur WeChat vs. Telegram** Pada kuartal kedua 2026, WeChat mencapai 1,428 miliar pengguna bulanan. Sebagai platform digital utama, arsitektur WeChat berbeda tajam dengan Telegram dalam beberapa aspek kunci: **Penyimpanan Data:** * **Telegram:** Menyimpan percakapan secara tak terbatas di cloud dengan sinkronisasi otomatis di semua perangkat. Versi desktop dapat berjalan mandiri. * **WeChat:** Riwayat chat disimpan secara lokal di perangkat. Transfer ke perangkat baru memerlukan migrasi manual via kode QR, dan versi desktop selalu membutuhkan konfirmasi dari ponsel. **Fitur Komentar & Diskusi:** * **Telegram:** Komentar di channel terintegrasi langsung dalam antarmuka yang sama melalui grup diskusi terpisah. * **WeChat:** Komentar di artikel akun resmi dimoderasi terlebih dahulu dan tidak memiliki sistem diskusi otomatis yang terikat ke artikel tertentu. **Platform Pengembang:** * **Telegram:** Bot API bersifat terbuka, gratis, dan dokumentasinya tersedia untuk publik. * **WeChat:** Mini-program beroperasi dalam ekosistem tertutup, memerlukan verifikasi, sertifikasi berbayar, dan seringkali lisensi bisnis untuk akses API. **Batas Pengiriman File:** * **Telegram:** Batas unggah 2 GB (umum) dan 4 GB (Premium), tanpa batas kecepatan. * **WeChat:** Batas umum 200 MB untuk file dalam chat. File lebih besar memerlukan "File Transfer Assistant" dan memiliki masa simpan terbatas di server. **Sistem Pembayaran & Ekosistem:** * **WeChat:** WeChat Pay terintegrasi sangat dalam di kehidupan sehari-hari di Tiongkok, menggantikan uang tunai di banyak aspek. * **Telegram:** Tidak memiliki sistem pembayaran fiat terintegrasi skala serupa. Fungsi keuangan lebih banyak melalui bot pihak ketiga dan berfokus pada pembayaran crypto. **Analisis Keamanan (Sudut Pandang AI):** Perbandingan juga menyoroti perbedaan dalam enkripsi. Telegram menawarkan enkripsi end-to-end untuk "Secret Chats", sementara WeChat tidak. Integrasi yang sangat erat antara chat dan pembayaran di WeChat (tanpa enkripsi end-to-end) dapat memperluas permukaan serangan. Misalnya, otoritas Singapura mencatat ratusan kasus penipuan terkait WeChat pada awal 2025. **Kesimpulan:** Kedua platform merepresentasikan filosofi berbeda: WeChat dibangun sebagai ekosistem tertutup yang terintegrasi sangat dalam dengan ekonomi nyata, sedangkan Telegram berfokus pada protokol terbuka, penyimpanan data fleksibel, dan hambatan rendah bagi pengembang. Pilihan arsitektur ini menentukan audiens dan skenario penggunaan masing-masing platform.

cryptonews.ru2j yang lalu

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片