93% индийцев согласились на госконтроль за криптовалютами — опрос

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-09Terakhir diperbarui pada 2025-09-10

93% жителей Индии признали необходимость госрегулирования криптовалют, показал опрос, проведенный местной криптобиржей Mudrex. В опросе участвовали 9000 жителей страны разного возраста и профессий.

24% опрошенных хотели бы минимального вмешательства регуляторов, чтобы чиновники не мешали развитию инноваций. Небольшая группа участников опроса, около 13%, выступила за регулирование исключительно налогообложения цифровых активов.

84% респондентов сочли действующие налоги на криптовалюты в Индии несправедливыми, особенно фиксированный налог в 30%, который местные трейдеры платят за прибыль от продажи активов — без возможности компенсации убытков. Этот налог сильнее всего бьет по трейдерам-новичкам, торгующим небольшими суммами, пояснили некоторые участники опроса. Кроме того, к криптовалютным транзакциям объемом свыше 10 000 индийских рупий (около $113) применяется налог в 1%, который, по мнению местных трейдеров, усугубляет трудности криптоинвесторов.

90% респондентов Mudrex заявили, что инвестировали бы больше денег в криптоактивы, если бы их регулирование было более прозрачным, а налогообложение — более щадящим. Около 91% участников опроса при выборе кандидатов на выборах учитывают отношение политиков к криптовалютам. Почти три четверти людей моложе 35 лет готовы поддержать партии, которые лояльно относятся к цифровым активам. Молодые индийцы расценивают криптовалюту не только как актив для инвестиций, но и как символ инноваций и прогресса, сообщила Mudrex.

В феврале индийские власти пригрозили местным криптоинвесторам штрафами за нераскрытие информации о доходах за последние 48 месяцев. В конце прошлого года Министерство финансов Индии обвинило 17 местных криптобирж в уклонении от уплаты налогов.

Bacaan Terkait

«Hampir Tidak Ada Lagi Faktor Negatif». Ramalan Harga Bitcoin

**Ringkasan:** Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan harga signifikan, dari sekitar $62.000 menjadi hampir $80.000 pada pekan 17 Agustus. Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan pembelian obligasi pemerintah, yang meningkatkan likuiditas pasar. Banyak analis menjadi sangat optimis untuk prospek jangka panjang BTC. Beberapa prediksi menonjol meliputi: * Standard Chartered: Menargetkan $100.000 per BTC pada akhir 2026. * Matthew Sigel (VanEck): Memperkirakan $100.000 pada tahun depan dan potensi $500.000 pada 2029. * Brian Armstrong (Coinbase): Menyebutkan kemungkinan besar BTC mencapai $300.000–$400.000 pada 2030. Para ahli berpendapat bahwa faktor negatif hampir habis dan modal spekulatif telah keluar dari pasar. Namun, untuk jangka pendek, pandangannya masih beragam. CEO "Tekhnobit" Alexander Peresichan menyatakan bahwa BTC perlu permintaan berkelanjutan dari pasar spot dan ETF untuk mengukuhkan harga di atas $80.000. Pasar tetap sensitif terhadap ekspektasi inflasi dan geopolitik. Dia menguraikan dua skenario untuk akhir pekan: optimis (harga bertahan di atas $76-77k dan naik ke $80k) dan pesimis (penurunan kembali ke level $72-75k). Dia menekankan bahwa tren saat ini belum sepenuhnya dikonfirmasi dan perlu dilihat apakah didukung oleh permintaan yang berkelanjutan. Artikel ini menekankan bahwa cryptocurrency adalah aset yang volatil dan dapat menyebabkan kerugian finansial. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan bukan saran investasi.

cryptonews.ru11m yang lalu

«Hampir Tidak Ada Lagi Faktor Negatif». Ramalan Harga Bitcoin

cryptonews.ru11m yang lalu

Mimpi Spekulan

Harga Bitcoin yang melonjak tajam memicu aktivitas spekulan. Volume perdagangan futures kripto di Bursa SPB mencapai rekor 70 miliar rubel dalam dua hari, sementara peserta pasar forex juga mencatat kenaikan dua kali lipat dalam volume perdagangan kontrak untuk perbedaan harga Bitcoin (CFD). Namun, futures kripto tetap menjadi instrumen niche yang menarik bagi kalangan terbatas trader. Para investor aktif memanfaatkan kenaikan harga kripto. Volatilitas yang tinggi menarik minat trader, dan aset neo di SPB menawarkan kemudahan seperti tidak adanya komisi intraday dan leverage bawaan. Pada 19 Agustus, harga Bitcoin mulai meroket, melonjak lebih dari 12% dalam tiga hari dan melampaui $77.000 untuk pertama kalinya sejak Mei, didorong juga oleh penutupan massal posisi short. Meski demikian, bahkan dengan volatilitas pasar kripto, futures kripto masih kalah jauh dibandingkan instrumen tradisional. Sebagai perbandingan, volume perdagangan futures dolar AS/rubel Rusia di Bursa Moskow pada 20 Agustus saja mencapai 164 miliar rubel. Analis mengaitkan hal ini dengan kurangnya permintaan lindung nilai dari investor besar terhadap kripto. Kendala lain termasuk jam perdagangan terbatas (dengan jeda malam dan akhir pekan) yang berisiko menyebabkan gap harga, serta biaya tambahan untuk mempertahankan posisi overnight, seperti biaya rollover di SPB atau penyesuaian margin harian di Bursa Moskow, yang dapat menggerogoti keuntungan. Perubahan harga kripto yang jauh kurang terprediksi dibandingkan aset tradisional juga menjadi faktor yang membuat investor menghindari kontrak ini.

cryptonews.ru13m yang lalu

Mimpi Spekulan

cryptonews.ru13m yang lalu

Bitcoin Mendekati Level US$80.000! Akankah Kenaikan Ini Terus Berlanjut? Analis Memperingatkan!

Bitcoin mendekati level $80.000, namun analis dari CoinShares memperingatkan bahwa kenaikan ini mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka pendek tanpa konfirmasi jelas dari Federal Reserve (The Fed) bahwa tidak akan ada pengencangan kebijakan moneter lebih lanjut. Lonjakan harga baru-baru ini didorong oleh kondisi makroekonomi, khususnya inflasi AS yang moderat dan data pasar tenaga kerja yang melemah, yang mengurangi ekspektasi aksi agresif dari The Fed. Bitcoin, yang sensitif terhadap likuiditas dan suku bunga riil, bereaksi kuat terhadap perkembangan ini. Meskipun ada sinyal keras dari pertemuan FOMC terakhir, data ekonomi setelahnya justru mengurangi kemungkinan pengencangan. Penurunan imbal hasil obligasi AS jangka pendek mengindikasikan pasar tidak mengantisipasi kenaikan suku bunga lagi. Namun, imbal hasil tinggi pada obligasi 30-tahun mencerminkan kekhawatiran terkait prospek fiskal AS dan utang pemerintah. Analis mencatat bahwa lingkungan kombinasi antara ekspektasi pelonggaran kebijakan dan ketegangan di pasar obligasi jangka panjang secara historis mendukung harga Bitcoin. Mereka juga melihat akumulasi aset oleh investor besar dan likuidasi posisi short skala besar. Kesimpulannya, level $80.000 diperkirakan akan menjadi resistensi kritis bagi Bitcoin, kecuali The Fed memberikan sinyal eksplisit yang mengubah persepsi risiko kebijakan.

cryptonews.ru13m yang lalu

Bitcoin Mendekati Level US$80.000! Akankah Kenaikan Ini Terus Berlanjut? Analis Memperingatkan!

cryptonews.ru13m yang lalu

Trading

Spot
活动图片