Ethena Bids for Hyperliquid Stablecoin with BlackRock Fund

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-09Terakhir diperbarui pada 2025-09-09

Ethena Labs is competing to issue Hyperliquid’s new native stablecoin, USDH. They have put in a proposal that they are being backed by BlackRock. Ethena’s offer, which was made public on September 9, 2025, puts it in competition with other big names like Paxos, Frax Finance, Agora, and Sky for a key role on the decentralized exchange, which is growing quickly.

The proposal suggests backing the new stablecoin, USDH, with USDtb, a tokenized note collateralized by BlackRock’s BUIDL fund. 

Ethena’s official proposal details a plan to return 95% of all net revenue to the Hyperliquid community and includes a commitment of $75 million in incentives to support market development. Key partners in the bid include institutional custody firm Anchorage Digital and tokenization platform Securitize.

Hyperliquid’s move to introduce a native stablecoin follows its announcement on September 5 and aims to replace the $5.5 billion in USDC currently used for settlement on the platform. The exchange has grown a lot, and in August, the volume of perpetual contract trading reached an all-time high of $405.8 billion. According to DefiLlama, the protocol makes over $1.3 billion a year, which makes the stablecoin contract a very valuable reward.

The financial implications are substantial. Omar Kanji of Dragonfly estimated the transition could generate an additional $220 million in annualized revenue for holders of Hyperliquid’s native token, HYPE. He also projected the move could reduce the circulating supply of Circle’s USDC by as much as 7%, representing a significant shift in the stablecoin landscape.

The competition for Hyperliquid’s stablecoin issuance is a major event in decentralized finance, highlighting a battle for a significant and stable revenue stream on one of DeFi’s leading platforms. By being backed by BlackRock, the company shows how the future is being shaped between institutional and digital finance.

 A community vote and a gas auction will decide the final choice. This is a very important test for decentralized decision-making in high-stakes financial relationships, where the result will decide both the ecosystem’s future and set parameters for this disruptive partnership.

Also Read: Hyperliquid to Launch USDH Stablecoin Ticker Post Validator Vote


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

"DeFi Asuransi: Mengapa Tidak Ada yang Membelinya?" Asuransi DeFi dirancang untuk menghilangkan perantara dengan pembayaran klaim otomatis melalui kontrak pintar. Namun, pada kenyataannya, hampir tidak ada yang membelinya. Alasan utamanya adalah biaya premi yang terlalu tinggi. Premi asuransi bisa mencapai 1.5%–6%, yang secara signifikan menggerus keuntungan tahunan dari platform seperti Aave atau Compound (biasanya 3%-4%). Akibatnya, laba bersih pengguna menjadi sangat rendah, bahkan bisa negatif. Risiko di DeFi juga sangat terkait. Satu insiden keamanan (seperti peretasan protokol atau kegagalan oracle) dapat mempengaruhi banyak platform sekaligus. Kolam asuransi DeFi saat ini, dengan total aset hanya sekitar puluhan juta dolar, tidak cukup untuk menanggung kerugian besar seperti peretasan miliaran dolar. Selain itu, model keputusan klaim seperti di Nexus Mutual, di mana pemegang token memutuskan klaim, dapat menciptakan bias untuk menolak pembayaran. Kapasitas asuransi seluruh industri sangat kecil dibandingkan dengan total aset terkunci di DeFi yang mencapai ratusan miliar dolar. Solusi yang muncul berfokus pada pencegahan (seperti program bug bounty) dan mencoba menarik modal reasuransi tradisional, mengakui bahwa dana di dalam ekosistem saja tidak cukup. Intinya, asuransi DeFi saat ini menghadapi paradoks: semua orang butuh perlindungan, tetapi biayanya membuatnya tidak menarik, dan tidak ada yang bisa memaksa pengguna untuk membelinya, sehingga meninggalkan pasar rentan terhadap risiko sistemik.

marsbit3j yang lalu

Mengapa Asuransi DeFi Tidak Laku?

marsbit3j yang lalu

Dompet Cardano Dihantam Eksploitasi SecondFi Akibat Cacat Kunci Pribadi Picu Peringatan Keamanan

SecondFi, sebelumnya terkait dengan merek dompet Yoroi, menangguhkan layanannya setelah cacat kritis dalam perangkat lunak pembuatan dompet berbasis web mereka melaporkan mengekspos kunci privat dan mengakibatkan pencurian ADA besar. Insiden ini memicu peringatan mendesak bagi pengguna yang terdampak, namun sumber yang divalidasi menegaskan satu poin penting: ini bukanlah peretasan terhadap protokol blockchain Cardano itu sendiri. Kerentanan terletak pada proses pembuatan kunci privat di perangkat lunak dompet web SecondFi. Perkiraan awal menyebutkan 16 juta ADA dicuri dari 374 dompet, bernilai sekitar $2,4 juta. Firma keamanan SlowMist memperingatkan dampak totalnya bisa melebihi 129 juta ADA (lebih dari $20 juta). Jaringan Cardano sendiri tidak diretas; masalahnya terlokalisir pada perangkat lunak SecondFi. Peringatan keselamatan terkuat bagi pengguna yang terdampak adalah untuk TIDAK memulihkan frase seed yang telah dikompromikan ke dalam dompet lain, karena kunci privatnya sendiri mungkin telah bocor. Pengguna juga diperingatkan terhadap tautan pemulihan tidak resmi atau platform pengembalian dana pihak ketiga yang sering muncul pasca-eksploitasi. Insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan blockchain tidak berakhir di lapisan protokol. Proses pembuatan dompet, antarmuka berbasis browser, dan penanganan frase seed bisa menjadi titik kegagalan kritis. Fokus saat ini adalah membantu pengguna terdampak menghindari eksposur lebih lanjut sementara cakupan akhir insiden dikonfirmasi.

bitcoinist3j yang lalu

Dompet Cardano Dihantam Eksploitasi SecondFi Akibat Cacat Kunci Pribadi Picu Peringatan Keamanan

bitcoinist3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片