OpenSea新版奥德赛:发币前最后的“撸毛”机会

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-09-09Terakhir diperbarui pada 2025-09-09

原创 | Odaily 星球日报(@OdailyChina

作者 | Asher(@Asher_ 0210

今晨,OpenSea 宣布将于 10 月初公布 SEA 代币 TGE 详情,并推出以下新功能及更新:

  • OS Mobile App:由人工智能驱动的移动端,优化并集成交易体验;
  • Flagship Collection:纪念 Web 3 文化遗产的系列,承诺投入超过一百万美元用于收购历史性 NFT 和新兴艺术家的作品;
  • Final Rewards Phase:平台费用的 50% 将用于资助代币和 NFT 奖品;
  • Pre-TGE Reward 最后阶段:设置价值 100 万美元奖池,包括代币和 NFT,用户通过交易和完成任务升级宝箱并获得奖励。

其中,对于“撸毛党”来说,最值得关注的内容是 Pre-TGE Reward 最后阶段,即从 9 月 15 日起,平台所有费用的 50%(NFT 为 1%,代币为 0.85%)将用于支持该计划,此外,团队还将提供 100 万美元的 OP 和 ARB 代币。

Pre-TGE Reward 最后阶段规则详解

根据官方信息,Pre-TGE Reward 最后阶段活动的详细解读如下:

总奖池

OpenSea 平台所有费用的 50%(NFT 为 1%,代币为 0.85%)+ 100 万美元的 OP 和 ARB 代币。

第一个宝箱

用户在 9 月 15 日登录账号可获得的第一个宝箱,该宝箱可以升级,提升箱子等级的方式如下:

  • 横跨 22 条链交易;
  • 完成每日航程;
  • 收集惊喜货物。

每个宝箱都会包含一个宝藏,等级 1 至 12 级,赛季结束时宝箱等级越高,用户获得的奖励份额就越大。

Pre-TGE Reward 最后阶段宝箱等级示意图

第二个宝箱

此外,参与 OpenSea 历史活动与 Pre-TGE Reward 最后阶段的奖励是分开的,当前的“航程”参与者将于 9 月 15 日获得一个宝箱,分为1 至 12 级,这份宝箱将体现用户过去三个月的交互成果。

“航程”参与者将获得宝箱等级示意图

交互教程

对于 OpenSea TGE 前的最后交互博代币的机会,“撸毛党”能做的一是等待 9 月 15 日发放的第一个宝箱,参加新版奥德赛任务,尽可能提升该宝箱的级别(届时Odaily星球日报会更新手把手交互教程);二是登录 OpenSea,参与当前奥德赛仍能交互的任务(交互链接:https://opensea.io/rewards),目前仅有一个新任务,根据提示交互即可,需在 3 天内完成。

此外,下一个新任务将在明早更新,记得查看并第一时间完成。

当前 OpenSea 奥德赛任务列表

相关内容

OpenSea 终发币:NFT 虽凉,撸毛不凉

Bacaan Terkait

Barisan Timur dan Barat AI China: Dari Yan'an ke Midway

Analisis "Front AI China: Dari Yan'an ke Midway" membahas persaingan strategis perusahaan AI China (Tencent, Alibaba, ByteDance) melawan raksasa AS seperti Anthropic dan OpenAI, menggunakan metafora Perang Dunia II. Di Front Timur, terjadi perang gesekan dengan biaya marjinal tinggi. Tencent fokus pada efisiensi monetisasi AI melalui iklan dan layanan cloud yang ada. Alibaba bertaruh pada pengembangan stack penuh dari chip ke aplikasi untuk mengendalikan biaya, namun menghadapi tekanan profitabilitas. ByteDance bergantung pada logika traffic massal dengan aplikasi seperti Doubao, tetapi terbebani biaya operasional tinggi dan monetisasi pengguna C- yang rendah. Pertarungan untuk menjadi "pintu masuk super" AI masa depan melibatkan kemampuan menutup loop transaksi, dengan keunggulan ekosistem Tencent dan Alibaba. Di Front Barat, ada perbedaan strategi mendasar: model AS (Anthropic, OpenAI) mengejar model tertutup berharga premium untuk klien enterprise, sementara China memilih strategi "lingkari kota dari desa" dengan model open-source (Qwen, DeepSeek) dan harga rendah untuk merebut pasar pengembang global dan membangun standar. Tantangannya adalah mengubah kepemilikan ekosistem ini menjadi monetisasi yang berkelanjutan. Kesimpulannya, AI China memiliki basis pengguna dan teknologi, tetapi perlu menjembatani kesenjangan monetisasi, terutama di segmen B2B yang bernilai tinggi. Masa depan akan ditentukan oleh kemampuan membangun loop bisnis berkelanjutan, mengubah keunggulan ekosistem open-source menjadi standar global, dan ketahanan strategis dalam perjalanan panjang dari "pabrik Token" ke "tanah tinggi bernilai".

marsbit23m yang lalu

Barisan Timur dan Barat AI China: Dari Yan'an ke Midway

marsbit23m yang lalu

Sebuah Sejarah Evolusi Teknologi yang Digerakkan oleh Listrik: Aluminium, Bitcoin, dan AI

Dari bekas pabrik aluminium di Rockdale, Texas, hingga negara-negara Teluk, sebuah pola berulang terlihat: industri yang mengonsumsi energi tinggi terus berganti, tetapi inti asetnya tetap sama – akses ke listrik murah. Artikel ini menelusuri evolusi pemanfaatan listrik, dimulai dari industri peleburan aluminium (dengan pendapatan kotor $0.17–0.27 per kWh), yang kemudian digantikan oleh penambangan Bitcoin saat profitabilitasnya lebih tinggi ($0.05–0.11 per kWh). Kini, di tengah harga Bitcoin yang rendah, pusat data AI menjadi pemanfaat listrik yang jauh lebih menguntungkan ($1.27–3.67 per kWh untuk inferensi AI dengan H100). Perusahaan-perusahaan seperti Riot Platforms, TeraWulf, dan NYDIG berlomba mengamankan situs industri tua untuk infrastruktur listriknya, baik untuk penambangan kripto maupun, yang semakin dominan, untuk komputasi AI. Raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google juga masuk ke persaingan ini, mendorong beberapa penambang Bitcoin beralih ke AI. Fenomena "kutukan sumber daya digital" ini juga terlihat di Timur Tengah, di mana listrik murah yang dulu menarik industri berat kini dialihkan ke pusat data AI besar. Bhutan menghentikan penambangan Bitcoin sovereign-nya demi menjual listrik ke India karena lebih stabil. Artikel ini juga menyoroti model alternatif dari proyek-proyek kripto seperti Bittensor dan Render yang memanfaatkan komputasi terdistribusi, serta visi futuristik pusat data tenaga surya di orbit. Kesimpulan utamanya: entitas yang mengontrol listrik termurah akan menentukan penggunaan komputasi di masa depan, terlepas dari teknologi yang beroperasi di atasnya.

marsbit35m yang lalu

Sebuah Sejarah Evolusi Teknologi yang Digerakkan oleh Listrik: Aluminium, Bitcoin, dan AI

marsbit35m yang lalu

Menyerang Kota Mudah, Mengatur Kota Sulit: Polymarket Ingin Berkibar Global, Tapi Harus Tunduk di Mana-Mana

Polymarket, platform prediksi berbasis blockchain, menghadapi tantangan regulasi yang kompleks dalam ekspansi globalnya. Baru-baru ini, platform ini diblokir di India karena dikategorikan sebagai "perjudian uang daring" dan juga menghadapi larangan di Brasil, Ukraina, serta beberapa negara Eropa seperti Prancis, Portugal, dan Belanda, dengan alasan melanggar hukum perjudian atau derivatif setempat. Secara global, respons regulator terhadap pasar prediksi terbagi dalam tiga pendekatan: pemblokiran langsung (seperti di India dan Brasil), penegakan melalui regulasi perjudian dan derivatif yang ada (seperti di Eropa dan Australia), serta upaya "membawa ke dalam sistem" dengan kerangka perizinan khusus (seperti di Brasil yang mengizinkan produk sejenis untuk investor profesional dan Dubai dengan rezim lisensi VARA). Untuk memasuki pasar utama, Polymarket menerapkan strategi yang disesuaikan. Di AS, mereka membayar denda dan mengakuisisi perusahaan berlisensi CFTC untuk kembali secara legal, meski harus mengorbankan anonimitas. Mereka juga bermitra dengan ICE (NYSE) yang berinvestasi besar-besaran untuk mendistribusikan data probabilitas acak mereka. Sementara di Jepang, platform ini memulai lobi jangka panjang untuk melegalkan pasar prediksi, dengan target persetujuan pada 2030, mengingat lingkungan regulasi yang sangat ketat terkait perjudian di negara tersebut. Meski menghadapi berbagai pembatasan, volume perdagangan pasar prediksi global diperkirakan tumbuh pesat, dari $51 miliar menjadi $2.4 triliun pada 2026. Inti tantangan Polymarket dan sejenisnya adalah bagaimana mengintegrasikan sistem desentralisasi "tanpa izin" mereka ke dalam kerangka regulasi yang berlandaskan kedaulatan, lisensi, dan perlindungan konsumen di setiap negara.

链捕手42m yang lalu

Menyerang Kota Mudah, Mengatur Kota Sulit: Polymarket Ingin Berkibar Global, Tapi Harus Tunduk di Mana-Mana

链捕手42m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片