How Dogecoin’s 5‑wave setup could unlock DOGE’s $0.22 rebound

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-09-04Terakhir diperbarui pada 2025-09-05

Key Takeaways

The price action of Dogecoin signaled a potential bottom from the TD Sequential indicator. Buyers were stepping up their positions inside the 5-wave move. 


Dogecoin [DOGE] maintained its position among the top ten coins by capitalization, ahead of all other memecoins.

The memecoin has already begun making inroads on Wall Street, driven by pending ETF approvals and growing excitement around upcoming crypto treasury initiatives.

However, despite the buzz, CleanCore Shares dropped following their announcement of a DOGE-backed treasury, unlike other crypto treasuries that saw positive momentum. 

At the time, most cryptocurrencies, including DOGE, were undergoing a correction. Still, signs pointed to an impending shift in market sentiment.

Dogecoin flashes ‘buy signal’

Lower time frame charts were signaling a potential bottom for Dogecoin around the $0.21 level. This came shortly after the TD Sequential indicator successfully identified a local top just above $0.22.

This signal is noteworthy, as lower time frames often lay the foundation for larger trends, though they ultimately move in the direction of the higher time frames.

If DOGE maintains its current structure, the price could rebound and trade above $0.22, possibly extending higher. 

However, a breakdown below the support zone could invalidate the setup and delay the expected short-term recovery.

doge dogecoindoge dogecoin

Source: Ali Charts/X

The larger timeframe chart aligned with the hourly chart, reinforcing the overall trend. According to Trader Tardigrade’s post, the 2-week chart had broken out above a 5-wave descending broadening wedge.

After breaking out of the 5-wave pattern, the price now appears to have successfully retested the breakout level.

The RSI was just above the neutral level from an oversold zone, as of writing, indicating potential continuation.

The market sentiment from whales and retail supported this outlook per Market Prophit on X.

Sentiment readings for the crowd and Smart Money were 0.15 and 0.36, respectively. The low values meant that the belief was moderately optimistic.

How liquidity and volume are key for the next move 

The liquidity levels showed that more than $10 million was sitting right below $0.214, with less dense clusters above the current price action. The turnaround followed after the price swept liquidity above $0.214.

Aggregated Orderbook Liquidity Delta was green on the day, per CoinGlass data. This further indicated that buyers were increasingly longing for the memecoin following the price action signal.

doge dogecoindoge dogecoin

Source: CoinGlass

Token trading volume was also recovering from the dip that followed July’s peak value of $89 billion.

At press time, this metric was at $14 billion, slightly higher than previous days of the week per Token Terminal.

The main factors contributing to this volume were the spot orders from whales and retail. They have been accumulating, but retail seemed to be doing more as per CryptoQuant data.

Share

Bacaan Terkait

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报2m yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报2m yang lalu

Jawaban Lokal untuk Komputasi Luar Angkasa: Lebih Efisien dengan Foton, Jalur Musk dan Huang Terlalu Berbelit

Perlombaan komputasi luar angkasa telah menjadi perlombaan senjata nyata, dengan Musk dan Jensen Huang (CEO Nvidia) menekankan pentingnya kecerdasan di tempat data dihasilkan dan potensi satelit AI bertenaga surya sebagai solusi komputasi paling hemat biaya pada 2032. Namun, komputasi di luar angkasa menghadapi tantangan teknis yang jauh lebih keras daripada di darat: radiasi partikel energi tinggi yang menyebabkan kesalahan chip, kesulitan dissipasi panas di lingkungan vakum, dan pasokan daya yang sangat terbatas. Di sinilah **komputasi fotonik** muncul sebagai jawaban potensial. Chip komputasi fotonik menggunakan foton (cahaya) sebagai pembawa informasi, yang memiliki keunggulan alami untuk lingkungan luar angkasa: 1. **Tahan Radiasi**: Foton tidak bermuatan listrik, sehingga tidak rentan terhadap gangguan langsung dari partikel energi tinggi. 2. **Rendah Panas**: Proses komputasi dengan cahaya dalam waveguide hampir tidak menghasilkan panas, mengatasi masalah dissipasi panas yang kritis. 3. **Rendah Daya**: Konsumsi daya statis mendekati nol, cocok dengan sumber energi terbatas satelit. Keunggulan ini memungkinkan komputasi fotonik mencapai kepadatan komputasi yang lebih tinggi dengan berat dan volume muatan yang sama dibandingkan chip elektronik tradisional, karena membutuhkan sistem pendukung (pendingin, pelindung radiasi) yang lebih sederhana dan ringan. Sementara chip elektronik mendekati batas fisik penyusutan transistor (quantum tunneling), komputasi fotonik meningkatkan kinerja dengan memperluas skala dan memanfaatkan multidimensi cahaya (panjang gelombang, polarisasi), menawarkan jalur pengembangan yang berbeda. Meski menjanjikan, komputasi fotonik masih perlu mengatasi tantangan seperti integrasi skala besar, memisahkan memori dan komputasi, serta validasi rekayasa untuk kondisi peluncuran (getaran tinggi) dan lingkungan orbit. Jalur menuju komputasi berbasis luar angkasa yang komersial dan terukur masih panjang, tetapi komputasi fotonik dan interkoneksi fotonik ("komputasi & koneksi cahaya") muncul sebagai kartu truf potensial untuk mendorong batas kemampuan konstelasi komputasi di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Jawaban Lokal untuk Komputasi Luar Angkasa: Lebih Efisien dengan Foton, Jalur Musk dan Huang Terlalu Berbelit

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片