Fireblocks Launches Stablecoin Network Amid $200B Monthly Volume Surge

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-04Terakhir diperbarui pada 2025-09-04

Crypto custody firm Fireblocks has rolled out its own stablecoin payments network, targeting the inefficiencies of today’s scattered infrastructure. The platform connects issuers, banks, fintechs, and liquidity providers, and already handles over $200 billion in transactions monthly, according to the company. 

The move positions Fireblocks at the center of one of 2025’s fastest-growing segments: enterprise-grade stablecoin settlements.

A SWIFT-Style Push for Stablecoins

Described by Fireblocks as a “stablecoin SWIFT”, the new infrastructure is designed to eliminate fragmentation across current stablecoin systems. Instead of routing transactions through disconnected on/off-ramps and opaque platforms, Fireblocks’ network offers a unified payments layer for digital dollars.

The company said more than 40 participants have already onboarded, including Circle—issuer of USDC and Bridge, a stablecoin platform acquired by Stripe in 2024. Combined, these partners already process over $200 billion in monthly stablecoin payments.

“The existing rails are too scattered to support institutional scale,” Fireblocks said in Thursday’s announcement. “This network is built to fix that.”

Stablecoins Surge Past $280 Billion

The timing aligns with explosive growth across the stablecoin sector. According to data cited by Grayscale, total monthly stablecoin settlement volume hit $800 billion in June. Meanwhile, the market cap of stablecoins jumped from $200 billion in January to $280 billion in August, reflecting institutional demand for fast, dollar-pegged settlements.

Competing players such as Circle and Stripe are also building side infrastructure. Circle rolled out its own stablecoin payments network in April, while Stripe has leaned heavily into Bridge, acquired to support stablecoin and tokenized asset flows. Both companies are also building their own proprietary blockchains.

Broader Impact

Fireblocks’ move puts it in direct competition with some of the biggest names in stablecoin infrastructure. As transaction volumes climb and compliance frameworks tighten, whoever controls the payments backbone stands to define how digital dollars scale globally.

If the SWIFT comparison holds, Fireblocks may be setting the foundation for a cross-border, bank-grade standard in stablecoin settlement—and claiming a first-mover edge in the next phase of crypto-native finance.

Also Read: Mega Matrix Files $2B Shelf to Buy Governance Tokens


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报1j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报1j yang lalu

Jawaban Lokal untuk Komputasi Luar Angkasa: Lebih Efisien dengan Foton, Jalur Musk dan Huang Terlalu Berbelit

Perlombaan komputasi luar angkasa telah menjadi perlombaan senjata nyata, dengan Musk dan Jensen Huang (CEO Nvidia) menekankan pentingnya kecerdasan di tempat data dihasilkan dan potensi satelit AI bertenaga surya sebagai solusi komputasi paling hemat biaya pada 2032. Namun, komputasi di luar angkasa menghadapi tantangan teknis yang jauh lebih keras daripada di darat: radiasi partikel energi tinggi yang menyebabkan kesalahan chip, kesulitan dissipasi panas di lingkungan vakum, dan pasokan daya yang sangat terbatas. Di sinilah **komputasi fotonik** muncul sebagai jawaban potensial. Chip komputasi fotonik menggunakan foton (cahaya) sebagai pembawa informasi, yang memiliki keunggulan alami untuk lingkungan luar angkasa: 1. **Tahan Radiasi**: Foton tidak bermuatan listrik, sehingga tidak rentan terhadap gangguan langsung dari partikel energi tinggi. 2. **Rendah Panas**: Proses komputasi dengan cahaya dalam waveguide hampir tidak menghasilkan panas, mengatasi masalah dissipasi panas yang kritis. 3. **Rendah Daya**: Konsumsi daya statis mendekati nol, cocok dengan sumber energi terbatas satelit. Keunggulan ini memungkinkan komputasi fotonik mencapai kepadatan komputasi yang lebih tinggi dengan berat dan volume muatan yang sama dibandingkan chip elektronik tradisional, karena membutuhkan sistem pendukung (pendingin, pelindung radiasi) yang lebih sederhana dan ringan. Sementara chip elektronik mendekati batas fisik penyusutan transistor (quantum tunneling), komputasi fotonik meningkatkan kinerja dengan memperluas skala dan memanfaatkan multidimensi cahaya (panjang gelombang, polarisasi), menawarkan jalur pengembangan yang berbeda. Meski menjanjikan, komputasi fotonik masih perlu mengatasi tantangan seperti integrasi skala besar, memisahkan memori dan komputasi, serta validasi rekayasa untuk kondisi peluncuran (getaran tinggi) dan lingkungan orbit. Jalur menuju komputasi berbasis luar angkasa yang komersial dan terukur masih panjang, tetapi komputasi fotonik dan interkoneksi fotonik ("komputasi & koneksi cahaya") muncul sebagai kartu truf potensial untuk mendorong batas kemampuan konstelasi komputasi di masa depan.

marsbit3j yang lalu

Jawaban Lokal untuk Komputasi Luar Angkasa: Lebih Efisien dengan Foton, Jalur Musk dan Huang Terlalu Berbelit

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片