Federal Reserve Governor Calls For Regulators To Embrace Crypto

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-20Terakhir diperbarui pada 2025-08-20

Abstrak

Federal Reserve (Fed) Governor Michelle Bowman is urging US regulators to abandon their “overly cautious mind-set” regarding cryptocurrencies, blockchain technology,...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Federal Reserve (Fed) Governor Michelle Bowman is urging US regulators to abandon their “overly cautious mind-set” regarding cryptocurrencies, blockchain technology, and artificial intelligence (AI). 

Speaking at the Wyoming Blockchain Symposium, Bowman emphasized the need for a proactive approach to adapt to emerging technologies, marking a departure from the more conservative stance of previous regulatory bodies.

Bowman Advocates For Flexible Oversight 

Bowman, who was nominated to the Federal Reserve Board by President Donald Trump in 2018 and appointed as Vice Chair for Supervision earlier this year, stated, “Despite this past inertia, change is coming.” 

She underscored the importance of choosing to embrace this change and creating a regulatory framework that is both reliable and efficient. “We must ensure safety and soundness while incorporating the benefits of speed and efficiency,” she asserted. 

The choice is clear from a regulator’s perspective: we can either stand still and let new technology bypass the traditional banking system or help shape its future.

A key topic in her address was the recently passed GENIUS Act, which regulates stablecoins. This legislation, signed into law by President Trump, has positioned stablecoins at the forefront of discussions about the future of the financial system. 

According to Bowman, dollar-pegged cryptocurrencies have the potential to disrupt traditional payment infrastructures while offering new opportunities for the banking sector.

In addition to discussing stablecoin regulation, Bowman revealed that she is working on plans to adjust banks’ regulatory commitments according to their size and complexity. 

Fed’s Discontinuation Of Crypto Oversight Program

The Federal Reserve also disclosed last week the discontinuation of its “novel activities” supervision program, which was designed to monitor banks’ interactions with the cryptocurrency and fintech sectors. 

This program, launched in 2023, faced criticism for imposing significant restrictions on banks engaging with digital assets. The Fed has determined that such specialized oversight is no longer necessary, citing an improved understanding of the risks involved and how banks can effectively manage these challenges.

As reported by Bitcoinist, the central bank’s move is part of a broader effort to align with President Donald Trump’s vision of making America the “crypto capital of the world.” 

By incorporating digital asset oversight into its conventional bank supervision framework, the Federal Reserve aims to foster an environment that supports innovation in the financial sector.

Speculation about Bowman’s future role has also emerged, with her name mentioned as a potential successor to current Fed Chair Jerome Powell when his term concludes in May 2026. However, during a recent Bloomberg interview, she deflected questions about her aspirations for that position.

Governor Bowman’s remarks and the regulatory changes she advocates reflect a pivotal moment for the US financial landscape, as regulators seek to balance innovation with the need for safety and stability in the banking system.

Crypto
The daily chart shows the total crypto market cap at $3.76 trillion. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from DALL-E, chart from TradingView.com 

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

B20: Gerbang Baru Base untuk Tokenisasi, Ingin Menampung Aset-Apa Saja?

**Ringkasan: B20, Gerbang Baru Penerbitan Aset di Base, Menargetkan Aset-Apa Saja?** Pada akhir Juni 2024, jaringan lapis-2 (L2) Base mengalami dua kali gangguan produksi blok karena bug pada logika pembangun blok sequencer. Gangguan ini juga menyebabkan penundaan peluncuran utama B20, komponen penting dalam peningkatan jaringan "Beryl" Base. B20 adalah standar token asli Base, berfungsi sebagai antarmuka terpadu untuk penerbitan aset seperti token ERC-20. Perbedaannya, logika inti B20 diimplementasikan sebagai precompile Rust di level jaringan, bukan sebagai kontrak pintar EVM mandiri, sehingga lebih cepat dan lebih murah. B20 tetap kompatibel sepenuhnya dengan standar ERC-20, memudahkan integrasi dengan dompet dan protokol DeFi yang ada. Kekuatan utama B20 terletak pada fitur kontrol dan manajemen yang kuat untuk penerbit aset, yang sangat relevan untuk stablecoin, aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA), dan aset lainnya yang memerlukan kepatuhan. Fitur-fitur kunci tersebut meliputi: 1. **Manajemen Izin Berlapis:** Hak untuk mencetak, menghancurkan, menjeda, atau mengubah metadata token dapat diberikan ke peran yang berbeda, mengurangi risiko konsentrasi wewenang. 2. **Kendali Aliran Aset:** Penerbit dapat mengatur daftar putih (whitelist) dan daftar hitam (blacklist) untuk membatasi alamat pengirim, penerima, atau pemanggil dalam transfer token, serta mengontrol siapa yang dapat menerima token yang baru dicetak. 3. **Pencatatan On-Chain:** Fitur memo (catatan) memungkinkan penyematatan pengidentifikasi (seperti nomor pesanan atau ID penyelesaian) pada transaksi, menghubungkan aktivitas on-chain dengan catatan bisnis off-chain. Dengan menyediakan infrastruktur penerbitan yang terstandarisasi, aman, dan dapat dikontrol ini, Base bertujuan untuk menjadi rumah yang lebih menarik bagi aset-aset yang memerlukan tata kelola yang jelas, sekaligus menurunkan biaya dan kompleksitas teknis untuk penerbit. Penting untuk dicatat bahwa B20 menyediakan *kemampuan* untuk membuat aturan, tetapi penerapan aturan spesifik (seperti KYC atau pembatasan) sepenuhnya menjadi tanggung jawab penerbit aset. Penundaan peluncuran menekankan pentingnya stabilitas jaringan sebagai fondasi untuk fitur inti seperti B20.

Foresight News15m yang lalu

B20: Gerbang Baru Base untuk Tokenisasi, Ingin Menampung Aset-Apa Saja?

Foresight News15m yang lalu

Dialog Jens dari Yayasan IOTA: Dari Kenya hingga Inggris, TWIN Membawa Perdagangan Global ke Era "5 Menit"

Wawancara dengan Jens dari IOTA Foundation: TWIN Percepat Perdagangan Global ke Era '5 Menit' Infrastruktur kolaborasi digital TWIN, dibangun di atas protokol IOTA, bertujuan merevolusi sistem perdagangan global yang lama bergantung pada dokumen kertas dan sistem yang terfragmentasi. Menurut Jens Munch Lund-Nielsen, Kepala Departemen Perdagangan & Rantai Pasokan Global di IOTA Foundation, inti masalahnya adalah kurangnya infrastruktur netral yang dipercaya semua pihak untuk bertukar data. TWIN menawarkan lapisan dasar terbuka dan terdesentralisasi, memungkinkan perusahaan, pemerintah, dan pelabuhan bertukar data serta dokumen terverifikasi secara real-time dengan biaya rendah, berkat arsitektur DAG IOTA yang scalable. Dalam setahun sejak diluncurkan Mei 2025, TWIN telah menunjukkan hasil nyata: - Di Afrika Timur, proyek TLIP memangkas waktu pengambilan dokumen untuk ekspor bunga, kopi, dan teh dari 6-7 jam menjadi sekitar 30 menit. - Di Inggris, TWIN diuji dalam uji coba pemerintah untuk pengiriman daging unggas, memberikan visibilitas data lebih awal ke otoritas perbatasan. - Berbagai proyek lainnya sedang berjalan untuk menelusuri rantai pasok, meningkatkan efisiensi pelabuhan, dan mendukung pembiayaan perdagangan. TWIN mengatasi tantangan interoperabilitas dengan menggunakan standar global (seperti dari UN/CEFACT dan WCO) serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk keselarasan regulasi. Keberhasilannya diharapkan dapat menyambungkan 'pulau-pulau digital' yang ada, mengurangi friksi, dan berpotensi membantu menutup celah pembiayaan perdagangan global yang mencapai US$2,5 triliun.

marsbit17m yang lalu

Dialog Jens dari Yayasan IOTA: Dari Kenya hingga Inggris, TWIN Membawa Perdagangan Global ke Era "5 Menit"

marsbit17m yang lalu

MicroStrategy Rilis Skenario Self-Rescue, Permainan dan Kalkulasi di Balik Penjualan Koin Senilai $12.5 Miliar

Penulis: Jae, PANews Sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia, MicroStrategy telah mengubah strategi lamanya yang hanya membeli dan menyimpan Bitcoin (HODL). Perusahaan ini kini memperkenalkan "Kerangka Modal Kredit Digital" yang terdiri dari lima pilar utama untuk mengatasi kerugian mengambang lebih dari $13 miliar akibat penurunan harga Bitcoin dan tekanan likuiditas. Lima pilar tersebut adalah: 1) Cadangan tunai $2,55 miliar untuk biaya tetap; 2) Menaikkan dividen saham preferen STRK menjadi 12% untuk menarik investor; 3) Opsi buyback saham preferen hingga $10 miliar; 4) Opsi buyback saham biasa hingga $10 miliar; dan yang paling mengejutkan, 5) Rencana penjualan Bitcoin bertahap hingga $1,25 miliar untuk menambah likuiditas. Langkah ini bertujuan memperbaiki nilai mNAV (rasio kapitalisasi pasar terhadap nilai aset bersih Bitcoin) di atas 1, sehingga perusahaan dapat kembali membuka jalur pendanaan. Meski secara finansial dianggap sebagai pertahanan yang rasional, keputusan untuk berpotensi menjual Bitcoin merusak citra "keyakinan tanpa kompromi" perusahaan dan bisa memicu tekanan jual di pasar. Investor kini mengawasi dua hal: kemajuan buyback $20 miliar untuk memulihkan harga STRK, dan sinyal penjualan Bitcoin pertama oleh MicroStrategy. Transformasi ini menandai titik balik dari sekadar "mesin penimbun" menjadi manajer modal yang dinamis, yang kelangsungan hidupnya akan menjadi contoh bagi strategi alokasi modal aset digital global.

marsbit19m yang lalu

MicroStrategy Rilis Skenario Self-Rescue, Permainan dan Kalkulasi di Balik Penjualan Koin Senilai $12.5 Miliar

marsbit19m yang lalu

Trading

Spot
活动图片