US Federal Regulators To Review State-Level Stablecoin Frameworks Under GENIUS Act

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-08-20Terakhir diperbarui pada 2025-08-20

Abstrak

US federal regulators are set to review state regulations of stablecoins to “even out” rules across jurisdictions under the new...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

US federal regulators are set to review state regulations of stablecoins to “even out” rules across jurisdictions under the new federal regulatory framework for the sector, the Guiding and Establishing National Innovation for U.S. Stablecoins (GENIUS) Act.

State-Level Stablecoin Rules To Face Federal Review

A federal committee led by the US Treasury Secretary is expected to start evaluating state-level regulatory regimes to determine whether they are similar to the federal regulatory framework under the GENIUS Act.

Following last month’s enactment of the landmark crypto legislation, the Stablecoin Certification Review, comprised of the US Treasury Secretary and the chairmen of the Federal Reserve and the Federal Deposit Insurance Corporation, is in charge of reviewing state-by-state rules and “establish broad-based principles for determining whether a State-level regulatory regime is substantially similar to the Federal regulatory framework under this Act.”

stablecoin

Excerpt from the GENIUS Act. Source: congress.gov

The requirement aims to level out regulatory approaches between states to make compliance by stablecoin issuers more seamless across jurisdictions, as issuers face a different set of rules and policies depending on each jurisdiction, with some states having a stricter approach to the industry while others have a more welcoming strategy.

Gavin Meyers, a financial services regulatory partner at Pierson Ferdinand LLP, told Bloomberg Law that “It creates a potential for less of a mosaic of state-by-state regulation, which kind of plagues other aspects of the financial industry,” asserting that “eliminating that barrier is a highly beneficial aspect of the committee.”

“There will be some wiggle room in states that have been more favorable to crypto generally, like Wyoming,” Meyers affirmed. Notably, Wyoming has passed over 45 pieces of crypto-related legislation since 2016, including a bill in 2023 that authorized a state commission to issue stablecoins pegged to the US dollar.

Moreover, it launched Frontier (FRNT), the US’s first state-issued stablecoin, on seven blockchains, including Ethereum, Solana, and Avalanche, on August 19. Nonetheless, “due to lingering regulatory hurdles, the token is not yet available to the public,” noted crypto journalist Eleanor Terrett on X.

The Importance Of Clear Frameworks

According to the Bloomberg Law report, the federal Committee is ready to “even out the state-by-state approach, curtailing stricter regulatory regimes or building upon permissive state frameworks.”

Rosemary Spaziani, a partner at Gibson Dunn & Crutcher LLP, told the news media outlet that “If 40 states all sign on to what the federal government does, those are going to be pretty simple rubber stamps—they’re going to adopt a model act and incorporate it into their laws,” while “the ones that deviate are probably going to be a bit of a bottleneck.”

Additionally, the companies hoping to enter the stablecoin sector will likely welcome federal oversight to avoid potential compliance issues. Meyers noted that “If you are licensed by whichever state that qualifies under the ‘GENIUS Act,’ that certification is good across the country.”

Recently, leading banking associations sent a joint letter to the US Senate Banking Committee calling for amendments to the GENIUS Act. The associations asked the lawmakers to address multiple “loopholes” in the landmark legislation, arguing that a clear regulatory framework is crucial for the digital assets market.

Among the recommendations, they urged the Committee to strengthen the prohibition on interest payments related to payment stablecoins and to repeal a section of the GENIUS Act that allows uninsured, out-of-state-chartered financial institutions to operate without the host states’ approval, which could complicate regulation.

stablecoin, btc, btcusdt

Bitcoin's performance in the one-week chart. Source: BTCUSDT on TradingView
Featured Image from Unsplash.com, Chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Rubmar is a crypto enthusiast who likes learning and improving constantly. She enjoys reporting on the latest news and developments in the crypto industry. Rubmar also enjoys scrapbooking, crafting, simulation games, and watching football.

Bacaan Terkait

B20: Gerbang Baru Base untuk Tokenisasi, Ingin Menampung Aset-Apa Saja?

**Ringkasan: B20, Gerbang Baru Penerbitan Aset di Base, Menargetkan Aset-Apa Saja?** Pada akhir Juni 2024, jaringan lapis-2 (L2) Base mengalami dua kali gangguan produksi blok karena bug pada logika pembangun blok sequencer. Gangguan ini juga menyebabkan penundaan peluncuran utama B20, komponen penting dalam peningkatan jaringan "Beryl" Base. B20 adalah standar token asli Base, berfungsi sebagai antarmuka terpadu untuk penerbitan aset seperti token ERC-20. Perbedaannya, logika inti B20 diimplementasikan sebagai precompile Rust di level jaringan, bukan sebagai kontrak pintar EVM mandiri, sehingga lebih cepat dan lebih murah. B20 tetap kompatibel sepenuhnya dengan standar ERC-20, memudahkan integrasi dengan dompet dan protokol DeFi yang ada. Kekuatan utama B20 terletak pada fitur kontrol dan manajemen yang kuat untuk penerbit aset, yang sangat relevan untuk stablecoin, aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA), dan aset lainnya yang memerlukan kepatuhan. Fitur-fitur kunci tersebut meliputi: 1. **Manajemen Izin Berlapis:** Hak untuk mencetak, menghancurkan, menjeda, atau mengubah metadata token dapat diberikan ke peran yang berbeda, mengurangi risiko konsentrasi wewenang. 2. **Kendali Aliran Aset:** Penerbit dapat mengatur daftar putih (whitelist) dan daftar hitam (blacklist) untuk membatasi alamat pengirim, penerima, atau pemanggil dalam transfer token, serta mengontrol siapa yang dapat menerima token yang baru dicetak. 3. **Pencatatan On-Chain:** Fitur memo (catatan) memungkinkan penyematatan pengidentifikasi (seperti nomor pesanan atau ID penyelesaian) pada transaksi, menghubungkan aktivitas on-chain dengan catatan bisnis off-chain. Dengan menyediakan infrastruktur penerbitan yang terstandarisasi, aman, dan dapat dikontrol ini, Base bertujuan untuk menjadi rumah yang lebih menarik bagi aset-aset yang memerlukan tata kelola yang jelas, sekaligus menurunkan biaya dan kompleksitas teknis untuk penerbit. Penting untuk dicatat bahwa B20 menyediakan *kemampuan* untuk membuat aturan, tetapi penerapan aturan spesifik (seperti KYC atau pembatasan) sepenuhnya menjadi tanggung jawab penerbit aset. Penundaan peluncuran menekankan pentingnya stabilitas jaringan sebagai fondasi untuk fitur inti seperti B20.

Foresight News14m yang lalu

B20: Gerbang Baru Base untuk Tokenisasi, Ingin Menampung Aset-Apa Saja?

Foresight News14m yang lalu

Dialog Jens dari Yayasan IOTA: Dari Kenya hingga Inggris, TWIN Membawa Perdagangan Global ke Era "5 Menit"

Wawancara dengan Jens dari IOTA Foundation: TWIN Percepat Perdagangan Global ke Era '5 Menit' Infrastruktur kolaborasi digital TWIN, dibangun di atas protokol IOTA, bertujuan merevolusi sistem perdagangan global yang lama bergantung pada dokumen kertas dan sistem yang terfragmentasi. Menurut Jens Munch Lund-Nielsen, Kepala Departemen Perdagangan & Rantai Pasokan Global di IOTA Foundation, inti masalahnya adalah kurangnya infrastruktur netral yang dipercaya semua pihak untuk bertukar data. TWIN menawarkan lapisan dasar terbuka dan terdesentralisasi, memungkinkan perusahaan, pemerintah, dan pelabuhan bertukar data serta dokumen terverifikasi secara real-time dengan biaya rendah, berkat arsitektur DAG IOTA yang scalable. Dalam setahun sejak diluncurkan Mei 2025, TWIN telah menunjukkan hasil nyata: - Di Afrika Timur, proyek TLIP memangkas waktu pengambilan dokumen untuk ekspor bunga, kopi, dan teh dari 6-7 jam menjadi sekitar 30 menit. - Di Inggris, TWIN diuji dalam uji coba pemerintah untuk pengiriman daging unggas, memberikan visibilitas data lebih awal ke otoritas perbatasan. - Berbagai proyek lainnya sedang berjalan untuk menelusuri rantai pasok, meningkatkan efisiensi pelabuhan, dan mendukung pembiayaan perdagangan. TWIN mengatasi tantangan interoperabilitas dengan menggunakan standar global (seperti dari UN/CEFACT dan WCO) serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk keselarasan regulasi. Keberhasilannya diharapkan dapat menyambungkan 'pulau-pulau digital' yang ada, mengurangi friksi, dan berpotensi membantu menutup celah pembiayaan perdagangan global yang mencapai US$2,5 triliun.

marsbit17m yang lalu

Dialog Jens dari Yayasan IOTA: Dari Kenya hingga Inggris, TWIN Membawa Perdagangan Global ke Era "5 Menit"

marsbit17m yang lalu

MicroStrategy Rilis Skenario Self-Rescue, Permainan dan Kalkulasi di Balik Penjualan Koin Senilai $12.5 Miliar

Penulis: Jae, PANews Sebagai pemegang Bitcoin terbesar di dunia, MicroStrategy telah mengubah strategi lamanya yang hanya membeli dan menyimpan Bitcoin (HODL). Perusahaan ini kini memperkenalkan "Kerangka Modal Kredit Digital" yang terdiri dari lima pilar utama untuk mengatasi kerugian mengambang lebih dari $13 miliar akibat penurunan harga Bitcoin dan tekanan likuiditas. Lima pilar tersebut adalah: 1) Cadangan tunai $2,55 miliar untuk biaya tetap; 2) Menaikkan dividen saham preferen STRK menjadi 12% untuk menarik investor; 3) Opsi buyback saham preferen hingga $10 miliar; 4) Opsi buyback saham biasa hingga $10 miliar; dan yang paling mengejutkan, 5) Rencana penjualan Bitcoin bertahap hingga $1,25 miliar untuk menambah likuiditas. Langkah ini bertujuan memperbaiki nilai mNAV (rasio kapitalisasi pasar terhadap nilai aset bersih Bitcoin) di atas 1, sehingga perusahaan dapat kembali membuka jalur pendanaan. Meski secara finansial dianggap sebagai pertahanan yang rasional, keputusan untuk berpotensi menjual Bitcoin merusak citra "keyakinan tanpa kompromi" perusahaan dan bisa memicu tekanan jual di pasar. Investor kini mengawasi dua hal: kemajuan buyback $20 miliar untuk memulihkan harga STRK, dan sinyal penjualan Bitcoin pertama oleh MicroStrategy. Transformasi ini menandai titik balik dari sekadar "mesin penimbun" menjadi manajer modal yang dinamis, yang kelangsungan hidupnya akan menjadi contoh bagi strategi alokasi modal aset digital global.

marsbit19m yang lalu

MicroStrategy Rilis Skenario Self-Rescue, Permainan dan Kalkulasi di Balik Penjualan Koin Senilai $12.5 Miliar

marsbit19m yang lalu

Trading

Spot
活动图片