Stripe разрабатывает собственный блокчейн Tempo

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-07-11Terakhir diperbarui pada 2025-08-12

Согласно недавним сообщениям Fortune‚ платежный гигант Stripe‚ известный как аналог PayPal для профессионального использования в сфере электронной коммерции‚ планирует выпустить собственный блокчейн под названием «Tempo». Партнером в этом амбициозном проекте выступает Paradigm‚ инвестиционная компания‚ специализирующаяся на криптовалютах и Web3.

Что известно о «Tempo»?

Финтех-гигант Stripe разрабатывает новый блокчейн, согласно недавнему объявлению о вакансии на сайте лоббистской группы криптовалют Blockchain Association. «Tempo — это высокопроизводительный блокчейн, ориентированный на платежи», — говорится в объявлении о вакансии на должность специалиста по маркетингу продуктов, датированном 3 августа.

Детали проекта «Tempo» пока держатся в секрете‚ но уже сейчас можно предположить‚ что блокчейн будет ориентирован на оптимизацию платежных процессов и снижение транзакционных издержек. Stripe‚ обрабатывающий миллиарды долларов транзакций ежедневно‚ имеет огромный потенциал для внедрения блокчейн-технологий в свою инфраструктуру.

Возможные преимущества «Tempo» для Stripe и пользователей:

  • Снижение комиссий: Блокчейн может позволить Stripe снизить комиссии за транзакции‚ что сделает платформу более привлекательной для продавцов.
  • Ускорение платежей: Транзакции в блокчейне могут быть обработаны быстрее‚ чем традиционные банковские переводы.
  • Повышение безопасности: Блокчейн обеспечивает высокий уровень безопасности и прозрачности транзакций.
  • Новые возможности для разработчиков: «Tempo» может предоставить разработчикам новые инструменты для создания инновационных платежных решений.

Почему Stripe выбирает блокчейн?

Stripe уже давно проявляет интерес к криптовалютам и блокчейн-технологиям. Компания ранее поддерживала биткоин в качестве способа оплаты‚ а также инвестировала в различные блокчейн-стартапы. Запуск собственного блокчейна «Tempo» является логичным шагом в развитии стратегии Stripe в области Web3.

Paradigm: Ключевой партнер

Выбор Paradigm в качестве партнера также не случаен. Paradigm обладает глубокой экспертизой в области блокчейна и криптовалют‚ а также имеет успешный опыт инвестирования в ведущие проекты в этой сфере. Сотрудничество с Paradigm позволит Stripe получить доступ к передовым технологиям и опыту‚ необходимым для успешного запуска и развития «Tempo».

Влияние на индустрию

Запуск «Tempo» может оказать значительное влияние на индустрию платежей и криптовалют. Stripe‚ как один из крупнейших игроков на рынке‚ может привлечь внимание к блокчейн-технологиям со стороны других крупных компаний и способствовать их более широкому внедрению. Кроме того‚ «Tempo» может стать конкурентом для существующих блокчейн-платформ‚ ориентированных на платежи.

Запуск блокчейна «Tempo» компанией Stripe‚ безусловно‚ является важным событием‚ которое может изменить ландшафт индустрии платежей. Хотя многие детали остаются неизвестными‚ этот шаг демонстрирует растущий интерес крупных компаний к блокчейн-технологиям и их потенциалу для оптимизации бизнес-процессов. Будем внимательно следить за развитием событий и ждать официальных заявлений от Stripe и Paradigm‚ чтобы получить более полное представление о проекте «Tempo» и его перспективах.

Bacaan Terkait

Analisis 13F 7 Dana Terbesar: Apa yang Dipikirkan Buffett, Duan Yongping, Li Lu, dan Dan Bin?

Analisis 13F Q2 2026: Strategi 7 Dana Top (Buffett, Duan Yongping, Li Lu, Dan Bin) Laporan 13F untuk kuartal kedua 2026 mengungkapkan pergerakan dana institusional besar. Warren Buffett (via Berkshire Hathaway) dan penerusnya, Greg Abel, melakukan pembelian bersih besar-besaran, dengan sorotan pada peningkatan signifikan di Alphabet (Google), mencerminkan pergeseran ke arah teknologi. Duquesne Family Office (Stanley Druckenmiller) melakukan rotasi dalam portofolio AI-nya, menjual beberapa saham semikonduktor untuk menambah eksposur ke TSMC, Amazon, dan kembali membeli saham China Baidu. Dua investor legendaris China, Duan Yongping (H&H International) dan Li Lu (Himalaya Capital), menunjukkan kesamaan: mengurangi sebagian saham teknologi yang telah naik tajam (seperti Nvidia) dan meningkatkan alokasi ke saham internet China, terutama Pinduoduo (PDD). Li Lu bahkan secara drastis membersihkan beberapa posisi di sektor keuangan dan energi. Cathie Wood (ARK Invest) agresif membeli SpaceX (SPCX) setelah IPO dan memperluas eksposur ke AI, energi nuklir, dan ilmu hayati. Sementara itu, Dan Bin (Oriental Harbor) melakukan perubahan radikal, hampir seluruh portofolionya dialihkan ke perangkat keras dan semikonduktor pendukung AI seperti Intel, Micron, dan AMD, sambil menjual saham seperti Apple dan Tesla. Konsensus utama: AI tetap menjadi tema sentral. Namun, terjadi pergeseran alokasi modal di sepanjang rantai nilainya, dari penjual "sekop" (perangkat keras/semikonduktor) menuju infrastruktur cloud dan potensi komersialisasi. Laporan ini memberikan gambaran tentang bagaimana investor top menilai tahap selanjutnya dari siklus AI.

Odaily星球日报5m yang lalu

Analisis 13F 7 Dana Terbesar: Apa yang Dipikirkan Buffett, Duan Yongping, Li Lu, dan Dan Bin?

Odaily星球日报5m yang lalu

Arthur Hayes Kembali dengan Sambutan Hangat, Flop Labs Ingin Jadi 'Bahan Bakar' Ekonomi Agent

Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, secara resmi kembali ke peran utama sebagai kepala proyek dengan meluncurkan Flop Labs. Proyek ini dijelaskan sebagai "bahan bakar untuk agen AI", bertujuan menjadi mata uang asli dan lapisan penyelesaian komputasi yang dapat diverifikasi untuk ekonomi agen AI. Konsep intinya adalah "Proof-of-Useful-Inference", yang berupaya mengganti perhitungan 'tidak berguna' dari penambangan tradisional dengan tugas inferensi AI yang berguna, sehingga daya komputasi melindungi keamanan blockchain sekaligus memberikan layanan bernilai ekonomi bagi agen AI. Jaringan Flop Labs melibatkan empat peran utama: Penambang (Miner) yang menyediakan daya komputasi GPU, Validator yang menjadi lapisan kepercayaan, Agen (Agent) yang menggunakan FLOP untuk membeli daya komputasi dan menyimpan memori, serta KOL dan Mitra Komunitas untuk promosi. Token FLOP akan diluncurkan dengan prinsip Fair Launch, tanpa pra-penjualan atau partisipasi modal ventura. Rencananya, airdrop besar-besaran akan dilakukan pada kuartal keempat 2026, dan blok genesis diluncurkan pada kuartal pertama 2027. Saat ini, satu-satunya cara untuk berpartisipasi dalam airdrop adalah dengan mendaftar menjadi salah satu dari empat peran tersebut melalui formulir di situs web resmi. Meskipun narasi proyek ini menarik, Flop Labs masih berada dalam tahap awal dengan informasi terbatas. Dokumen whitepaper, ekonomi token, alamat kontrak pintar, dan laporan audit pihak ketiga belum dirilis, sehingga memunculkan pertanyaan dari komunitas mengenai implementasi teknis dan pilihan blockchain dasarnya. Arthur Hayes membedakan keyakinannya pada ekonomi agen dan teknologi AI itu sendiri dari gelembung finansial di sektor infrastruktur. Keberhasilan Flop Labs akan bergantung pada kemampuannya untuk menunjukan hasil teknologi yang konkret dan membangun ekosistem yang hidup di bulan-bulan mendatang.

Odaily星球日报25m yang lalu

Arthur Hayes Kembali dengan Sambutan Hangat, Flop Labs Ingin Jadi 'Bahan Bakar' Ekonomi Agent

Odaily星球日报25m yang lalu

World Chain Luncurkan Daftar Akses Blok EIP-7928 di Mainnet

World Chain telah meluncurkan daftar akses blok EIP-7928 yang lengkap di Mainnet-nya, menjadi jaringan layer-2 produksi pertama yang menerapkan teknologi ini di setiap flashblock. Implementasi ini bertujuan meningkatkan throughput blockchain sambil menjaga kebutuhan perangkat keras validator tetap mendekati kondisi semula. Dengan penerapan ini, validator dapat memeriksa transaksi secara paralel tanpa perlu mengeksekusi ulang setiap transaksi secara berurutan. Verifikasi dapat dimulai bahkan saat blok masih dibuat, karena data dari daftar akses dikirim secara bertahap setiap 200 milidetik melalui arsitektur flashblock World Chain. Pendekatan ini merupakan ekstensi dari standar EIP-7928 yang rencananya akan diadopsi Ethereum. World Chain mengimplementasikannya melalui *runtime flag*, memungkinkan operator klien memperbarui tanpa perlu *hard fork* yang terkoordinasi di seluruh jaringan. Hasil *benchmark* internal menunjukkan latensi validasi tetap konsisten meski throughput meningkat, mencapai hingga satu gigabit per detik dengan infrastruktur cloud konvensional. Daftar akses blok yang dialirkan berpotensi membantu jaringan blockchain meningkatkan throughput tanpa perlu meningkatkan sumber daya komputasi secara signifikan. Peluncuran mainnet ini tidak hanya menjadi implementasi produksi pertama dari teknologi ini, tetapi juga berkontribusi pada rencana penskalaan Ethereum dengan menyediakan mekanisme untuk memperluas kapasitas verifikasi yang tetap dapat diakses oleh validator independen. World Chain adalah jaringan layer-2 yang dibangun dengan OP Stack, terintegrasi dengan protokol World, diamankan oleh Ethereum, dan dirancang untuk penskalaan sebagai bagian dari ekosistem Superchain. Jaringan ini berfokus pada keuangan stablecoin, pengiriman uang internasional, perdagangan, dan didukung oleh *proof of human* dari World ID.

TheNewsCrypto30m yang lalu

World Chain Luncurkan Daftar Akses Blok EIP-7928 di Mainnet

TheNewsCrypto30m yang lalu

Trading

Spot
活动图片