Ethena Stablecoin Gains Traction With Transak Listing and U.S. Regulatory Shifts

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-08-07Terakhir diperbarui pada 2025-08-07

Key Takeaways
  • Ethena’s USDe has increased its market cap by over 30% to $9.66 since July 17, 2025.
  • Several major U.S. banks are planning stablecoin launches following the passing of the GENIUS Act.
  • Stablecoins collectively carry a market cap of over $268 billion.

Web3 payments infrastructure provider Transak has added support for Ethena’s synthetic stablecoin, USDe, now the market’s third-largest digital dollar.

Ethena Gains Ground

The announcement, shared exclusively with CCN via press release, brings USDe into Transak’s global fiat on- and off-ramp network, which is integrated with major payment rails including Mastercard, Visa, Apple Pay, and Google Pay.

Transak says USDe stands out from traditional fiat-backed stablecoins because of its decentralized design.

Unlike USDC or USDT, USDe isn’t tied to banking infrastructure, making it more censorship-resistant and less exposed to risks from bank failures.

This makes it particularly attractive in emerging markets with limited access to U.S. banking systems.

“Ethena’s recent growth shows strong market confidence, but it’s taken time to get here, and for good reason. They’re building a stablecoin backed by crypto-native strategies like delta-neutral hedging and staking yield, not traditional cash reserves. It’s innovative, but also complex. Naturally, the industry needed time to understand the model, assess the risks, and build trust. What looked like a slow start was really the market doing its homework. Now that confidence has grown, adoption is accelerating fast,” Harshit, Head of Marketing & Investor Relations, Transak, told CCN.

USDe Is Climbing the Ranks

The growth backs up the excitement.

As of now, USDe has become the third-largest stablecoin by market cap, currently sitting at $9.66 billion—up from $5.3 billion just three weeks ago on July 17.

The integration with Transak isn’t the only major partnership. Telegram and other Web3 platforms are also tapping into Ethena’s infrastructure to power their native payment tools, reinforcing the project’s growing footprint across the ecosystem.

As regulatory concerns push stablecoin issuers toward more decentralized models, Ethena’s rise, and Transak’s integration suggest that crypto-native stability models may be entering the mainstream faster than expected.

Timing

According to DeFiLlama data , stablecoins are on the rise in 2025, and have increased their collective market cap to $268.73 billion, up 30.9% from $205.21 billion at the start of 2025.

But it’s no coincidence, as stablecoin issuers and payments platforms in the U.S. welcome sweeping pro-crypto reforms to stablecoin regulations by way of the GENIUS Act.

Now, the biggest U.S. banks are clamouring to launch their tokenized dollar offerings, officially kicking off what is arguably the first golden era for stablecoins.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Mengonsumsi Sebuah SSD per Tahun, Bug Log Codex Dicap 'Perangkat Lunak Asal-asalan'

Sebuah alat pemrograman AI bernama Codex dari OpenAI dikritik karena bug log yang merusak SSD pengguna. Seorang pengembang melaporkan bahwa log feedback SQLite Codex dapat menulis hingga 640TB data per tahun, melebihi batas ketahanan (TBW) kebanyakan SSD konsumen hanya dalam setahun. Masalahnya terletak pada konfigurasi log default yang diatur ke level TRACE tertinggi, yang mencatat semua detail—termasuk noise debug yang tidak perlu—secara konstan. Log ini menggunakan mekanisme "insert-and-prune" di database SQLite: data baru dimasukkan dan data lama langsung dihapus, menjaga ukuran file tetap sekitar 1GB. Namun, setiap operasi tulis-hapus ini tetap menghabiskan siklus tulis SSD. Meskipun pengguna mencoba menonaktifkan log melalui variabel lingkungan `RUST_LOG`, konfigurasi default `Level::TRACE` mengabaikannya, sehingga log tetap berjalan. Analisis menunjukkan 96% data yang ditulis adalah informasi debug yang tidak berguna bagi pengguna. Setelah dilaporkan dan menjadi perhatian publik, OpenAI merilis perbaikan yang diklaim mengurangi 85% penulisan log. Namun, sisa 15% masih berarti sekitar 96TB per tahun. Bug serupa juga dilaporkan pada alat saingan seperti Claude Code. Kasus ini memicu diskusi tentang "slopware" atau perangkat lunak berkualitas rendah dalam industri AI, di mana fitur dikembangkan cepat tanpa pertimbangan matang terhadap penggunaan sumber daya seperti SSD, CPU, dan memori di perangkat pengguna akhir.

marsbit7m yang lalu

Mengonsumsi Sebuah SSD per Tahun, Bug Log Codex Dicap 'Perangkat Lunak Asal-asalan'

marsbit7m yang lalu

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

Solana secara resmi meluncurkan sistem tata kelola on-chain yang dinantikan, menawarkan pemegang token dan validator cara yang lebih terbuka dan terdesentralisasi untuk mempengaruhi keputusan protokol penting. Perdebatan dan pemungutan suara tata kelola kini sepenuhnya dilakukan di dalam rantai (on-chain) menggunakan Solana Governance Proposals (SGP), didukung oleh pemungutan suara berbobot stake dan verifikasi kriptografi. Validator dengan stake yang didelegasikan setidaknya 100.000 SOL dapat mengajukan SGP. Agar maju ke pemungutan suara formal, setiap proposal harus pertama-tama mendapatkan dukungan dari minimal 15% dari total SOL yang di-stake di jaringan. SGPs berfungsi memisahkan pilihan komunitas dari pembangunan teknis. Sementara SIMD (Solana Improvement Documents) tetap menjadi standar untuk perubahan teknis protokol, SGPs memutuskan apakah ekosistem yang lebih luas setuju sebuah proposal harus dilanjutkan, melalui voting on-chain berbobot stake. Fitur penting lainnya adalah pemberdayaan delegator, yang kini dapat mengambil alih suara validator mereka jika tidak sesuai preferensi atau jika validator tidak memilih. Mereka dapat memberikan suara langsung menggunakan bobot stake mereka sendiri melalui portal tata kelola Solana. Proses ini diamankan dengan bukti Merkle dan algoritma tata kelola khusus. Dengan penerapan tata kelola on-chain ini, Solana bertujuan untuk melibatkan lebih banyak anggota komunitas tanpa mengorbankan proses pengembangan, menggabungkan desentralisasi dan efisiensi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片