Why Tornado Cash’s Roman Storm verdict marks ‘a sad day for DeFi’

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-06Terakhir diperbarui pada 2025-08-07

Key Takeaways 

Roman Storm was found guilty of running Tornado Cash as an unlicensed money transmitter. Crypto legal experts argue the verdict should be appealed, noting that Storm never controlled user funds.


A jury found Roman Storm, founder of the privacy-focused crypto mixer Tornado Cash, guilty of operating an unlicensed money-transmitting business.

The Department of Justice (DoJ) stated that Storm and his co-founders were able to cash out over $12 million in profits. 

Most of this gain was from over $1 billion of illicit money transfers by North Korean hackers, per the DoJ. 

Jay Clayton, the U.S. Attorney for the Southern District of New York (SDNY), praised the conviction and warned that, 

“The speed, efficiency, and functionality of stablecoins and other digital assets offer great promise, but that promise cannot be an excuse for criminality.”

A sad day for DeFi?

North Korean hackers used Tornado Cash to launder the bulk of stolen crypto, including $600 million from Axie Infinity.

Storm was arrested in August 2023 and slapped with three criminal charges: operating an unlicensed money transmitter, money laundering, and sanctions violations. 

After a four-week trial, the jury found him guilty of running an unlicensed money transmitter, fetching a five year sentence.

Reacting to the update, Variant Fund’s legal chief, Jake Chervinsky, stated it was a ‘sad day for DeFi’ and the DoJ could retry the other charges. 

Roman StormRoman Storm

Source: X

However, the DoJ shouldn’t have brought the unlicensed money transmitter charges under Section 1960, because Storm didn’t control user funds, noted Chervinsky. 

“Section 1960 should not apply to the developer of a non-custodial protocol who lacks control of user funds. This case should go up on appeal.”

He called the verdict a terrible outcome for Storm and the crypto industry and urged President Donald Trump to block the Department of Justice from retrying the two unresolved charges.

Coin Center, a crypto advocacy group, also urged Roman to appeal the ruling, adding that it will support him. 

Roman Storm Tornado CashRoman Storm Tornado Cash

Source: X

Another advocacy group, DeFi Education Fund, echoed a similar stance, stating that,

“We are disappointed that the jury did not recognize that Storm should not be responsible for the actions of third parties he could not control.”

Share

Bacaan Terkait

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Lewatkan Sebuah Era yang Hebat

**Intisari Pidato Dan Bin: Jangan Lewatkan Era Hebat (Generasi AI)** Pada 29 Juni, Dan Bin, Chairman Dongfang Harbor, menyampaikan pidato bertajuk "Jangan Lewatkan Era Hebat" di forum strategis Gelonghui. **Inti Argumen:** Daripada mengkhawatirkan gelembung jangka pendek di pasar AI, risiko terbesar adalah justru **kehilangan keseluruhan era teknologi ini.** AI dipandang sebagai gelombang disruptif yang lebih dahsyat daripada era elektronik, internet, dan mobile internet. **Perspektif Utama:** 1. **Siklus Industri Panjang:** Kemajuan teknologi, bukan suku bunga atau faktor makro jangka pendek, adalah pendorong utama pertumbuhan pasar. Era AI diperkirakan akan memiliki siklus panjang, berpotensi mengikuti ritme era internet (sekitar 10 tahun). Titik kritis risiko dapat muncul sekitar tahun 2033 (dihitung sejak peluncuran ChatGPT akhir 2022), bukan hanya dalam 3-4 tahun. 2. **Visi Peradaban "Kehidupan Silikon":** Dari sudut pandang peradaban jangka panjang, kecerdasan berbasis silikon (AI) memiliki kemungkinan besar untuk menggantikan atau menjadi tenaga produktif dominan dibandingkan kehidupan berbasis karbon (manusia), terutama untuk kelangsungan peradaban di masa depan yang sangat jauh. 3. **Persaingan Global & Aturan Baru:** Kompetisi AI antara AS dan Tiongkok dianggap sangat krusial sehingga tidak ada pihak yang boleh kalah. AI juga mengubah aturan perang, seperti terlihat dalam konflik terkini. 4. **Pelajaran dari Sejarah Investasi:** Dan Bin mengutip "penyesalan" figur seperti Charlie Munger yang melewatkan peluang besar di perusahaan teknologi (misalnya Microsoft) sebagai pengingat akan pentingnya memperluas batas kognitif dalam berinvestasi. **Kesimpulan & Seruan:** Investasi harus fokus pada penyebab utama (teknologi) dan menghormati inovasi serta common sense pasar. Di tengah fluktuasi jangka pendek, penting untuk menjaga perspektif jangka panjang. Kita hidup di era transformatif yang istimewa. Jangan biarkan keraguan dan pandangan sempit membuat kita melewatkan era besar yang penuh kemungkinan ini. "Gelombang tidak pernah mengalir mundur. Roda zaman bergerak maju tanpa suara... Jangan lewatkan era agung yang penuh gejolak dan milik kita ini."

marsbit2j yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Lewatkan Sebuah Era yang Hebat

marsbit2j yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Sia-siakan Era yang Hebat Ini

Dalam pidato bertajuk "Jangan Lewatkan Era yang Hebat" pada Konferensi Strategi "2026 – All in Era Silikon Baru" Glonghui, ketua Dongfang Harbor, Dan Bin, menekankan pentingnya menyikapi era kecerdasan buatan (AI) dari perspektif siklus industri jangka panjang. Ia berpendapat bahwa risiko kehilangan peluang di era AI jauh lebih besar daripada kekhawatiran atas gelembung jangka pendek. Menurut Dan Bin, kemajuan teknologi, bukan suku bunga atau kebijakan makro, adalah pendorong utama pertumbuhan pasar modal jangka panjang. Era AI, yang dimulai dengan peluncuran ChatGPT akhir 2022, dinilainya lebih mengganggu dan transformatif dibandingkan era elektronik, internet, atau ponsel. Ia memprediksi siklus industri AI kemungkinan akan berlangsung sekitar sepuluh tahun, dengan titik risiko potensial sekitar tahun 2033. Dari sudut pandang peradaban, Dan Bin menyatakan bahwa kehidupan berbasis silikon (AI/robot) pada akhirnya akan menggantikan atau mendominasi kehidupan berbasis karbon (manusia) sebagai kekuatan produktif utama, terutama untuk kelangsungan peradaban dalam skala waktu kosmik yang sangat panjang. Ia juga menyingkat persaingan AI antara AS dan Tiongkok, menyatakan kedua negara tidak akan mengalah karena implikasi strategisnya, termasuk dalam peperangan. Sambil merefleksikan "penyesalan" Warren Buffett dan Charlie Munger yang melewatkan saham teknologi seperti Microsoft, Dan Bin menekankan perlunya investor memperluas batas kognitif dan berfokus pada penyebab utama. Pidato ditutup dengan seruan untuk tetap tenang, menjaga perspektif luas, dan merangkul peluang yang ditawarkan era transformatif ini, karena melewatkannya akan menjadi kerugian besar.

链捕手2j yang lalu

Pidato Terbaru Dan Bin: Jangan Sia-siakan Era yang Hebat Ini

链捕手2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片