诺奖得主Johnson:加密危机即将到来!

比推Dipublikasikan tanggal 2025-08-06Terakhir diperbarui pada 2025-08-06

作者:西蒙·约翰逊(Simon Johnson)

原标题:The Crypto Crises Are Coming

编译及整理:BitpushNews


image.png

作者简介:

西蒙·约翰逊(SIMON JOHNSON):2024年诺贝尔经济学奖得主,曾任国际货币基金组织首席经济学家。现为麻省理工学院斯隆管理学院教授、麻省理工学院“塑造未来工作”倡议的教职主任,以及CFA协会系统性风险委员会联合主席。他与达伦·阿西莫格卢合著了《权力与进步:我们关于技术与繁荣的千年斗争》(2023年出版)。

以下为正文:

image.png

在通过一项重要的数字货币立法(《GENIUS法案》)之后,并且还有更多法案正在审议中(《CLARITY法案》已通过众议院),美国正有望成为加密货币相关活动的主要中心,甚至——如果按美国总统唐纳德·特朗普的字面意思——成为“世界的加密首都”。

但那些支持新立法的人应该小心,不要自食其果。

不幸的是,加密行业已经获得了如此巨大的政治权力——主要是通过政治捐款——以至于《GENIUS法案》和《CLARITY法案》的设计旨在阻止合理的监管。其结果很可能是一场史诗级的繁荣–萧条周期。

从历史上看,相较于其他国家,美国金融市场的主要优势在于其相对更高的透明度,这使投资者能够更深入地理解风险并做出更明智的决策。美国还有严格的反利益冲突规定,要求公平对待投资者(包括通过适当的托管安排保护其资产),并对许多金融公司可以承担的风险进行了限制。

这个框架并非偶然,也不是纯粹通过市场竞争形成的。相反,它是大萧条后(在一次重大灾难之后)于20世纪30年代创建的明智法律和法规的结果,此后也以合理的方式不断演变。这些规则是美国如此容易经商、将新想法推向市场以及筹集资本支持各种创新的主要原因。

任何个人企业家,甚至是潜在的新兴产业(如加密货币),都可能对这些规则感到不满,声称他们与世界见过的任何事物都不同。但金融创新带来的风险影响的是整个金融体系,而不仅仅是单个投资者。监管的重点在于保护整体。

许多主要经济体——包括美国——都是通过惨痛的教训才明白这一点。在过去的200年里,他们经历了严重的金融动荡甚至系统性崩溃。其中一次崩溃是导致大萧条的主要原因,这场大萧条始于1929年的股市崩盘,并蔓延至许多银行(及其他投资),摧毁了数百万美国人的财富和梦想。避免重蹈覆辙长期以来一直是一项重要的政策目标。

但《GENIUS法案》并未推动这一目标的实现。该法律为由美国和外国公司发行的稳定币创建了一个框架。稳定币是一种重要的新兴数字资产,旨在保持与特定货币或商品(美元是最受欢迎的锚定物)的稳定价值。稳定币对活跃在加密货币交易中的投资者很有用,使他们能够在不必通过传统(非加密)金融系统的情况下进出特定的加密资产。我们应该预期到稳定币会有巨大的需求,包括来自希望绕过现有支付系统的非金融公司(如沃尔玛和亚马逊)。

稳定币发行商的商业模式类似于银行:他们通过投资其储备金来赚取利差,而根据这项立法,他们为稳定币支付的利息为零。这使得稳定币发行商有足够的动机将至少一部分储备金投资于风险更高的资产以获得更高的回报。这将成为一个主要的脆弱性来源,尤其是在发行商由宽松的州级机构许可的情况下。

事实上,从系统性角度来看,《GENIUS法案》的主要缺点在于其未能有效应对稳定币固有的挤兑风险,因为它阻止了监管机构制定强有力的资本、流动性和其他保障措施。

当任何稳定币发行商——无论是国内还是国外——陷入困境时,谁将介入,又将凭借什么权力来阻止问题蔓延到实体经济,就像20世纪30年代那样?

简单地将破产法应用于失败的稳定币发行商,不可避免地会给投资者带来严重的成本,包括在收回剩余资金方面漫长的延迟。这几乎肯定会加剧对其他稳定币发行商的挤兑。

值得警惕的是,如果《GENIUS法案》真如其拥护者所言,旨在维护美元全球储备货币地位并提振美债需求,为何法案第15条竟允许外国发行方将储备金投资于本国(高风险)政府债务等资产——即便这些债务并非美元计价?

可以预见,各国监管机构必将默许甚至鼓励此类操作。届时我们将面临何等荒谬的局面:号称"稳定币"却背负着美元兑付义务,其储备资产却大量由非美元资产构成——但凡美元大幅升值(剧透警告:流动性危机、偿付能力质疑、挤兑风暴将接踵而至),这种荒诞的资产错配必将原形毕露。

更大的危机还在后头——特别是如果参议院通过任何版本的《CLARITY法案》。这项立法将纵容利益冲突和自利交易,其泛滥程度将是1920年代以来所未见的。更严峻的是国家安全隐忧:《GENIUS法案》和《CLARITY法案》在某种程度上甚至为稳定币(乃至更广泛的加密货币)持续用于非法金融交易提供了便利条件。

美国很可能成为全球加密货币中心,在其新兴的立法框架下,少数富人必将变得更加富有。但当国会急切地迎合加密行业的诉求时,却让美国乃至全世界都暴露在金融恐慌重演的真实风险中——这可能引发严重的经济破坏,意味着大规模失业和财富蒸发。


Twitter:https://twitter.com/BitpushNewsCN

比推 TG 交流群:https://t.me/BitPushCommunity

比推 TG 订阅: https://t.me/bitpush

说明: 比推所有文章只代表作者观点,不构成投资建议

Bacaan Terkait

«Hampir Tidak Ada Lagi Faktor Negatif». Ramalan Harga Bitcoin

**Ringkasan:** Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan harga signifikan, dari sekitar $62.000 menjadi hampir $80.000 pada pekan 17 Agustus. Lonjakan ini dipicu oleh keputusan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan pembelian obligasi pemerintah, yang meningkatkan likuiditas pasar. Banyak analis menjadi sangat optimis untuk prospek jangka panjang BTC. Beberapa prediksi menonjol meliputi: * Standard Chartered: Menargetkan $100.000 per BTC pada akhir 2026. * Matthew Sigel (VanEck): Memperkirakan $100.000 pada tahun depan dan potensi $500.000 pada 2029. * Brian Armstrong (Coinbase): Menyebutkan kemungkinan besar BTC mencapai $300.000–$400.000 pada 2030. Para ahli berpendapat bahwa faktor negatif hampir habis dan modal spekulatif telah keluar dari pasar. Namun, untuk jangka pendek, pandangannya masih beragam. CEO "Tekhnobit" Alexander Peresichan menyatakan bahwa BTC perlu permintaan berkelanjutan dari pasar spot dan ETF untuk mengukuhkan harga di atas $80.000. Pasar tetap sensitif terhadap ekspektasi inflasi dan geopolitik. Dia menguraikan dua skenario untuk akhir pekan: optimis (harga bertahan di atas $76-77k dan naik ke $80k) dan pesimis (penurunan kembali ke level $72-75k). Dia menekankan bahwa tren saat ini belum sepenuhnya dikonfirmasi dan perlu dilihat apakah didukung oleh permintaan yang berkelanjutan. Artikel ini menekankan bahwa cryptocurrency adalah aset yang volatil dan dapat menyebabkan kerugian finansial. Informasi yang diberikan hanya untuk tujuan edukasi dan bukan saran investasi.

cryptonews.ru14m yang lalu

«Hampir Tidak Ada Lagi Faktor Negatif». Ramalan Harga Bitcoin

cryptonews.ru14m yang lalu

Mimpi Spekulan

Harga Bitcoin yang melonjak tajam memicu aktivitas spekulan. Volume perdagangan futures kripto di Bursa SPB mencapai rekor 70 miliar rubel dalam dua hari, sementara peserta pasar forex juga mencatat kenaikan dua kali lipat dalam volume perdagangan kontrak untuk perbedaan harga Bitcoin (CFD). Namun, futures kripto tetap menjadi instrumen niche yang menarik bagi kalangan terbatas trader. Para investor aktif memanfaatkan kenaikan harga kripto. Volatilitas yang tinggi menarik minat trader, dan aset neo di SPB menawarkan kemudahan seperti tidak adanya komisi intraday dan leverage bawaan. Pada 19 Agustus, harga Bitcoin mulai meroket, melonjak lebih dari 12% dalam tiga hari dan melampaui $77.000 untuk pertama kalinya sejak Mei, didorong juga oleh penutupan massal posisi short. Meski demikian, bahkan dengan volatilitas pasar kripto, futures kripto masih kalah jauh dibandingkan instrumen tradisional. Sebagai perbandingan, volume perdagangan futures dolar AS/rubel Rusia di Bursa Moskow pada 20 Agustus saja mencapai 164 miliar rubel. Analis mengaitkan hal ini dengan kurangnya permintaan lindung nilai dari investor besar terhadap kripto. Kendala lain termasuk jam perdagangan terbatas (dengan jeda malam dan akhir pekan) yang berisiko menyebabkan gap harga, serta biaya tambahan untuk mempertahankan posisi overnight, seperti biaya rollover di SPB atau penyesuaian margin harian di Bursa Moskow, yang dapat menggerogoti keuntungan. Perubahan harga kripto yang jauh kurang terprediksi dibandingkan aset tradisional juga menjadi faktor yang membuat investor menghindari kontrak ini.

cryptonews.ru16m yang lalu

Mimpi Spekulan

cryptonews.ru16m yang lalu

Bitcoin Mendekati Level US$80.000! Akankah Kenaikan Ini Terus Berlanjut? Analis Memperingatkan!

Bitcoin mendekati level $80.000, namun analis dari CoinShares memperingatkan bahwa kenaikan ini mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka pendek tanpa konfirmasi jelas dari Federal Reserve (The Fed) bahwa tidak akan ada pengencangan kebijakan moneter lebih lanjut. Lonjakan harga baru-baru ini didorong oleh kondisi makroekonomi, khususnya inflasi AS yang moderat dan data pasar tenaga kerja yang melemah, yang mengurangi ekspektasi aksi agresif dari The Fed. Bitcoin, yang sensitif terhadap likuiditas dan suku bunga riil, bereaksi kuat terhadap perkembangan ini. Meskipun ada sinyal keras dari pertemuan FOMC terakhir, data ekonomi setelahnya justru mengurangi kemungkinan pengencangan. Penurunan imbal hasil obligasi AS jangka pendek mengindikasikan pasar tidak mengantisipasi kenaikan suku bunga lagi. Namun, imbal hasil tinggi pada obligasi 30-tahun mencerminkan kekhawatiran terkait prospek fiskal AS dan utang pemerintah. Analis mencatat bahwa lingkungan kombinasi antara ekspektasi pelonggaran kebijakan dan ketegangan di pasar obligasi jangka panjang secara historis mendukung harga Bitcoin. Mereka juga melihat akumulasi aset oleh investor besar dan likuidasi posisi short skala besar. Kesimpulannya, level $80.000 diperkirakan akan menjadi resistensi kritis bagi Bitcoin, kecuali The Fed memberikan sinyal eksplisit yang mengubah persepsi risiko kebijakan.

cryptonews.ru17m yang lalu

Bitcoin Mendekati Level US$80.000! Akankah Kenaikan Ini Terus Berlanjut? Analis Memperingatkan!

cryptonews.ru17m yang lalu

Trading

Spot
活动图片