Coinbase Drags Britain in Viral Ad as Two Former Chancellors Warn UK Is Falling Behind in Crypto

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-08-07Terakhir diperbarui pada 2025-08-07

Key Takeaways
  • Coinbase has released a satirical musical advertisement portraying the U.K. as plagued by economic hardship, with CEO Brian Armstrong embracing the backlash.
  • George Osborne has become the latest former chancellor to slam Britain’s crypto standing.
  • Osborne argued that the U.K. is losing ground to the U.S., EU, and Asia in crypto regulation.

U.S.-based cryptocurrency exchange Coinbase has sparked controversy with a viral musical advertisement satirizing Britain’s ongoing cost-of-living crisis.

The release of the now banned ad coincides with fresh warnings from a former U.K. Chancellor, who warned that the country is rapidly falling behind crypto innovation compared to the rest of the world.

Coinbase Mocks Britain

In the advertisement, Coinbase portrays Britain as a deteriorating society, featuring a satirical look at unaffordable housing, unemployment, and rising living costs.

The two-minute musical number sings: “We ain’t got no troubles, no reason to complain because here in Great Old Britain, we just love it when it rains.”

Scenes include a man in a leaking house, a woman unable to pay her bills, and mass layoffs in office settings.

One woman in a shop sings, “These fish fingers are a steal… just one hundred quid a meal,” with the surrounding streets shown in the ad littered with rubbish and swarming with rats.

The advertisement has reportedly been banned from airing by U.K. television networks—a move welcomed by Coinbase CEO Brian Armstrong.

“We welcome the attacks and any other attempts to censor this message, as it just helps it spread,” Armstrong posted on X.

Armstrong emphasized that the message was not politically charged against any specific party in the U.K.

“Needing to update the system and improve society is not a political statement on either party in the U.K.,” he said.

He also noted that the critique wasn’t exclusive to Britain, referencing similar advertisements aimed at the U.S.

“It’s a statement about how the traditional financial system is not working for many people and how crypto represents a way to improve that,” he added.

Former Chancellors Criticize U.K. Crypto Policy

On Monday, former Chancellor George Osborne wrote in the Financial Times t hat the U.K. is “being completely left behind” on crypto and stablecoin development.

Osborne, who now sits on Coinbase’s global advisory council, urged Chancellor Rachel Reeves to follow the U.S. Congress’s lead and implement a legal framework for crypto.

“The chancellor says she’ll ‘drive forward’ on stablecoins, whatever that means, while the Bank of England governor remains unconvinced that commercial banks should issue them,” he wrote.

“This hesitation risks irrelevance,” Osborne warned.

He argued that the U.K. is falling behind the U.S., EU, and Asia, all of which have taken early steps to legislate the sector.

“The crypto revolution may have started with plans to replace the dollar as the world’s reserve currency, but it is reinforcing its dominance,” he wrote.

“Britain’s current approach ensures the pound won’t even play a supporting role.”

This isn’t the first time a former chancellor has spoken out against Britain’s global standing in the crypto industry.

In 2022, former chancellor Philip Hammond said it was “frankly quite shocking” the U.K. had fallen behind other parts of the world in crypto regulation.

Hammond told Bloomberg that the U.K. had just one year to catch up globally or it risks losing its leadership in financial services.

U.S. Vs. U.K.

Osborne also criticized current U.K. proposals, which would require pound-linked stablecoins to hold strict central bank reserves.

By contrast, under the U.S. GENIUS Act, dollar-backed stablecoins can be supported by a broader range of high-quality liquid assets, making them more attractive.

“For sterling stablecoins, you’ll pay a fee; for dollar stablecoins, there are minimal transaction costs and you may earn a return,” Osborne wrote.

“No prizes for guessing which will dominate.”

He predicted that major institutions like JPMorgan would proceed with stablecoin issuance regardless of the Bank of England’s position.

Noting that 99% of today’s stablecoins are dollar-backed, Osborne argued that mandating sterling stablecoins to be backed solely by central bank reserves “guarantees that they won’t be used.”

He dismissed government attempts to blame regulators for inaction as a “lame excuse.”

“Rachel Reeves rightly says we’ve all become too risk averse,” he added. “We became the world’s financial centre because we weren’t afraid of change.”

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Siapapun Dapat dengan Mudah Membuat Market Prediksi, Apakah Market Buatan Pengguna Limitless Dapat Bertahan Lama?

Dalam bidang kripto, mekanisme pasar prediksi yang memungkinkan pengguna membuat pasar secara bebas telah lama menjadi tantangan besar, dengan hampir semua upaya sebelumnya berakhir gagal. Limitless kini mencoba pendekatan unik melalui fitur UGM (User-Generated Market), yang memungkinkan siapa pun membuat pasar prediksi harga aset kripto. Sejarah pasar prediksi terbuka seperti Augur, Omen, Zeitgeist, dan Manifold Markets menunjukkan pola kegagalan serupa: likuiditas tersebar tipis di banyak pasar yang tidak aktif, sulitnya penemuan pasar, dan masalah penyelesaian (settlement) yang memicu ketidakpercayaan. Limitless mengatasi masalah ini dengan tiga cara: 1. **Penyelesaian otomatis** melalui oracle (Pyth dan Chainlink) untuk pasar berbasis harga objektif, menghilangkan kebutuhan voting atau panel sengketa. 2. **Basis pengguna aktif** yang sudah ada (volume perdagangan kumulatif $30 miliar, 70.000 pedagang aktif) membantu mengatasi masalah likuiditas awal. 3. **Mekanisme insentif seimbang**—pembuat pasar membayar biaya (dalam token LMTS yang kemudian dibakar) dan mendapat 50% dari biaya perdagangan yang dihasilkan, mengurangi pasar sampah sekaligus memberi imbalan nyata. Dengan memusatkan pada pasar harga yang dapat diselesaikan secara instan, memanfaatkan basis pengguna yang mapan, dan merancang struktur biaya-imbalan yang tepat, Limitless menawarkan cetak biru potensial untuk mewujudkan pasar prediksi yang benar-benar terbuka dan berkelanjutan.

Foresight News13m yang lalu

Siapapun Dapat dengan Mudah Membuat Market Prediksi, Apakah Market Buatan Pengguna Limitless Dapat Bertahan Lama?

Foresight News13m yang lalu

Pendiri Wanita Terkaya Jadi VC

Segalanya bermula dari pendanaan putaran B. Perusahaan kecerdasan embodied, **Kuawei Intelligent**, baru saja meraih pendanaan senilai 10 miliar yuan dalam putaran B, menjadi unicorn baru senilai 100 miliar di bidang *embodied world model*. Dalam daftar investor, muncul nama **Lens Technology**, yang mengungkap sosok pendirinya, **Zhou Qunfei**. Terlahir dari keluarga sederhana di Hunan tahun 1970, Zhou Qunfei memulai kariernya sebagai buruh pabrik. Dengan ketekunan, ia membangun **Lens Technology** dari nol, yang kini menjadi pemasok kaca utama untuk Apple dan merek global lainnya, dengan valuasi melampaui 300 miliar yuan. Ia dikenal sebagai "Ratu Kaca" dan orang terkaya di Hunan. Beberapa tahun terakhir, Zhou aktif berinvestasi di sektor teknologi mutakhir, baik secara pribadi melalui **Changsha Qunxin Investment** maupun lewat Lens Technology. Portofolio investasinya mencakup perusahaan-perusahaan seperti **BrainCo** (antarmuka otak-komputer), **Xinghai Tu**, **Qingtian Zu**, **Pudu Technology**, serta perusahaan semikonduktor dan robotika. Baru-baru ini, setelah mengunjungi Kuawei Intelligent dan melihat produknya, Zhou memutuskan untuk berinvestasi dengan dana pribadi senilai ratusan juta yuan. Pola "gunakan dulu, baru investasi" ini mencerminkan kedekatan strategis dengan perusahaan portofolionya. Zhou Qunfei adalah bagian dari tren di mana para miliarder yang sukses dari sektor manufaktur tradisional kini mengalihkan modal mereka ke bidang teknologi masa depan seperti **AI, kecerdasan embodied, antarmuka otak-komputer, dan fusi nuklir**. Mereka percaya bahwa pertumbuhan masa depan terletak pada dunia data dan algoritma, bukan lagi pada proyek-proyek properti atau manufaktur konvensional. Tokoh lain yang mengikuti tren serupa termasuk **Liu Yi** dari **iHealth** (investor di DeepSeek, Moon's Dark Side, StepFun, Zhiyuan Robotics), serta keluarga pendiri **Inovance Technology** dan **Luxshare Precision**. Mereka bersama-sama menggunakan pengalaman industri dan sumber daya mereka untuk mendukung lompatan teknologi China berikutnya.

marsbit33m yang lalu

Pendiri Wanita Terkaya Jadi VC

marsbit33m yang lalu

H-1 Menuju Amerika, Hynix Anjlok Seperti Anjing Kampung

Tepat sebelum SK Hynix (SK Hynix) melantai di NASDAQ, sentimen pasar terhadap industri AI dan semikonduktor berbalik drastis. Pada 1 Juli, berita bahwa "Meta mungkin melepas kelebihan daya komputasi AI" memicu kekhawatiran pengurangan belanja modal perusahaan besar, menyebabkan volatilitas pasar yang hebat. Narasi "kelangkaan absolut" daya komputasi AI mulai goyah, langsung berdampak pada sektor chip memori. Saham terkait, termasuk SK Hynix di bursa Korea, anjlok tajam - SK Hynix turun 14.57%, kehilangan ratusan miliar dolar AS dalam kapitalisasi pasar dalam satu hari. SK Hynix sebenarnya berada dalam proses akhir untuk IPO di AS melalui penerbitan American Depository Receipt (ADR), mengajukan prospektus F-1 ke SEC pada 30 Juni. Mereka berencana mengumpulkan dana sekitar 29.4 miliar dolar AS, terutama untuk ekspansi kapasitas di Korea Selatan, termasuk fasilitas wafer di Yongin dan lini pengemasan mutakhir di Cheongju. ADR direncanakan mulai diperdagangkan di NASDAQ pada 10 Juli dengan kode SKHY. Langkah ini didorong oleh beberapa faktor: siklus bisnis historis yang kuat didukung permintaan HBM untuk server AI, harapan penilaian ulang yang lebih tinggi di pasar AS dibandingkan diskon "Korea Discount" di bursa domestik, dan kebutuhan modal besar untuk bersaing dalam ekspansi kapasitas dengan rival. Terkait penurunan harga saham yang tajam, penulis artikel berpendapat ini lebih merupakan aksi jual panik dan deleveraging (pengurangan leverage) yang didorong emosi, bukan perubahan mendasar tren industri. Berita tentang Meta dinilai telah diinterpretasi berlebihan - penghapusan kata "kelebihan" dari judul berita asli dan perubahan dari "sedang membangun" menjadi "berencana membangun" mengurangi kepastiannya. Kegiatan optimisasi sumber daya komputasi oleh satu perusahaan seperti Meta atau SpaceX (yang juga pernah melakukan hal serupa) lebih merupakan efisiensi aset, bukan indikasi penurunan permintaan AI secara sistemik. Pasar yang sudah berada pada level tinggi sebelumnya sangat sensitif terhadap berita marginal, sehingga memicu koreksi yang diperbesar. Oleh karena itu, penulis melihat koreksi ini sebagai peluang untuk menambah posisi, mengingat SK Hynix berada di tengah jendela IPO penting dengan rencana pendanaan besar, di mana berbagai pihak yang terlibat memiliki kepentingan untuk menjaga performa pasca-penawaran.

Odaily星球日报34m yang lalu

H-1 Menuju Amerika, Hynix Anjlok Seperti Anjing Kampung

Odaily星球日报34m yang lalu

Trading

Spot
活动图片