ИИ в криптоиндустрии: угроза рабочим местам или инструмент роста

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-04-03Terakhir diperbarui pada 2025-08-04

В условиях активного внедрения искусственного интеллекта представитель Белого дома Дэвид Сакс выступил с заявлением, призванным развеять опасения о массовой замене человеческого труда алгоритмами. Его позиция находит отклик среди экспертов крипторынка, хотя последние исследования указывают на потенциальные риски для отдельных профессий.

Человеческий фактор остается ключевым
Сакс подчеркивает, что текущие системы ИИ требуют постоянного контроля и обучения со стороны людей:
"ИИ выполняет промежуточные задачи, но сквозные бизнес-процессы по-прежнему управляются людьми". Эта позиция перекликается с мнением бывшего технического директора Coinbase Баладжи Шринивасана, который отмечает, что современные алгоритмы скорее модернизируют рабочие процессы, чем устраняют их.

Криптоиндустрия в фокусе исследований
Исследование Microsoft выделило несколько профессий, наиболее подверженных автоматизации:

  • Аналитики и исследователи рынка

  • Копирайтеры и технические писатели

  • Специалисты службы поддержки

Эти направления широко представлены в блокчейн-компаниях, что вызывает вопросы о будущем кадрового состава отрасли. Однако текущие данные по вакансиям показывают сдержанную динамику - в июле на специализированных платформах появилось менее 100 новых позиций.

Парадокс производительности
Эксперты отмечают любопытный тренд:
"ИИ в первую очередь заменяет предыдущие версии ИИ" (Баладжи Шринивасан). Это создает эффект постоянного обновления инструментария, но не обязательно сокращает общее количество рабочих мест. В криптосекторе технологии чаще используются для масштабирования операций, а не для сокращения штата.

Пока регуляторы и бизнес ищут баланс между инновациями и занятостью, ясно одно - революция ИИ потребует переосмысления профессиональных навыков, но не обязательно приведет к катастрофическому сокращению рабочих мест в технологических отраслях, включая криптовалютный сектор.

Bacaan Terkait

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

Putri Jensen Huang, Madison Huang (Huang Minshan), baru-baru ini muncul di Beijing untuk menghadiri World Robot Conference 2026. Sebagai Senior Director of Product and Technical Marketing untuk Platform Fisik AI di Nvidia, dengan gaji sekitar $1,2 juta per tahun, kunjungannya berfokus pada ekosistem robot China. Dia mengunjungi booth perusahaan seperti Yuejiang, Guanglun Zhineng, Ubtech, dan JD.com, menyaksikan demo robot dan mengeksplorasi kemajuan dalam simulasi fisik, pengumpulan data, dan pelatihan. Yang menarik, karir Madison tidak dimulai di teknologi. Awalnya dia mempelajari seni kuliner, bekerja sebagai koki, dan juga di LVMH sebelum beralih ke dunia AI. Dia bergabung dengan Nvidia sebagai magang pada 2020 setelah mengambil kursus AI dan MBA, dan naik pangkat dengan cepat. Kakaknya, Spencer, juga memiliki jalur tidak biasa, sebelumnya membuka bar koktail sebelum akhirnya bergabung dengan Nvidia di bidang perangkat lunak robotika. Kunjungan Madison mencerminkan betapa panasnya industri robot China saat ini. Konferensi ini menampilkan ribuan produk, dan perusahaan seperti Unitree baru saja melantai di bursa, dengan banyak startup lainnya dalam antrean IPO. Industri bergerak melampaui demonstrasi fisik menuju pengembangan "otak" atau kecerdasan robot, di mana kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dalam lingkungan baru menjadi kunci. China, dengan basis manufaktur dan skenario aplikasi industrinya yang luas, menjadi medan uji dan arena persaingan yang penting untuk gelombang AI Fisik berikutnya yang didorong Nvidia.

marsbit4j yang lalu

Putri Jensen Huang, dari Koki ke Gaji Rp 13 Miliar per Tahun

marsbit4j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

Pada 19 Agustus, perusahaan robot humanoid pertama di pasar saham A China, Unitree Robotics, resmi melantai di bursa. Yin Fangming, investor awal yang memberi pendanaan angel pertama sebesar 2 juta yuan (sekitar 15% saham) kepada pendiri Wang Xingxing pada 2016 ketika Unitree kesulitan dana, kini menuai hasil investasinya. Perhitungan berdasarkan harga IPO menunjukkan, total pengembalian investasinya mencapai sekitar 280 juta yuan, atau 140 kali lipat. Namun, Yin Fangming bukan hanya investor sukses. Ia juga pernah menjadi co-founder ROOBO, perusahaan robot AI yang sempat mendapat pendanaan besar namun akhirnya menghadapi tantangan bisnis. Pengalamannya sebagai entrepreneur di bidang hardware robot membantunya mengenali potensi Unitree yang mengutamakan penelitian mandiri dan kontrol biaya hardware. Selain Unitree, Yin aktif berinvestasi di bidang energi dan aerospace. Namun, langkah terbaru dan terpentingnya adalah menjadi Chairman Galaxy General Intelligence (Galaxy通用), unicorn kecerdasan embodied yang didirikan 2023 dan telah mendapat pendanaan lebih dari 6,96 miliar yuan. Penunjukannya sebagai Chairman mengindikasikan keterlibatan mendalam dalam strategi perusahaan, tidak sekadar sebagai investor. Perubahan besar dalam manajemen Galaxy通用 ini juga dikabarkan sebagai persiapan untuk langkah kapital berikutnya. Dengan latar belakang karir di industri telepon seluler dan internet mobile (seperti di Sougou dan 360), Yin terkenal karena kemampuannya membaca tren teknologi berikutnya. Ia meninggalkan puncak karir di internet mobile untuk merintis usaha di bidang AI, meyakini itulah masa depan dekade berikutnya. Meski rendah profil dan menolak wawancara, pesannya jelas: mendukung entrepreneur robot berbakat seperti Wang Xingxing.

marsbit4j yang lalu

Dia yang Memberi Wang Xingxing 2 Juta Pertama, Kini Menjadi Ketua Dewan untuk "Yushu" Berikutnya

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片