Daehong Communications из Lotte Group разрабатывает экосистему Money Movement на блокчейне Aptos

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-03-31Terakhir diperbarui pada 2025-08-01

Daehong Communications, дочерняя компания южнокорейского конгломерата Lotte Group, объявила о создании экосистемы "Money Movement" на базе L1 блокчейна Aptos. Проект реализуется в рамках партнерства между Daehong Communications и Aptos Foundation, заключенного в прошлом году.

Система "Money Movement" предназначена для отслеживания и верификации цифровых активов — мобильных ваучеров, бонусных баллов, миль и стейблкоинов — в процессе их создания, передачи и использования в реальных транзакциях. Все данные о транзакциях будут записываться в блокчейн, что обеспечит прозрачность владения и управления активами.

В рамках инициативы Daehong интегрировала технологию Aptos с сервисом мобильных ваучеров "Giftiel", который управляется ее дочерней компанией Spoon. На этапе пробного запуска Giftiel уже зарегистрировал более 500 000 пользователей, выпустив свыше 1 миллиона ваучеров в сети Aptos.

Перенос всего жизненного цикла ваучеров Giftiel (выпуск, распределение и погашение) в блокчейн обеспечивает пользователям полную прозрачность и отслеживаемость, а бизнесу — доступ к надежным данным об использовании для улучшения операционной аналитики. В перспективе система может быть расширена для работы с программами лояльности, коммерческими сервисами и приложениями стейблкоинов.

Daehong Communications планирует углубить техническое и маркетинговое сотрудничество с Aptos Labs для дальнейшего развития экосистемы Aptos. Данные блокчейна Giftiel в реальном времени уже доступны через обозреватель, разработанный компанией Web3-решений Xangle, который предоставляет детальную информацию о ваучерах, транзакциях и пользовательской статистике.

Проект представляет собой практическое применение блокчейн-технологии в повседневной коммерции и имеет потенциал для более широкого внедрения в управление цифровыми активами.

Изображение: Freepik

Bacaan Terkait

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

**Ringkasan Perbandingan Arsitektur WeChat vs. Telegram** Pada kuartal kedua 2026, WeChat mencapai 1,428 miliar pengguna bulanan. Sebagai platform digital utama, arsitektur WeChat berbeda tajam dengan Telegram dalam beberapa aspek kunci: **Penyimpanan Data:** * **Telegram:** Menyimpan percakapan secara tak terbatas di cloud dengan sinkronisasi otomatis di semua perangkat. Versi desktop dapat berjalan mandiri. * **WeChat:** Riwayat chat disimpan secara lokal di perangkat. Transfer ke perangkat baru memerlukan migrasi manual via kode QR, dan versi desktop selalu membutuhkan konfirmasi dari ponsel. **Fitur Komentar & Diskusi:** * **Telegram:** Komentar di channel terintegrasi langsung dalam antarmuka yang sama melalui grup diskusi terpisah. * **WeChat:** Komentar di artikel akun resmi dimoderasi terlebih dahulu dan tidak memiliki sistem diskusi otomatis yang terikat ke artikel tertentu. **Platform Pengembang:** * **Telegram:** Bot API bersifat terbuka, gratis, dan dokumentasinya tersedia untuk publik. * **WeChat:** Mini-program beroperasi dalam ekosistem tertutup, memerlukan verifikasi, sertifikasi berbayar, dan seringkali lisensi bisnis untuk akses API. **Batas Pengiriman File:** * **Telegram:** Batas unggah 2 GB (umum) dan 4 GB (Premium), tanpa batas kecepatan. * **WeChat:** Batas umum 200 MB untuk file dalam chat. File lebih besar memerlukan "File Transfer Assistant" dan memiliki masa simpan terbatas di server. **Sistem Pembayaran & Ekosistem:** * **WeChat:** WeChat Pay terintegrasi sangat dalam di kehidupan sehari-hari di Tiongkok, menggantikan uang tunai di banyak aspek. * **Telegram:** Tidak memiliki sistem pembayaran fiat terintegrasi skala serupa. Fungsi keuangan lebih banyak melalui bot pihak ketiga dan berfokus pada pembayaran crypto. **Analisis Keamanan (Sudut Pandang AI):** Perbandingan juga menyoroti perbedaan dalam enkripsi. Telegram menawarkan enkripsi end-to-end untuk "Secret Chats", sementara WeChat tidak. Integrasi yang sangat erat antara chat dan pembayaran di WeChat (tanpa enkripsi end-to-end) dapat memperluas permukaan serangan. Misalnya, otoritas Singapura mencatat ratusan kasus penipuan terkait WeChat pada awal 2025. **Kesimpulan:** Kedua platform merepresentasikan filosofi berbeda: WeChat dibangun sebagai ekosistem tertutup yang terintegrasi sangat dalam dengan ekonomi nyata, sedangkan Telegram berfokus pada protokol terbuka, penyimpanan data fleksibel, dan hambatan rendah bagi pengembang. Pilihan arsitektur ini menentukan audiens dan skenario penggunaan masing-masing platform.

cryptonews.ru2j yang lalu

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

cryptonews.ru2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片