Южная Корея ограничила деятельность площадок Upbit и Bithumb

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-22Terakhir diperbarui pada 2025-08-22

Комиссия по финансовым услугам (FSC) и Служба финансового надзора (FSS), выразили серьезную озабоченность по поводу криптозаймов и маржинальной торговли, которые продвигаются крупными местными биржами. Недавно представители 5 ведущих криптовалютных платформ, включая Upbit и Bithumb, были вызваны в регуляторные органы для обсуждений.

Основной причиной стали продукты с кредитным плечом до 4x, которые предлагали площадки. В ответ на давление регуляторов, Upbit приостановила выдачу кредитов в стейблкоине Tether USD из-за возможных нарушений финансового закона. Bithumb в свою очередь изменила структуру своих предложений, но сохранила коэффициенты кредитного плеча.

Озабоченность регуляторов связана с правовой неопределенностью и высокими издержками для инвесторов. Они провели параллели между торговлей со значительным кредитным плечом на крипторынке и рискованными механизмами на традиционных рынках. Надзорные ведомства в очередной раз подчеркнули необходимость усиления защиты инвесторов.

Тем не менее эксперты предупреждают, что чрезмерное ужесточение правил может иметь и негативный эффект. По их мнению, это может подтолкнуть инвесторов к использованию офшорных платформ с менее строгими стандартами соответствия. А это увеличивает риски мошенничества и финансовых потерь.

Также действия государственных ведомств способны подорвать усилия Южной Кореи по защите инвесторов и развитию нативного регулируемого крипторынка.

На фоне этих событий в стране происходят и другие важные изменения в регулировании. Банк Кореи переименовал свою исследовательскую лабораторию, что может свидетельствовать о новом подходе к цифровым валютам. FSC также планирует ввести спотовые крипто-ETF к концу 2025 года, что может привлечь институциональных инвесторов. Кроме того Центральный банк изучает работу депозитных токенов и информирует инвесторов о рисках, связанных с использованием стейблкоинов.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit6j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit6j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru6j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片