В августе объем разблокированных криптотокенов может сократиться вдвое до $3 млрд

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-02-27Terakhir diperbarui pada 2025-07-31

По данным аналитического сервиса Tokenomist, специализирующегося на отслеживании вестинга, в августе ожидается разблокировка криптотокенов на сумму $3 млрд. Это на 52% меньше, чем в июле, когда было разблокировано активов на $6,3 млрд.

Хотя общий объем снижается, несколько крупных разблокировок могут оказать заметное влияние на рынок. В их числе Sui (SUI), Fasttoken (FTN), Aptos (APT), Avalanche (AVAX) и Arbitrum (ARB).

1 августа Sui проведет крупнейшую разблокировку месяца — на $167,62 млн. Особое внимание к этому событию связано с высокой fully diluted valuation (полной разводненной капитализацией) токена. Согласно данным Tokenomist, на данный момент разблокировано лишь 34,5% от общего предложения SUI, что создает потенциальные риски волатильности: выход значительного объема токенов на рынок может спровоцировать продажи со стороны ранних инвесторов.


Крупнейшие разблокировки токенов в августе. Источник: Tokenomist

50%-ное снижение объема разблокировок — значимо, но не означает замедления рынка

18 августа Fasttoken (FTN) разблокирует токены на $91,6 млн, что станет второй по величине эмиссией в этом месяце. Однако последствия для рынка могут быть минимальными, так как более 94% предложения FTN уже находится в свободном обращении.

Среди других заметных событий: Aptos (APT) с объемом $51,5 млн, Avalanche (AVAX) с $40,35 млн и Arbitrum (ARB) с $39,24 млн. Все эти разблокировки запланированы на середину августа. Менее ликвидные активы, такие как Starknet (STRK) и Kaito (с объемами $16 млн и $29 млн соответственно), могут столкнуться с повышенной волатильностью из-за меньшей глубины рынка.

Винсент Кадар, генеральный директор платформы для security-токенов Polymath (POLY), подчеркивает, что 50%-ное снижение объема разблокировок — значимый, но не определяющий тренд показатель.

«Это снижение заметно, но не обязательно сигнализирует о долгосрочном замедлении. Проекты адаптируются к изменяющимся рыночным тенденциям, новым регуляторным требованиям и необходимости подтверждать свою полезность перед увеличением предложения», — пояснил он.

Инвесторы переходят к более взвешенной оценке разблокировок

Кадар отмечает существенные изменения в подходе институциональных и опытных инвесторов к оценке эмиссии токенов. Если ранее преобладала «тревожность по поводу разблокировки», когда выход новых объемов вызывал панику и резкие колебания цен, то сейчас фокус сместился на фундаментальные аспекты:

«Инвесторы хотят понимать экономическую логику процесса. Совпадает ли разблокировка с реальным внедрением технологии? Обеспечена ли прозрачность управления? Соответствует ли токеномика долгосрочным целям проекта?»

Эксперт подчеркивает, что сейчас меньше внимания уделяется краткосрочным аспектам токеномики и больше — фундаментальным факторам, включая механизмы управления, практическую полезность и соответствие стратегическим целям. Особое значение приобретают вопросы соответствия регуляторным требованиям и устойчивого развития, особенно для проектов, ориентированных на привлечение институционального капитала.

«Это конструктивный сдвиг для всей отрасли, — отмечает Кадар. — По мере взросления блокчейн-проектов и их выхода на публичные рынки меняется и качество дискуссий вокруг них».

Bacaan Terkait

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

Kejutan spektakuler terjadi di pasar saham China. Perusahaan alat uji komunikasi optik, Lianxun Instruments, mengalami kenaikan harga saham 30 kali lipat hanya dalam dua bulan setelah IPO, menjadi saham termahal di A-Shares (melebihi 2.000 RMB). Hal ini membuat sekitar 100 insinyur dan karyawan inti di Suzhou meraih kebebasan finansial yang luar biasa. Untuk mempertahankan talenta teknis, perusahaan telah mempersiapkan platform kepemilikan saham karyawan sejak lama. Melalui tiga platform tersebut, para karyawan kini menguasai 15.91% saham perusahaan, senilai lebih dari 36 miliar RMB. Hampir 40 karyawan menjadi miliarder, dan yang memiliki saham terkecil pun nilainya melebihi 5 juta RMB. Pendiri perusahaan, Hu Haiyang, Huang Jianjun, dan Yang Jian, masing-masing menjadi miliarder baru di Suzhou. Kesuksesan ini didorong oleh ledakan permintaan daya komputasi AI. Pendapatan Lianxun melonjak dari 276 juta RMB (2023) menjadi 1,194 miliar RMB (2025). Investor awal, termasuk modal negara bagian Suzhou, menikmati imbal hasil ratusan kali lipat. Fenomena ini menandai era baru di mana kekayaan diciptakan oleh teknologi. Berbeda dengan era internet dan properti sebelumnya, kini insinyur dan tenaga teknis mulai menjadi pemeran utama dalam kisah sukses finansial. Perusahaan-perusahaan di bidang komunikasi optik, AI, chip, dan semikonduktor lainnya juga melahirkan kisah serupa, memberi imbalan pada para talenta teknis yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi China.

marsbit1j yang lalu

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

marsbit1j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

**Ringkasan: Makalah NVIDIA yang Mengkhawatirkan tentang AI yang Berkembang Biak Sendiri dan Berevolusi Tanpa Henti** Sebuah makalah penelitian baru yang ditulis bersama oleh Universitas Cambridge, NVIDIA, dan lembaga lainnya, berjudul **"Red Queen Gödel Machine (RQGM)"**, telah memicu perdebatan serius. Makalah ini menggambarkan sistem AI yang dapat **menulis dan memutasi kode algoritma belajarnya sendiri** secara mandiri. Mekanismenya menyerupai permainan evolusi yang kejam: 1. AI menghasilkan varian kode baru (keturunan dengan mutasi). 2. Varian ini diuji dalam lingkungan terbatas (sandbox). 3. Varian yang gagal dihapus, yang berhasil dipertahankan untuk reproduksi dan evolusi lebih lanjut. Yang paling mengkhawatirkan adalah langkah selanjutnya: AI kemudian **secara aktif mengembangkan "penguji" atau "wasit"-nya sendiri**. Ia menciptakan standar evaluasi yang lebih ketat untuk menilai kode yang lebih maju yang dihasilkannya. Hal ini menciptakan **lingkaran rekursif tanpa akhir** di mana baik "peserta" (agen AI) maupun "penguji" secara bersama-sama berevolusi dan saling mendorong menuju kemampuan yang semakin tinggi—seperti dalam **"Hipotesis Ratu Merah"** di biologi: "Kita harus terus berlari secepat mungkin hanya untuk tetap di tempat yang sama." Dalam eksperimen, RQGM menunjukkan peningkatan kinerja dalam beberapa tugas: * **Penulisan Kode:** Meningkatkan tingkat kelulusan pada kumpulan tes. * **Penulisan Makalah Akademik:** Meningkatkan tingkat "penerimaan" makalah yang dihasilkan AI oleh panel peninjau. * **Pembuktian Matematika:** Menghasilkan sistem penilaian yang lebih akurat dan agen pembuktian yang berkinerja lebih baik. Makalah ini dilihat sebagai langkah signifikan menuju **Recursive Self-Improvement (RSI)**, di mana AI dapat meningkatkan dirinya sendiri secara berulang. Beberapa ahli, seperti Jack Clark dari Anthropic, memprediksi kemungkinan 60% bahwa AI dengan kemampuan evolusi mandiri yang tinggi akan muncul pada akhir tahun 2028. Karya RQGM dianggap sebagai langkah konkret yang memperpendek jarak menuju skenario semacam itu, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang masa depan dan potensi kemunculan Kecerdasan Buatan Super (ASI).

marsbit1j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

marsbit1j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报3j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片