CBOE ETF Filing With SEC Aims to Cut Listing Time to 75 Days

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-07-09Terakhir diperbarui pada 2025-07-31

The Chicago Board Options Exchange (CBOE) has filed a proposal to the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) that may greatly reduce the time it takes to approve crypto ETFs.

The CBOE, a large U.S. options exchange, filed a 19b-4 rule change proposal with the SEC that would permit crypto ETFs to be listed under a generic framework that eliminates the case-by-case approvals.

If approved, issuers won’t need to wait 180+ days for SEC approval. Instead, they can list spot Bitcoin ETFs and other similar products more easily if they meet standard requirements. Bloomberg ETF analyst James Seyffart called this move “a pretty big deal,” saying it could transform how digital asset ETFs launch in the U.S.

The SEC now has 240 days to decide on the proposal. It follows the SEC’s recent approval of in-kind redemptions for Bitcoin and Ethereum ETFs and a broader effort to reduce ETF listing time to just 75 days.

The filing was made in the U.S., but the impact could be global, especially as CBOE competes with exchanges like Nasdaq and NYSE in crypto ETF listings. The rule would require the ETF’s underlying asset to trade on a Designated Contract Market for at least six months. 

According to legal experts like Greg Xethalis, Solana ETFs expected in October could qualify if the rule passes. Lawyer Bill Morgan says XRP ETFs may also launch soon under this model.

Also Read: Cboe Files to List Canary’s Staked Injective ETF



Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit3j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片