Circle Scores Major Win as Fintech Titan FIS Adds USDC Transfers for Banks

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-07Terakhir diperbarui pada 2025-07-29

Key Takeaways
  • Circle has regulatory approval in 46 U.S. states and Europe.
  • The FIS handles trillions of dollars in transactions and assets every year.
  • Tether (USDT) is considering re-entering the U.S market.

The world’s second-largest stablecoin, Circle’s USDC, has been integrated into the American multinational financial institution, Fidelity National Information Services (FIS), and has become part of its domestic and international payments hub.

USDC for Banks

Fortune 500 firm FIS has announced that it’ll integrate Circle’s USDC stablecoin into its Money Movement Hub, which offers banks a variety of payment networks.

According to the announcement, the “novel partnership” will provide U.S. financial institutions with access to domestic and cross-border USDC payment rails through Circle’s “regulated affiliates.”

Notably, this is the first FIS product to leverage Circle’s infrastructure, and it hopes to remedy the troubles of older systems like SWIFT, which are slow and costly in comparison to stablecoin transactions on the blockchain.

Circle’s USDC operates across 23 blockchain networks, circulating almost 64 billion tokens.

It’ll be a huge boost for the stablecoin as the FIS handles trillions of dollars in transactions and assets annually, serving thousands of clients across more than 150 countries.

Moving Ahead

The news follows hot on the heels of sweeping regulatory reforms around crypto and stablecoins in the U.S., which just passed the stablecoin-centric GENIUS Act.

As explained by Circle’s Chief Business Officer, Kash Razzaghi, thanks to this bill, the convergence of traditional mainstream financial institutions and stablescoins can bring “faster, more transparent, and economically efficient ways to move money.”

He adds that it’s a way for U.S. institutions to “modernize and stay competitive.”

This has prompted leading stablecoin issuer, Tether (USDT), to reconsider re-entering the U.S. market with a focus on providing for institutional clients.

That said, Tether needs to make more of a push if it wants to become regulatory compliant in the U.S. and Europe, as it continues to concede territory to Circle’s ongoing efforts to secure regulatory approval.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

Bitcoin (BTC) saat ini menghadapi ujian teknis dan makroekonomi yang signifikan. Aset kripto ini telah mencatatkan tiga kuartal kerugian berturut-turut, sebuah tren yang terakhir terlihat pada pasar bearish 2022. Lebih dari 50% pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam posisi rugi (underwater). Yang menarik, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTHs), yang menguasai 78% pasokan beredar, justru menunjukkan ketahanan dengan terus mengakumulasi aset dan tidak menjual selama pelemahan ini. Pasokan LTH bahkan mencapai rekor tertinggi pada Juni, menunjukkan pola yang berbeda dari siklus sebelumnya di mana penyerahan (capitulation) LTH biasanya menandai titik terendah pasar. Namun, tekanan dari lingkungan makroekonomi bisa menjadi ujian terberat. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve telah bergeser, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September meningkat. Hal ini mengindikasikan kondisi keuangan yang lebih ketat di masa mendatang. Secara historis, pasar bearish Bitcoin pada 2018 dan 2022 tidak mencapai dasar hingga mencatatkan sembilan bulan penurunan berturut-turut. Siklus saat ini baru mencapai tujuh bulan. Jika pola ini berlanjut, fase capitulation mungkin belum selesai. Titik terendah yang berkelanjutan baru akan terbentuk setelah LTH mulai menyerah, dan potensi pergerakan menuju level $50.000 pada akhir kuartal ketiga masih mungkin terjadi sebelum pembentukan dasar pasar yang sebenarnya.

ambcrypto2j yang lalu

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

ambcrypto2j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit7j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit7j yang lalu

Trading

Spot
活动图片