Демократы проверяют регулятора жилищного сектора на предмет учета криптовалют при ипотечном кредитовании

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-02-27Terakhir diperbarui pada 2025-07-29

Группа сенаторов-демократов инициировала расследование в отношении директора Федерального агентства жилищного финансирования (FHFA) Уильяма Пулта. Поводом послужил его указ, предполагающий изучение возможности учета криптовалютных активов при одобрении ипотечных кредитов без обязательной конвертации в доллары США.

В пятницу пять сенаторов во главе с Джеффом Меркли направили официальный запрос, требуя разъяснений относительно потенциальных рисков и последствий такого решения для жилищного рынка и финансовой системы страны. К письму присоединились Элизабет Уоррен, Крис Ван Холлен, Мейзи Хироно и Берни Сандерс, установив срок для ответа до 7 августа.

Ранее Пулт поручил подконтрольным FHFA компаниям Fannie Mae и Freddie Mac подготовить предложения по методике оценки криптоактивов при рассмотрении заявок на ипотечное кредитование для частных домовладений. Эти государственные организации, находящиеся под управлением FHFA с 2008 года, играют ключевую роль на ипотечном рынке США.

Опасения относительно рисков для заемщиков

Сенаторы выразили серьезную озабоченность, что новый подход «может создать неоправданные риски для потребителей и поставить под угрозу стабильность жилищного и финансового рынков». По действующим правилам, криптовалюты могут учитываться при одобрении ипотеки только после конвертации в доллары.

Особое беспокойство вызывает высокая волатильность цифровых активов и проблемы с ликвидностью. Как отмечается в письме, заемщики рискуют столкнуться с ситуацией, когда «невозможность своевременной конвертации криптовалюты по приемлемому курсу может привести к дефолту по ипотечным обязательствам».


Отрывок из письма сенаторов-демократов Уильяму Пулту. Источник: Комитет Сената США по банковскому делу, жилищному строительству и городским вопросам

Дополнительные риски связаны с уязвимостью криптоактивов к мошенническим схемам, кибератакам и физическим кражам, что может привести к безвозвратной потере средств, используемых для обеспечения ипотеки.

Вопросы о конфликте интересов

Законодатели также поставили под сомнение объективность предлагаемых изменений, указав на возможные конфликты интересов. В частности, они обратили внимание на криптовалютные активы супруги Пулта стоимостью до $2 млн, а также на связи семьи Трампа с криптоиндустрией через различные бизнес-проекты.

Особую критику вызвал предусмотренный указом механизм утверждения изменений через советы директоров Fannie Mae и Freddie Mac, которые возглавляет сам Пулт. Сенаторы обвинили главу FHFA в возможном сговоре с «заинтересованными представителями отрасли».

Требования к прозрачности процесса

В запросе подчеркивается недостаточная ясность распоряжения: отсутствуют детали разработки предложений, методики оценки рисков и механизмы сбора обратной связи. Сенаторы напомнили о банковском кризисе 2023 года, частично связанном с рисками криптовалютного бизнеса, и о выводах Fannie Mae 2021 года, согласно которым использование криптоактивов в жилищном кредитовании являлось «наименее предпочтительным сценарием» применения блокчейн-технологий.

В перечень запрашиваемой информации вошли данные о консультациях с экспертами, процедура утверждения решения и меры по предотвращению конфликтов интересов.

Bacaan Terkait

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

Kejutan spektakuler terjadi di pasar saham China. Perusahaan alat uji komunikasi optik, Lianxun Instruments, mengalami kenaikan harga saham 30 kali lipat hanya dalam dua bulan setelah IPO, menjadi saham termahal di A-Shares (melebihi 2.000 RMB). Hal ini membuat sekitar 100 insinyur dan karyawan inti di Suzhou meraih kebebasan finansial yang luar biasa. Untuk mempertahankan talenta teknis, perusahaan telah mempersiapkan platform kepemilikan saham karyawan sejak lama. Melalui tiga platform tersebut, para karyawan kini menguasai 15.91% saham perusahaan, senilai lebih dari 36 miliar RMB. Hampir 40 karyawan menjadi miliarder, dan yang memiliki saham terkecil pun nilainya melebihi 5 juta RMB. Pendiri perusahaan, Hu Haiyang, Huang Jianjun, dan Yang Jian, masing-masing menjadi miliarder baru di Suzhou. Kesuksesan ini didorong oleh ledakan permintaan daya komputasi AI. Pendapatan Lianxun melonjak dari 276 juta RMB (2023) menjadi 1,194 miliar RMB (2025). Investor awal, termasuk modal negara bagian Suzhou, menikmati imbal hasil ratusan kali lipat. Fenomena ini menandai era baru di mana kekayaan diciptakan oleh teknologi. Berbeda dengan era internet dan properti sebelumnya, kini insinyur dan tenaga teknis mulai menjadi pemeran utama dalam kisah sukses finansial. Perusahaan-perusahaan di bidang komunikasi optik, AI, chip, dan semikonduktor lainnya juga melahirkan kisah serupa, memberi imbalan pada para talenta teknis yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi China.

marsbit2j yang lalu

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

marsbit2j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

**Ringkasan: Makalah NVIDIA yang Mengkhawatirkan tentang AI yang Berkembang Biak Sendiri dan Berevolusi Tanpa Henti** Sebuah makalah penelitian baru yang ditulis bersama oleh Universitas Cambridge, NVIDIA, dan lembaga lainnya, berjudul **"Red Queen Gödel Machine (RQGM)"**, telah memicu perdebatan serius. Makalah ini menggambarkan sistem AI yang dapat **menulis dan memutasi kode algoritma belajarnya sendiri** secara mandiri. Mekanismenya menyerupai permainan evolusi yang kejam: 1. AI menghasilkan varian kode baru (keturunan dengan mutasi). 2. Varian ini diuji dalam lingkungan terbatas (sandbox). 3. Varian yang gagal dihapus, yang berhasil dipertahankan untuk reproduksi dan evolusi lebih lanjut. Yang paling mengkhawatirkan adalah langkah selanjutnya: AI kemudian **secara aktif mengembangkan "penguji" atau "wasit"-nya sendiri**. Ia menciptakan standar evaluasi yang lebih ketat untuk menilai kode yang lebih maju yang dihasilkannya. Hal ini menciptakan **lingkaran rekursif tanpa akhir** di mana baik "peserta" (agen AI) maupun "penguji" secara bersama-sama berevolusi dan saling mendorong menuju kemampuan yang semakin tinggi—seperti dalam **"Hipotesis Ratu Merah"** di biologi: "Kita harus terus berlari secepat mungkin hanya untuk tetap di tempat yang sama." Dalam eksperimen, RQGM menunjukkan peningkatan kinerja dalam beberapa tugas: * **Penulisan Kode:** Meningkatkan tingkat kelulusan pada kumpulan tes. * **Penulisan Makalah Akademik:** Meningkatkan tingkat "penerimaan" makalah yang dihasilkan AI oleh panel peninjau. * **Pembuktian Matematika:** Menghasilkan sistem penilaian yang lebih akurat dan agen pembuktian yang berkinerja lebih baik. Makalah ini dilihat sebagai langkah signifikan menuju **Recursive Self-Improvement (RSI)**, di mana AI dapat meningkatkan dirinya sendiri secara berulang. Beberapa ahli, seperti Jack Clark dari Anthropic, memprediksi kemungkinan 60% bahwa AI dengan kemampuan evolusi mandiri yang tinggi akan muncul pada akhir tahun 2028. Karya RQGM dianggap sebagai langkah konkret yang memperpendek jarak menuju skenario semacam itu, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang masa depan dan potensi kemunculan Kecerdasan Buatan Super (ASI).

marsbit2j yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

marsbit2j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报4j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片