Harga Penerbitan STRC yang Didiskusikan dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjerumus ke dalam 'Death Spiral'?
Sejak diluncurkan oleh Strategy pada akhir Juli 2025, STRC, saham preferen yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar nilai nominal $100, telah terjerumus ke diskon yang dalam, bahkan sempat menyentuh rekor terendah $82.53. Harga saat ini sekitar $88.59, sekitar 13% di bawah nominal, yang mendorong imbal hasil efektifnya di atas 12.9%.
Michael Saylor mengakui bahwa struktur STRC dirancang melalui diskusi panjang dengan AI. Saat ditanyakan kepada model AI seperti ChatGPT tentang kemungkinan pemulihan harga, jawabannya bersyarat: diperlukan peningkatan kepercayaan pasar, keberlanjutan pembayaran dividen, dan pemulihan harga Bitcoin.
Kekhawatiran utama adalah apakah Strategy akan dipaksa menjual Bitcoin untuk memenuhi kewajiban dividen, terutama setelah penjualan simbolis 32 BTC baru-baru ini. Pembelian Bitcoin oleh Strategy juga melambat signifikan, dari miliaran dolar per minggu menjadi hanya sekitar $100 juta per minggu pada Juni. Selain itu, mekanisme penerbitan saham baru (ATM) untuk mendanai pembelian telah terhenti sementara karena diskon yang melebar.
Ekonom Peter Schiff mengecam struktur ini sebagai "skema Ponzi terpusat", sementara pihak bullish seperti Jesse Myers menyalahkan likuidasi leverage sebagai penyebab penurunan harga. Myers berpendapat bahwa dengan kondisi saat ini, Strategy dapat membayar dividen STRC selama 32 tahun tanpa menjual Bitcoin, asalkan Bitcoin mengalami apresiasi tahunan sekitar 2%.
Titik pengamatan kunci adalah pada 30 Juni, ketika pembayaran dividen beralih menjadi dua minggu sekali dan aturan penyesuaian suku bunga dividen otomatis berdasarkan harga rata-rata bulanan akan diterapkan. Karena harga tetap di bawah $95, kenaikan suku bunga dividen lebih lanjut hampir dipastikan, yang berpotensi memperburuk spiral jika Strategy kesulitan mendanainya tanpa menjual aset atau menerbitkan lebih banyak saham. Inti perdebatan adalah apakah mekanisme ini adalah "penstabil" atau "akselerator" krisis, dengan jawabannya tergantung pada kemampuan Strategy memenuhi kewajiban tanpa menjual Bitcoin.
marsbit15m yang lalu