Hong Kong’s Stablecoin Rules Go Live Aug. 1 as Global Regulation Heats Up

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-08Terakhir diperbarui pada 2025-07-08

Key Takeaways

  • Hong Kong’s stablecoin law takes effect August 1, marking a major shift in regulatory oversight.
  • Over 40 firms are competing for fewer than 10 available licenses.
  • Global momentum builds as countries push ahead with their own stablecoin frameworks.

Hong Kong is about to flip the switch on stablecoin regulation. Starting Aug. 1, only licensed firms will be allowed to issue or operate stablecoin services in the region.

The law, passed by Hong Kong’s Legislative Council in May, targets stablecoin issuers and related service providers, especially those tied to HKD-pegged tokens. It’s a major move that sets the stage for a tightly controlled, highly selective market.

40 Companies, Fewer Than 10 Licenses

The buzz around licensing is already intense. Big players like Ant Group, JD.com, Standard Chartered, and Yuanbi are among the 40-plus firms reportedly preparing applications.

But here’s the catch: fewer than ten licenses are up for grabs.

Industry sources say the Hong Kong Monetary Authority (HKMA) wants to keep things tight, focusing on credibility and compliance from day one.

That means many applicants, especially smaller or newer players, might not make the cut.

Law firms say they’re swamped with clients rushing to meet the deadline.

Some are already deep into paperwork, while others are still in the consultation stage.

Either way, when applications officially open, Aug. 1 is the date when the real race begins.

Global Push To Regulate Stablecoins

Stablecoins have gone from niche utility to a $250 billion cornerstone of the crypto economy.

Whether for trading, lending, or cross-border payments, they’ve become essential infrastructure for both CeFi and DeFi.

Now, governments worldwide are stepping in to build legal guardrails—and fast.

Here’s where things stand globally:

United States

The U.S. is on the verge of passing the CLARITY Act, a bipartisan bill that could become the country’s first stablecoin-specific regulation.

United Kingdom

The FCA is working on stablecoin guidelines under the Financial Services and Markets Act 2023, including reserve rules and systemic risk evaluations.

Canada

Canada’s OSFI is crafting a regulatory framework focused on AML and consumer protections. Public consultations began in 2024.

Australia

ASIC is currently reviewing stablecoin oversight within its broader crypto regulatory roadmap, including reserve and licensing proposals.

Thailand

The Bank of Thailand is running a regulatory sandbox specifically for Baht-pegged stablecoins, working closely with local fintechs.

South Korea

The FSC is updating its 2021 crypto law to include specific protections for stablecoin users, including reserve audits and transparency requirements.

Was this Article helpful? Yes No

Bacaan Terkait

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

Bitcoin (BTC) saat ini menghadapi ujian teknis dan makroekonomi yang signifikan. Aset kripto ini telah mencatatkan tiga kuartal kerugian berturut-turut, sebuah tren yang terakhir terlihat pada pasar bearish 2022. Lebih dari 50% pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam posisi rugi (underwater). Yang menarik, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTHs), yang menguasai 78% pasokan beredar, justru menunjukkan ketahanan dengan terus mengakumulasi aset dan tidak menjual selama pelemahan ini. Pasokan LTH bahkan mencapai rekor tertinggi pada Juni, menunjukkan pola yang berbeda dari siklus sebelumnya di mana penyerahan (capitulation) LTH biasanya menandai titik terendah pasar. Namun, tekanan dari lingkungan makroekonomi bisa menjadi ujian terberat. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve telah bergeser, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September meningkat. Hal ini mengindikasikan kondisi keuangan yang lebih ketat di masa mendatang. Secara historis, pasar bearish Bitcoin pada 2018 dan 2022 tidak mencapai dasar hingga mencatatkan sembilan bulan penurunan berturut-turut. Siklus saat ini baru mencapai tujuh bulan. Jika pola ini berlanjut, fase capitulation mungkin belum selesai. Titik terendah yang berkelanjutan baru akan terbentuk setelah LTH mulai menyerah, dan potensi pergerakan menuju level $50.000 pada akhir kuartal ketiga masih mungkin terjadi sebelum pembentukan dasar pasar yang sebenarnya.

ambcrypto34m yang lalu

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

ambcrypto34m yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit6j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片