XRP Price Can Still Cross $3, But It Needs To Hold This Level Against Bears

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-03Terakhir diperbarui pada 2025-07-04

Abstrak

XRP’s recent rally to $2.30 has been followed by a cooling-off period, with the price falling back to $2.18 after...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

XRP’s recent rally to $2.30 has been followed by a cooling-off period, with the price falling back to $2.18 after slipping below the short-lived $2.25 support. Although this pullback might raise concern, it comes on the back of a week-long steady increase that took XRP from $1.93 early last week back to the $2.33 resistance level that has held firm in the past 30 days.

Crypto analyst CasiTrades shared an updated outlook with a chart to show how a test of the consolidation zone between $2.18 and $2.16 could determine whether XRP reclaims its bullish momentum to $3 or enters into a deeper reset.

$2.16–$2.18 Zone Determines XRP’s Direction

According to CasiTrades, who posted her technical analysis on the social media platform X, XRP’s recent retest around $2.16–$2.18 is not yet a breakdown, but it marks a defining moment. After reaching $2.30 resistance, the price wasn’t able to hold the $2.25 support level. Instead, it pulled back to retest. 

Notably, this zone was previously the top of a major consolidation structure, and holding above it would suggest that XRP is a simple backfill structure after a breakout.  This is a very common pattern where a crypto price rejects a key resistance, retests the initial breakout zone, and resumes the trend if momentum holds.

XRP
Source: CasiTrades on X

In the analyst’s view, the market needs to respect this range to confirm that XRP is still in breakout mode. The importance of this level is also echoed in the chart shared by the analyst, where a rising wedge intersects with the highlighted horizontal support at $2.1688 around the 0.382 Fibonacci retracement level. 

On the other hand, a failure to hold would shift the outlook drastically from a bullish perspective. As noted by the analyst, if the altcoin fails to hold above $2.16, it could initiate a pullback toward $1.90 and potentially invalidate the bullish setup that has been building over the past week.

RSI Divergence Points To Higher Chance Of Rebound

One of the early encouraging signs for XRP bulls is in the Relative Strength Index (RSI), which has been diverging from price. This is an excellent signal of seller exhaustion, which supports the analyst’s claim that the current move could be more of a cooldown than another crash to $1.90.

CasiTrades believes XRP would be ready for its next extension wave if bulls can defend the $2.16 to $2.18 range and reclaim $2.25. The price targets in view are $2.69 and $3.04, both based on Fibonacci levels. The first resistance level is at $2.3027 around the 0.618 Fibonacci extension. This price level is also a milestone for confirming the strength of the rally before a broader move to $3 and possibly above.

Interestingly, the altcoin’s price action in the past 12 hours has seen it already reclaiming bullish momentum after bouncing off an intraday low of $2.17. At the time of writing, XRP is trading at $2.27, up by 3.7% in the past 24 hours. This shows that buyers are already working to flip the $2.25 price level.

XRP
XRP trading at $02.28 on the 1D chart | Source: XRPUSDT on Tradingview.com
Featured image from Getty Images, chart from Tradingview.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

"Kripto vs. Komputasi Kuantum: Skenario dan Langkah Antisipasi" Komputasi kuantum merupakan ancaman sistematis terhadap kriptografi kunci publik yang menjadi dasar blockchain. Algoritma Shor berpotensi memecah enkripsi berbasis kurva elips (ECC/RSA) yang melindungi aset kripto. Titik kritis (Q-Day), saat komputer kuantum toleran kesalahan (CRQC) dapat melakukan serangan praktis, diperkirakan antara 2030-2045. Ini menciptakan "utang keamanan" yang harus diselesaikan. Risiko terbesar ada pada aset dengan kunci publik yang sudah terekspos di rantai (misal, beberapa UTXO Bitcoin awal atau alamat yang telah digunakan). Algoritma kuantum lain, Grover, hanya mengurangi margin keamanan hash secara gradual, sehingga tidak separah ancaman Shor. Solusinya terletak pada migrasi ke Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC) seperti algoritma berbasis kisi (ML-DSA) atau berbasis hash (SLH-DSA). Tantangan utamanya bukan teknis semata, melainkan koordinasi ekosistem dan konsensus sosial. - **Bitcoin**: Risiko tertinggi pada UTXO warisan. Migrasi memerlukan soft-fork, tetapi terkendala oleh pembengkakan ukuran tanda tangan PQC (hingga 49KB) dan dilema tata kelola: membiarkan aset warisan terekspos atau memaksa pembekuan yang melanggar prinsip "tidak dapat diubah". - **Ethereum**: Mengembangkan "ketangkasan kriptografi" melalui jalur paralel: akun abstrak untuk pengguna, mengganti tanda tangan konsensus BLS dengan leanXMSS, dan merekonstruksi lapisan data. Lapisan-2 (L2) menjadi lahan uji coba. Jalur lain termasuk blockchain native-PQC seperti QRL. Namun, ekosistem utama (BTC/ETH) menghadapi kompleksitas migrasi menyeluruh yang memerlukan koordinasi node, dompet, bursa, dan penyimpanan aset. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukan akhir dari kripto, tetapi ujian berat. Jendela waktu untuk migrasi terkoordinasi diperkirakan 5-8 tahun. Kegagalan mencapai konsensus dapat memicu krisis kepercayaan dan penilaian ulang risiko aset blockchain sebelum Q-Day benar-benar tiba.

marsbit11m yang lalu

IOSG: Hitung Mundur Q-Day, Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit11m yang lalu

Tiger Research: Pindahkan Tokenisasi RWA ke Luar Negeri Terlebih Dahulu

Penelitian Tiger membahas pentingnya institusi keuangan di yurisdiksi tanpa regulasi RWA (Real World Assets) untuk segera berekspansi ke luar negeri guna mengakumulasi pengalaman nyata. Artikel ini menguraikan dua jalur utama: memasuki yurisdiksi dengan regulasi matang seperti Hong Kong, Singapura, atau AS, atau menggunakan jalur asli di rantai blok (*chain-native*) seperti Ondo dan Plume. Sebelum memulai, institusi harus mempersiapkan enam aspek inti: pemilihan yurisdiksi, perizinan, definisi aset, target investor, mata uang penyelesaian, dan kebutuhan operasional. Pilihan-pilihan ini saling terkait dan menentukan kelancaran operasi. Jalur yurisdiksi langsung menawarkan kejelasan regulasi tetapi memerlukan sumber daya dan waktu yang signifikan untuk mendirikan entitas dan mendapatkan izin. Sebaliknya, jalur asli di rantai blok menawarkan kecepatan dan jangkauan yang lebih luas dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, meskipun kompleksitas desain strukturnya bisa menjadi tantangan. Kesimpulannya, menunggu kerangka regulasi domestik yang sempurna bukanlah satu-satunya pilihan. Pasar global RWA tidak akan menunggu. Kemampuan untuk bertindak cepat, memilih jalur yang sesuai, dan mengumpulkan pengalaman operasional langsung adalah kunci untuk mengambil posisi kompetitif di awal pertumbuhan pasar ini. Inti dari bisnis tokenisasi bukan hanya pada desain teknologi, tetapi pada penyelesaian keseluruhan proses penjualan kepada investor.

marsbit1j yang lalu

Tiger Research: Pindahkan Tokenisasi RWA ke Luar Negeri Terlebih Dahulu

marsbit1j yang lalu

Bitcoin Suisse Lanjutkan Ekspansi di Timur Tengah, Dapatkan Izin Layanan Keuangan di Abu Dhabi

Bitcoin Suisse, penyedia layanan keuangan aset digital terkemuka asal Swiss, mempercepat ekspansi internasionalnya dengan memperoleh Izin Layanan Keuangan (FSP) dari Otoritas Pengatur Layanan Keuangan (FSRA) di Pusat Keuangan Internasional Abu Dhabi (ADGM). Izin ini diberikan kepada anak perusahaannya, BTCS (Middle East) Ltd., yang kini secara resmi berwenang menawarkan rangkaian layanan aset digital yang diatur untuk klien institusional dan profesional di Uni Emirat Arab. Dengan izin ini, Bitcoin Suisse menghadirkan pengalaman lebih dari satu dekade serta infrastruktur yang kuat ke pasar UEA. Perusahaan, yang saat ini mengamankan aset kripto senilai USD 3,7 miliar dan merupakan operator staking terbesar keempat secara global, akan menyediakan layanan seperti custodi tingkat institusi, perdagangan aset virtual yang disetujui, serta manajemen eksposur aset digital dalam lingkungan yang patuh regulasi. Layanan didukung oleh manajer hubungan yang didedikasikan untuk pendekatan yang dipersonalisasi. Pimpinan BTCS ME menyebut perolehan FSP sebagai tonggak penting dalam strategi pertumbuhan global mereka, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap ketangguhan infrastruktur dan hubungan klien yang tepercaya. Pihak ADGM juga menyambut baik kedatangan Bitcoin Suisse, yang memperkuat ekosistem aset digital di Abu Dhabi sebagai hub keuangan terkemuka di kawasan.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Bitcoin Suisse Lanjutkan Ekspansi di Timur Tengah, Dapatkan Izin Layanan Keuangan di Abu Dhabi

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片