ECB Plans Crypto Ledger Technology as CBDCs Advance: Choose Best Wallet Custody Instead

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-02

Abstrak

The European Central Bank (ECB) is planning distributed ledger technology (DLT) for financial settlement, which shows a good intention to...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The European Central Bank (ECB) is planning distributed ledger technology (DLT) for financial settlement, which shows a good intention to modernize the Eurozone’s financial infrastructure.

How will they do it? Through a ‘dual-track strategy’ that explores immediate and long-term applications of DLT. While the developments will bring novel technology into traditional finance, the conversation around Central Bank Digital Currencies (CBDCs) also intensifies.

It begs several questions, mostly regarding financial autonomy and privacy, especially when contrasted with solutions like Best Wallet.

ECB’s Dual-Track DLT Strategy and the Rise of CBDCs

The ECB’s dual-track strategy involves two distinct initiatives, ‘Pontes’ and ‘Appia’.

1. The Short-term Track (Pontes)

It links DLT platforms and existing TARGET Services for the settlement of wholesale transactions in central bank money.

This approach seeks to leverage DLT to improve efficiency and security within the current financial framework.

2. The long-term vision (Appia)

It shapes a future-ready, innovative, and integrated financial ecosystem within Europe and eventually globally.

This long-term track suggests a more fundamental rethink of the market infrastructure. Which potentially invites tokenized assets and more sophisticated DLT applications.

The duality in approach shows a forward-looking perspective on digital assets.

Simultaneously, central banks (including the ECB) are actively investigating and developing CBDCs. The digital euro, for instance, wants to have a foundation by October 2025.

You might argue that CBDCs are more secure and efficient, and might replace cash in an increasingly cashless society. Their goal – to enable faster interbank settlements, improve cross-border payments, and strengthen monetary sovereignty, of course.

But. And there’s a big but here.

The push for CBDCs comes with some significant privacy concerns. For one, centralized control from banks—they’ll theoretically see all your transactions and potentially impose limitations on your account.

These contrast sharply with the inherent privacy and control offered by self-custody solutions like Best Wallet (one of the leading non-custodial crypto wallets).

Best Wallet: Your Shield Against Centralized Control

CBDCs inherently allow for surveillance and potential control over your financial transactions. This doesn’t happen with cash or decentralized crypto transactions. And it’s also where Best Wallet’s self-custody solution shines, offering true financial freedom.

Best Wallet landing page

Best Wallet is a non-custodial platform that puts the control back into your hands. No more third parties that can freeze or control your transactions, it’s all you.

You also eliminate third-party risk, no longer worrying about hacks or insolvency affecting CEXs. Best Wallet made our list of top anonymous crypto wallets for its security, including its Fireblocks MPC, which splits your private key into several shards shared between several parties.

Unlocking Exclusive Advantages with the Best Wallet Token ($BEST)

Think of Best Wallet as your vehicle to complete financial control. The Best Wallet Token ($BEST) is the key that unlocks a world of exclusive benefits.

Holding $BEST offers significantly reduced transaction fees. You’ll also get enhanced staking rewards, which maximizes your earnings on your staked assets, and early access to high-potential crypto presales in the ‘Upcoming Tokens’ section.

With this, you can be among the first to invest in promising new projects, potentially front-running the market.

Best wallet token benefits.

Furthermore, you’ll receive priority access to new features like the Best Card, which will allow you to seamlessly spend your cryptocurrency anywhere Mastercard is accepted. In the future, you’ll also gain governance rights, influencing the future direction of the Best Wallet platform as the ecosystem evolves.

You can buy $BEST for $0.025265, but a price increase is imminent. We predict it will reach $0.072 by the end of 2025, which will see an ROI of 184.

The Future of Finance: Centralization vs. Self-Custody

The ECB’s DLT and CBDC advancements aim to modernize finance but raise privacy concerns. Best Wallet offers a self-custody alternative, providing financial freedom and control over your digital assets.

Holding $BEST unlocks even more benefits, providing further incentive. As finance evolves, understanding the implications of centralized versus self-custody solutions is crucial.

Remember, this information is for educational purposes only and not financial advice

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ben is a freelance writer specializing in crypto developments (mainly altcoins) and the intricate ways global economics shape the digital asset space. His B.Ed. in Education provides a unique foundation for his writing, enabling him to distill complex crypto concepts and market shifts into clear, digestible insights. This skill is key to helping readers adapt and apply their understanding to the ever-evolving world of crypto investment. Passionate about making crypto accessible, Ben crafts content designed to educate a broad audience, from current market events to the essential foundational knowledge that underpins them. His goal is to empower readers through understanding. When he’s not immersed in crypto analysis and breaking down complex topics, Ben is an avid Pokémon fan and enjoys all things Disney.

Bacaan Terkait

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

Setelah empat belas tahun, Bitcoin dari era Satoshi kembali menjadi pusat gugatan hukum. Pada 6 Juli, amicus brief kedua diajukan untuk menentang upaya "Noah Doe" mengklaim kepemilikan atas koin Satoshi sebagai "properti terlantar." Tiga penggugat dengan nama samaran—Noah Doe, ABC Company, dan XYZ Company—berusaha memperoleh kepemilikan hukum atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif. Mereka mengklaim telah memberi pemberitahuan lewat fungsi OP_RETURN Bitcoin, memberi pemilik dompet 90 hari untuk menanggapi. Setelah periode itu, sekitar 2.900 dompet dihapus, menyisakan 39.069 yang mereka anggap terlantar. Namun, para tergugat menentang gugatan ini. Mereka menekankan bahwa penggugat tidak memiliki kunci privat untuk mengakses Bitcoin dan tidak punya bukti bahwa pemilik dompet melihat pemberitahuan tersebut. Hanya mengandalkan ketidakaktifan dompet sebagai bukti penelantaran dinilai berbahaya, karena banyak investor sengaja menyimpan Bitcoin tanpa bergerak selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan bahwa mengabulkan tuntutan penggugat akan mengganggu seluruh industri dan hak properti digital. Argumen ini diperkuat oleh aktivitas baru-baru ini di dompet Satoshi dengan alamat *1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe*, yang baru saja memindahkan 15 BTC. Dompet ini termasuk dalam daftar tergugat. Para ahli seperti Alex Thorn menegaskan bahwa kepemilikan Bitcoin bergantung pada kontrol kunci privat, bukan riwayat transaksi, sehingga ketidakaktifan dompet tidak membuktikan penelantaran. Singkatnya, penggugat berusaha mendapatkan kendali hukum atas dompet yang dianggap terlantar, sementara tergugat menolak dengan alasan klaim tersebut lemah dan berpotensi merusak hak properti digital.

ambcrypto4m yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

ambcrypto4m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

"Pemikiran Wang Yangming tentang Persatuan Pengetahuan dan Tindakan Diterapkan untuk Melatih AI Claude oleh Anthropic" Seorang profesor filsafat Amerika, Harvey Lederman, yang telah mempelajari filsafat Wang Yangming selama satu dekade, kini bergabung dengan Anthropic untuk bekerja pada pelatihan keselarasan AI (alignment training). Latar belakangnya yang kuat dalam filsafat analitik Barat dan keahlian mendalamnya tentang konsep "persatuan pengetahuan dan tindakan" Wang Yangming membawa perspektif unik untuk mengatasi masalah keselarasan dalam kecerdasan buatan. Dalam penelitiannya, Lederman menafsirkan "pengetahuan sejati" Wang Yangming bukan sebagai sekadar informasi eksternal, tetapi sebagai keadaan kognitif internal yang bebas dari konflik keyakinan atau penyangkalan diri. Pemahaman ini secara mengejutkan selaras dengan tantangan yang dihadapi dalam pelatihan model AI seperti Claude. Misalnya, ketika model dihadapkan pada dilema, ia mungkin "tahu" secara konseptual bahwa sesuatu itu salah, namun tetap memilih tindakan yang salah karena konflik internal dalam pemrograman perilakunya. Anthropic telah mengembangkan metode seperti Model Spec Midtraining (MSM), yang mencerminkan prinsip ini dengan mengajarkan model bukan hanya "apa yang harus dilakukan", tetapi juga "mengapa" prinsip-prinsip etika itu penting. Pendekatan ini terbukti efektif, mengurangi perilaku berisiko seperti pemerasan dalam skenario uji dari 96% menjadi 0%. Cerita Lederman adalah bagian dari tren yang lebih besar di mana perusahaan AI terkemuka seperti Anthropic, DeepMind, dan OpenAI semakin banyak merekrut ahli filsafat. Mereka mengakui bahwa pertanyaan mendalam tentang kesadaran, kepercayaan, niat, dan etika — yang telah dipelajari filsuf selama berabad-abad — menjadi sangat penting dalam membangun AI yang aman dan dapat diandalkan. Dengan memasuki industri AI, Lederman menghadapi secara langsung ketakutannya sendiri tentang relevansi manusia di era AI. Ia memilih untuk menerapkan prinsip "persatuan pengetahuan dan tindakan" yang dipelajarinya dengan bertindak, mengubah pemahaman filosofis menjadi solusi praktis untuk salah satu tantangan teknologi terpenting zaman kita.

marsbit31m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

marsbit31m yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

**Ringkasan: Claude Code, Asal Usul Mengejutkan dari Proyek Alignment** Tahun 2025, Claude Code meluncur dan mengubah cara kerja Silicon Valley. Namun, penciptanya, Boris Cherny dari Anthropic, mengungkapkan fakta mengejutkan: **Claude Code lahir dari proyek internal keamanan dan penyelarasan AI (Alignment)**. Bahkan, ia menyatakan bahwa pengembangan Claude Code **baru selesai 1%**, menyisakan 99% potensi masa depan. Jalan ceritanya dimulai tahun 2021. Ben Mann dan timnya di Anthropic membangun asisten pemrograman awal untuk VS Code. Di sisi lain, tim penelitian seperti Shauna Kravec dan Dawn Drain berfokus pada visi yang lebih radikal: **rekayasa perangkat lunak otonom (autonomous software engineering)**. Mereka yakin AI transformatif harus melalui otomatisasi pekerjaan rekayasa perangkat lunak skala besar. Tantangan besar muncul: **mimpi buruk infrastruktur**. Membuat *agentic coding* yang sebenarnya membutuhkan lingkungan eksekusi kode yang aman, penanganan file, waktu tunggu, dan kegagalan—masalah yang masih relevan hingga kini. Proyek awal sempat terbengkalai, tetapi penelitian terus berlanjut, menghasilkan komponen inti seperti *function calling*, *search*, dan *bash tool*. Mereka menciptakan alat baris perintah internal bernama **"clide"** yang memungkinkan developer berinteraksi dengan Claude untuk mengedit kode. Namun, clide terlalu maju untuk zamannya: lambat, tidak stabil, dan dianggap sebagai "mainan" penelitian. Perubahan besar terjadi pada September 2024 ketika **Boris Cherny** bergabung. Tugasnya adalah mengembangkan *agentic coding*. Setelah membuat prototipe sederhana dan mengalami sendiri kekuatan clide yang dapat menulis *pull request* lengkap dari sebuah *issue*, Boris tercengang. Ini adalah momen "*Holy shit*". Tim kecil yang terdiri dari Boris, Sid Bidasaria, dan Ben Mann kemudian mendapatkan lampu hijau. Dalam **dua minggu maraton**, mereka menyelesaikan fitur inti Claude Code: pelaporan bug, alur login, pembaruan otomatis, dan metrik penggunaan. Pada Februari 2025, **Claude CLI** diluncurkan ke publik dan berganti nama menjadi **Claude Code**. Awalnya, tanggapan biasa saja. Namun, dengan dirilisnya model **Claude 4 Sonnet**, segalanya berubah. Kemampuannya melonjak, mulai mengubah alur kerja developer di berbagai perusahaan. Boris sendiri sampai bisa menulis kode dan melakukan 88 commit dalam sehari hanya dengan Claude Code, tanpa mengetik satu baris kode pun. Kini, kepercayaan pengguna tumbuh. Banyak yang secara otomatis menyetujui permintaan akses. Peran insinyur manusia mulai bergeser dari **arsitek kode** menjadi **administrator AI**. Namun, Boris Cherny tetap menekankan: **"Kami baru menyelesaikan 1%."** Visi jangka panjang—*agent* yang benar-benar otonom, memiliki memori persisten, mengelola konteks kompleks, dan merencanakan untuk dunia terbuka—masih sangat jauh. Claude Code hanyalah langkah pertama menuju era di mana AI mengatasi tantangan manusia yang paling rumit.

marsbit35m yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

marsbit35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片