TWL Miner привлекла $95 млн для внедрения ИИ в облачный майнинг

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-04-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-02

  • TWL Miner провела раунд финансирования серии B и получила $95 млн.
  • Средства направят на развитие дата-центров и интеграцию искусственного интеллекта.
  • Фирма планирует масштабировать экосистему «зеленого» майнинга.

Британская платформа для облачного майнинга TWL Miner объявила о завершении раунда финансирования серии B. Компания привлекла $95 млн от инвесторов, специализирующихся на блокчейн-технологиях и устойчивых инфраструктурах, их имена не разглашаются.

Известно, что финансирование направят на расширение глобальной сети дата-центров, работающих на возобновляемых источниках энергии, и разработку ИИ-систем для оптимизации вычислительных процессов. Новые алгоритмы помогут динамично распределять ресурсы, предусматривать самые выгодные временные интервалы для майнинга и сокращать энергопотребление, говорится в пресс-релизе.

Сейчас платформа управляет более 60 дата-центрами в разных странах. Все они функционируют на основе возобновляемых источниках энергии — в частности, ветровой и солнечной энергии. Сервис поддерживает добычу биткоина, Ethereum, Dogecoin, USDT, USDC, Litecoin, XRP, Solana и Bitcoin Cash. Все операции, включая техническое обслуживание и управление инфраструктурой, выполняет сама компания.

Кроме того, платформа обслуживает более 7 млн пользователей в 180 странах и регионах.

Ожидается, что внедрение ИИ значительно повысит эффективность работы дата-центров и уменьшит углеродный след облачного майнинга. Компания также планирует масштабировать сеть «зеленых» дата-центров в Европе, Северной Америке и Азии.

Напомним, в июне 2025 года проекты в сфере Web3 и блокчейна привлекли в общей сложности более $2,8 млрд.

Bacaan Terkait

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

**Ringkasan Perbandingan Arsitektur WeChat vs. Telegram** Pada kuartal kedua 2026, WeChat mencapai 1,428 miliar pengguna bulanan. Sebagai platform digital utama, arsitektur WeChat berbeda tajam dengan Telegram dalam beberapa aspek kunci: **Penyimpanan Data:** * **Telegram:** Menyimpan percakapan secara tak terbatas di cloud dengan sinkronisasi otomatis di semua perangkat. Versi desktop dapat berjalan mandiri. * **WeChat:** Riwayat chat disimpan secara lokal di perangkat. Transfer ke perangkat baru memerlukan migrasi manual via kode QR, dan versi desktop selalu membutuhkan konfirmasi dari ponsel. **Fitur Komentar & Diskusi:** * **Telegram:** Komentar di channel terintegrasi langsung dalam antarmuka yang sama melalui grup diskusi terpisah. * **WeChat:** Komentar di artikel akun resmi dimoderasi terlebih dahulu dan tidak memiliki sistem diskusi otomatis yang terikat ke artikel tertentu. **Platform Pengembang:** * **Telegram:** Bot API bersifat terbuka, gratis, dan dokumentasinya tersedia untuk publik. * **WeChat:** Mini-program beroperasi dalam ekosistem tertutup, memerlukan verifikasi, sertifikasi berbayar, dan seringkali lisensi bisnis untuk akses API. **Batas Pengiriman File:** * **Telegram:** Batas unggah 2 GB (umum) dan 4 GB (Premium), tanpa batas kecepatan. * **WeChat:** Batas umum 200 MB untuk file dalam chat. File lebih besar memerlukan "File Transfer Assistant" dan memiliki masa simpan terbatas di server. **Sistem Pembayaran & Ekosistem:** * **WeChat:** WeChat Pay terintegrasi sangat dalam di kehidupan sehari-hari di Tiongkok, menggantikan uang tunai di banyak aspek. * **Telegram:** Tidak memiliki sistem pembayaran fiat terintegrasi skala serupa. Fungsi keuangan lebih banyak melalui bot pihak ketiga dan berfokus pada pembayaran crypto. **Analisis Keamanan (Sudut Pandang AI):** Perbandingan juga menyoroti perbedaan dalam enkripsi. Telegram menawarkan enkripsi end-to-end untuk "Secret Chats", sementara WeChat tidak. Integrasi yang sangat erat antara chat dan pembayaran di WeChat (tanpa enkripsi end-to-end) dapat memperluas permukaan serangan. Misalnya, otoritas Singapura mencatat ratusan kasus penipuan terkait WeChat pada awal 2025. **Kesimpulan:** Kedua platform merepresentasikan filosofi berbeda: WeChat dibangun sebagai ekosistem tertutup yang terintegrasi sangat dalam dengan ekonomi nyata, sedangkan Telegram berfokus pada protokol terbuka, penyimpanan data fleksibel, dan hambatan rendah bagi pengembang. Pilihan arsitektur ini menentukan audiens dan skenario penggunaan masing-masing platform.

cryptonews.ru57m yang lalu

Anda Akan Terkejut Betapa Berbedanya Arsitektur WeChat dan Telegram

cryptonews.ru57m yang lalu

Trading

Spot
活动图片