Big Beautiful Bill Passes Without Crypto Tax Relief – Snorter Bot Offers a Path Forward

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-02

Abstrak

In a tight 51–50 vote, the US Senate has passed the highly anticipated ‘One Big Beautiful Act,’ a major budget...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

In a tight 51–50 vote, the US Senate has passed the highly anticipated ‘One Big Beautiful Act,’ a major budget reconciliation bill championed by President Donald Trump.

Despite intense lobbying from crypto leaders, the final version of the bill passed by the Senate comes without any crypto tax reforms.

The bill is to go back to the House of Representatives next for a second voting round before potentially heading to President Trump’s desk. As of right now, crypto-friendly policies are off the table.

Still, frequent crypto trader can soon enjoy the lowest fees (just 0.85%) and the fastest executions on Solana thanks to Snorter Token ($SNORT).

Senate Refuses to Lower Tax for Small Crypto Transactions

Among the most closely watched crypto proposals was an amendment from Senator Cynthia Lummis. She advocated for a de minimis capital gains exemption on crypto transactions under $300 (capped at $5K annually).

BTC Inc.’s David Bailey and Gemini’s Tyler Winklevoss also expressed strong crypto support.

Nevertheless, Lummis still believes that the bill is a ‘major step in the right direction’ and that it ‘delivers significant wins for working families across Wyoming.’

Cynthia Lummis discusses big beautiful bill on Twitter
Source: X (Cynthia Lummis)

But there’s no denying that the lack of progress on crypto tax reforms adds uncertainty about how the US treats digital assets.

This is especially true if you want to use them for everyday transactions without having to face cumbersome tax reporting.

With unclear tax treatment on small crypto transactions, many investors might avoid centralized trading platforms altogether.

This makes decentralized trading tools like Snorter Bot all the more valuable.

While regulatory clarity remains elusive, Snorter could soon give you an edge in the crypto market, delivering automated swaps, sub-second speeds, and low fees when they’re most needed.

Snorter Bot to Become Solana’s Sharpest Trading Bot

Once launched on Telegram in Q3 2025, the Snorter Bot will help you auto-snipe the next crypto to explode. It will also flag scams and potential rug pulls before they strike, keeping you safe in a still unregulated meme coin market.

Better yet, this bot executes trades faster and cheaper than any other bot on Solana. With trading fees as low as 0.85%, it undercuts big-name rivals like Maestro, Bonk Bot, and Banana Gun.

Solana trading bots
Source: Snorter Bot

Its built-in security measures, like smart contract scans and honeypot alerts, ensure you can move quickly without getting burned.

Though it’s currently focused on Solana, Snorter Bot is already preparing to expand across major EVM-compatible chains, positioning itself as a future-proof, multi-chain trading platform.

At the heart of it all is Snorter Token ($SNORT). Holding the platform’s native token unlocks reduced fees, premium bot access, and juicy staking rewards (currently at a whopping 236% APY).

And soon, by holding $SNORT, you’ll also be able to help shape the Snorter ecosystem’s future through its upcoming Decentralized Autonomous Organization (DAO).

Your token bag will enable you to vote on key feature upgrades and the platform’s general direction to boost its sustainability.

It’s not surprising that $SNORT has raised over $1.4M since launching on presale on May 28, 2025.

$SNORT to Power the Future of Crypto Trading

While the Senate’s decision to exclude crypto tax reforms from the One Big Beautiful Act may feel like a setback, it’s also a stark reminder that innovation moves faster than regulation.

The dream of seamless, everyday cryptocurrency transactions remains alive; they just require more advocacy and sharper tools. This is where Snorter Bot shines bright.

As policymakers stall, Snorter could soon empower you to make decentralized trades with unbeatable fees and genuine on-chain utility.

You can get involved by purchasing $SNORT for as little as $0.0971. After being listed on top exchanges, the Snorter token could hit $0.94. So, act fast for a potential 868% upside.

But remember: once being listed, cryptos can fall as quickly as they jump. You must always DYOR and never invest more than you’d be willing to lose.

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Leah is a British journalist with a BA in Journalism, Media, and Communications and nearly a decade of content writing experience. Over the last four years, her focus has primarily been on Web3 technologies, driven by her genuine enthusiasm for decentralization and the latest technological advancements. She has contributed to leading crypto and NFT publications – Cointelegraph, Coinbound, Crypto News, NFT Plazas, Bitcolumnist, Techreport, and NFT Lately – which has elevated her to a senior role in crypto journalism. Whether crafting breaking news or in-depth reviews, she strives to engage her readers with the latest insights and information. Her articles often span the hottest cryptos, exchanges, and evolving regulations. As part of her ploy to attract crypto newbies into Web3, she explains even the most complex topics in an easily understandable and engaging way. Further underscoring her dynamic journalism background, she has written for various sectors, including software testing (TEST Magazine), travel (Travel Off Path), and music (Mixmag). When she's not deep into a crypto rabbit hole, she's probably island-hopping (with the Galapagos and Hainan being her go-to's). Or perhaps sketching chalk pencil drawings while listening to the Pixies, her all-time favorite band.

Bacaan Terkait

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

Setelah empat belas tahun, Bitcoin dari era Satoshi kembali menjadi pusat gugatan hukum. Pada 6 Juli, amicus brief kedua diajukan untuk menentang upaya "Noah Doe" mengklaim kepemilikan atas koin Satoshi sebagai "properti terlantar." Tiga penggugat dengan nama samaran—Noah Doe, ABC Company, dan XYZ Company—berusaha memperoleh kepemilikan hukum atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif. Mereka mengklaim telah memberi pemberitahuan lewat fungsi OP_RETURN Bitcoin, memberi pemilik dompet 90 hari untuk menanggapi. Setelah periode itu, sekitar 2.900 dompet dihapus, menyisakan 39.069 yang mereka anggap terlantar. Namun, para tergugat menentang gugatan ini. Mereka menekankan bahwa penggugat tidak memiliki kunci privat untuk mengakses Bitcoin dan tidak punya bukti bahwa pemilik dompet melihat pemberitahuan tersebut. Hanya mengandalkan ketidakaktifan dompet sebagai bukti penelantaran dinilai berbahaya, karena banyak investor sengaja menyimpan Bitcoin tanpa bergerak selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan bahwa mengabulkan tuntutan penggugat akan mengganggu seluruh industri dan hak properti digital. Argumen ini diperkuat oleh aktivitas baru-baru ini di dompet Satoshi dengan alamat *1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe*, yang baru saja memindahkan 15 BTC. Dompet ini termasuk dalam daftar tergugat. Para ahli seperti Alex Thorn menegaskan bahwa kepemilikan Bitcoin bergantung pada kontrol kunci privat, bukan riwayat transaksi, sehingga ketidakaktifan dompet tidak membuktikan penelantaran. Singkatnya, penggugat berusaha mendapatkan kendali hukum atas dompet yang dianggap terlantar, sementara tergugat menolak dengan alasan klaim tersebut lemah dan berpotensi merusak hak properti digital.

ambcrypto4m yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

ambcrypto4m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

"Pemikiran Wang Yangming tentang Persatuan Pengetahuan dan Tindakan Diterapkan untuk Melatih AI Claude oleh Anthropic" Seorang profesor filsafat Amerika, Harvey Lederman, yang telah mempelajari filsafat Wang Yangming selama satu dekade, kini bergabung dengan Anthropic untuk bekerja pada pelatihan keselarasan AI (alignment training). Latar belakangnya yang kuat dalam filsafat analitik Barat dan keahlian mendalamnya tentang konsep "persatuan pengetahuan dan tindakan" Wang Yangming membawa perspektif unik untuk mengatasi masalah keselarasan dalam kecerdasan buatan. Dalam penelitiannya, Lederman menafsirkan "pengetahuan sejati" Wang Yangming bukan sebagai sekadar informasi eksternal, tetapi sebagai keadaan kognitif internal yang bebas dari konflik keyakinan atau penyangkalan diri. Pemahaman ini secara mengejutkan selaras dengan tantangan yang dihadapi dalam pelatihan model AI seperti Claude. Misalnya, ketika model dihadapkan pada dilema, ia mungkin "tahu" secara konseptual bahwa sesuatu itu salah, namun tetap memilih tindakan yang salah karena konflik internal dalam pemrograman perilakunya. Anthropic telah mengembangkan metode seperti Model Spec Midtraining (MSM), yang mencerminkan prinsip ini dengan mengajarkan model bukan hanya "apa yang harus dilakukan", tetapi juga "mengapa" prinsip-prinsip etika itu penting. Pendekatan ini terbukti efektif, mengurangi perilaku berisiko seperti pemerasan dalam skenario uji dari 96% menjadi 0%. Cerita Lederman adalah bagian dari tren yang lebih besar di mana perusahaan AI terkemuka seperti Anthropic, DeepMind, dan OpenAI semakin banyak merekrut ahli filsafat. Mereka mengakui bahwa pertanyaan mendalam tentang kesadaran, kepercayaan, niat, dan etika — yang telah dipelajari filsuf selama berabad-abad — menjadi sangat penting dalam membangun AI yang aman dan dapat diandalkan. Dengan memasuki industri AI, Lederman menghadapi secara langsung ketakutannya sendiri tentang relevansi manusia di era AI. Ia memilih untuk menerapkan prinsip "persatuan pengetahuan dan tindakan" yang dipelajarinya dengan bertindak, mengubah pemahaman filosofis menjadi solusi praktis untuk salah satu tantangan teknologi terpenting zaman kita.

marsbit31m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

marsbit31m yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

**Ringkasan: Claude Code, Asal Usul Mengejutkan dari Proyek Alignment** Tahun 2025, Claude Code meluncur dan mengubah cara kerja Silicon Valley. Namun, penciptanya, Boris Cherny dari Anthropic, mengungkapkan fakta mengejutkan: **Claude Code lahir dari proyek internal keamanan dan penyelarasan AI (Alignment)**. Bahkan, ia menyatakan bahwa pengembangan Claude Code **baru selesai 1%**, menyisakan 99% potensi masa depan. Jalan ceritanya dimulai tahun 2021. Ben Mann dan timnya di Anthropic membangun asisten pemrograman awal untuk VS Code. Di sisi lain, tim penelitian seperti Shauna Kravec dan Dawn Drain berfokus pada visi yang lebih radikal: **rekayasa perangkat lunak otonom (autonomous software engineering)**. Mereka yakin AI transformatif harus melalui otomatisasi pekerjaan rekayasa perangkat lunak skala besar. Tantangan besar muncul: **mimpi buruk infrastruktur**. Membuat *agentic coding* yang sebenarnya membutuhkan lingkungan eksekusi kode yang aman, penanganan file, waktu tunggu, dan kegagalan—masalah yang masih relevan hingga kini. Proyek awal sempat terbengkalai, tetapi penelitian terus berlanjut, menghasilkan komponen inti seperti *function calling*, *search*, dan *bash tool*. Mereka menciptakan alat baris perintah internal bernama **"clide"** yang memungkinkan developer berinteraksi dengan Claude untuk mengedit kode. Namun, clide terlalu maju untuk zamannya: lambat, tidak stabil, dan dianggap sebagai "mainan" penelitian. Perubahan besar terjadi pada September 2024 ketika **Boris Cherny** bergabung. Tugasnya adalah mengembangkan *agentic coding*. Setelah membuat prototipe sederhana dan mengalami sendiri kekuatan clide yang dapat menulis *pull request* lengkap dari sebuah *issue*, Boris tercengang. Ini adalah momen "*Holy shit*". Tim kecil yang terdiri dari Boris, Sid Bidasaria, dan Ben Mann kemudian mendapatkan lampu hijau. Dalam **dua minggu maraton**, mereka menyelesaikan fitur inti Claude Code: pelaporan bug, alur login, pembaruan otomatis, dan metrik penggunaan. Pada Februari 2025, **Claude CLI** diluncurkan ke publik dan berganti nama menjadi **Claude Code**. Awalnya, tanggapan biasa saja. Namun, dengan dirilisnya model **Claude 4 Sonnet**, segalanya berubah. Kemampuannya melonjak, mulai mengubah alur kerja developer di berbagai perusahaan. Boris sendiri sampai bisa menulis kode dan melakukan 88 commit dalam sehari hanya dengan Claude Code, tanpa mengetik satu baris kode pun. Kini, kepercayaan pengguna tumbuh. Banyak yang secara otomatis menyetujui permintaan akses. Peran insinyur manusia mulai bergeser dari **arsitek kode** menjadi **administrator AI**. Namun, Boris Cherny tetap menekankan: **"Kami baru menyelesaikan 1%."** Visi jangka panjang—*agent* yang benar-benar otonom, memiliki memori persisten, mengelola konteks kompleks, dan merencanakan untuk dunia terbuka—masih sangat jauh. Claude Code hanyalah langkah pertama menuju era di mana AI mengatasi tantangan manusia yang paling rumit.

marsbit35m yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

marsbit35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片