Dogecoin Closes June In The Red With 14% Losses, Will July Be Any Better?

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-02

Abstrak

With the close of June, the Dogecoin price has once again confirmed the bearish trend of the month. Following previous...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

With the close of June, the Dogecoin price has once again confirmed the bearish trend of the month. Following previous months, it crashed and led to double-digit losses for the meme coin. This red close for June 2025 has now marked the ninth consecutive year in which the month of June has closed in the red, bringing the average return for the month up to -7.94%. As July moves into view, we take a look at historical performance to map out how the altcoin could play out this month.

Historical Performance Says More Losses For Dogecoin

Since the month of June played out as expected following the historical performance, it is likely that Dogecoin will also follow the same trend for the month of July. If this does play out, then investors in the meme coin could be looking at another month of losses, going by how poorly it has performed previously.

According to data from the CryptoRank website, the Dogecoin price in July has come out in the negative on average. With an average return of -3.48% and a median return of -7.31%, it means that the losses may not be as bad as what was witnessed in the month of June. But it will be in the negative nonetheless.

In the last 11 years, there have only been a total of four years where the Dogecoin price ended the month of July in the green. Seven years in total have seen differing levels of losses, suggesting that there is a higher possibility that July 2025 defers toward the bears than the bulls.

Going by the established average return, it could mean that the Dogecoin price could fall below the $0.15 level once again before the month is over. In this case, there could be double-digit losses ahead for the meme coin.

Dogecoin price
Source: CryptoRank

Q3 Is A Bearish Quarter

The entrance into July is not the only worrying development for the Dogecoin price, given how the meme coin has performed in the third quarter of the year so far. With July marking the first of the three months in this quarter, an adherence to historical performance would mean that the next three months would be quite bearish for the meme coin’s price.

The third quarter of the year is actually the most bearish of all the quarters, with only three third quarters in the last 11 years closing in the green. The rest have seen an average of 10% losses during this quarter, with 2024 notching losses of 8.26%.

When it comes to bullishness, the first and fourth quarters of the year have always been the best times for Dogecoin investors to make a profit. The fourth quarter, in particular, is the most bullish, with Dogecoin rallying 176.6% back in 2024 and 44.2% in the prior year. Given this, it could mean that Dogecoin investors still have some hardships to endure before the worst is over.

Dogecoin price chart from TradingView.com
DOGE price remains below resistance at $0.16 | Source: DOGEUSDT on TradingView.com
Featured image from Dall.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Scott Matherson is a leading crypto writer at Bitcoinist, who possesses a sharp analytical mind and a deep understanding of the digital currency landscape. Scott has earned a reputation for delivering thought-provoking and well-researched articles that resonate with both newcomers and seasoned crypto enthusiasts. Outside of his writing, Scott is passionate about promoting crypto literacy and often works to educate the public on the potential of blockchain.

Bacaan Terkait

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

Setelah empat belas tahun, Bitcoin dari era Satoshi kembali menjadi pusat gugatan hukum. Pada 6 Juli, amicus brief kedua diajukan untuk menentang upaya "Noah Doe" mengklaim kepemilikan atas koin Satoshi sebagai "properti terlantar." Tiga penggugat dengan nama samaran—Noah Doe, ABC Company, dan XYZ Company—berusaha memperoleh kepemilikan hukum atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif. Mereka mengklaim telah memberi pemberitahuan lewat fungsi OP_RETURN Bitcoin, memberi pemilik dompet 90 hari untuk menanggapi. Setelah periode itu, sekitar 2.900 dompet dihapus, menyisakan 39.069 yang mereka anggap terlantar. Namun, para tergugat menentang gugatan ini. Mereka menekankan bahwa penggugat tidak memiliki kunci privat untuk mengakses Bitcoin dan tidak punya bukti bahwa pemilik dompet melihat pemberitahuan tersebut. Hanya mengandalkan ketidakaktifan dompet sebagai bukti penelantaran dinilai berbahaya, karena banyak investor sengaja menyimpan Bitcoin tanpa bergerak selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan bahwa mengabulkan tuntutan penggugat akan mengganggu seluruh industri dan hak properti digital. Argumen ini diperkuat oleh aktivitas baru-baru ini di dompet Satoshi dengan alamat *1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe*, yang baru saja memindahkan 15 BTC. Dompet ini termasuk dalam daftar tergugat. Para ahli seperti Alex Thorn menegaskan bahwa kepemilikan Bitcoin bergantung pada kontrol kunci privat, bukan riwayat transaksi, sehingga ketidakaktifan dompet tidak membuktikan penelantaran. Singkatnya, penggugat berusaha mendapatkan kendali hukum atas dompet yang dianggap terlantar, sementara tergugat menolak dengan alasan klaim tersebut lemah dan berpotensi merusak hak properti digital.

ambcrypto34m yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

ambcrypto34m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

"Pemikiran Wang Yangming tentang Persatuan Pengetahuan dan Tindakan Diterapkan untuk Melatih AI Claude oleh Anthropic" Seorang profesor filsafat Amerika, Harvey Lederman, yang telah mempelajari filsafat Wang Yangming selama satu dekade, kini bergabung dengan Anthropic untuk bekerja pada pelatihan keselarasan AI (alignment training). Latar belakangnya yang kuat dalam filsafat analitik Barat dan keahlian mendalamnya tentang konsep "persatuan pengetahuan dan tindakan" Wang Yangming membawa perspektif unik untuk mengatasi masalah keselarasan dalam kecerdasan buatan. Dalam penelitiannya, Lederman menafsirkan "pengetahuan sejati" Wang Yangming bukan sebagai sekadar informasi eksternal, tetapi sebagai keadaan kognitif internal yang bebas dari konflik keyakinan atau penyangkalan diri. Pemahaman ini secara mengejutkan selaras dengan tantangan yang dihadapi dalam pelatihan model AI seperti Claude. Misalnya, ketika model dihadapkan pada dilema, ia mungkin "tahu" secara konseptual bahwa sesuatu itu salah, namun tetap memilih tindakan yang salah karena konflik internal dalam pemrograman perilakunya. Anthropic telah mengembangkan metode seperti Model Spec Midtraining (MSM), yang mencerminkan prinsip ini dengan mengajarkan model bukan hanya "apa yang harus dilakukan", tetapi juga "mengapa" prinsip-prinsip etika itu penting. Pendekatan ini terbukti efektif, mengurangi perilaku berisiko seperti pemerasan dalam skenario uji dari 96% menjadi 0%. Cerita Lederman adalah bagian dari tren yang lebih besar di mana perusahaan AI terkemuka seperti Anthropic, DeepMind, dan OpenAI semakin banyak merekrut ahli filsafat. Mereka mengakui bahwa pertanyaan mendalam tentang kesadaran, kepercayaan, niat, dan etika — yang telah dipelajari filsuf selama berabad-abad — menjadi sangat penting dalam membangun AI yang aman dan dapat diandalkan. Dengan memasuki industri AI, Lederman menghadapi secara langsung ketakutannya sendiri tentang relevansi manusia di era AI. Ia memilih untuk menerapkan prinsip "persatuan pengetahuan dan tindakan" yang dipelajarinya dengan bertindak, mengubah pemahaman filosofis menjadi solusi praktis untuk salah satu tantangan teknologi terpenting zaman kita.

marsbit1j yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

marsbit1j yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

**Ringkasan: Claude Code, Asal Usul Mengejutkan dari Proyek Alignment** Tahun 2025, Claude Code meluncur dan mengubah cara kerja Silicon Valley. Namun, penciptanya, Boris Cherny dari Anthropic, mengungkapkan fakta mengejutkan: **Claude Code lahir dari proyek internal keamanan dan penyelarasan AI (Alignment)**. Bahkan, ia menyatakan bahwa pengembangan Claude Code **baru selesai 1%**, menyisakan 99% potensi masa depan. Jalan ceritanya dimulai tahun 2021. Ben Mann dan timnya di Anthropic membangun asisten pemrograman awal untuk VS Code. Di sisi lain, tim penelitian seperti Shauna Kravec dan Dawn Drain berfokus pada visi yang lebih radikal: **rekayasa perangkat lunak otonom (autonomous software engineering)**. Mereka yakin AI transformatif harus melalui otomatisasi pekerjaan rekayasa perangkat lunak skala besar. Tantangan besar muncul: **mimpi buruk infrastruktur**. Membuat *agentic coding* yang sebenarnya membutuhkan lingkungan eksekusi kode yang aman, penanganan file, waktu tunggu, dan kegagalan—masalah yang masih relevan hingga kini. Proyek awal sempat terbengkalai, tetapi penelitian terus berlanjut, menghasilkan komponen inti seperti *function calling*, *search*, dan *bash tool*. Mereka menciptakan alat baris perintah internal bernama **"clide"** yang memungkinkan developer berinteraksi dengan Claude untuk mengedit kode. Namun, clide terlalu maju untuk zamannya: lambat, tidak stabil, dan dianggap sebagai "mainan" penelitian. Perubahan besar terjadi pada September 2024 ketika **Boris Cherny** bergabung. Tugasnya adalah mengembangkan *agentic coding*. Setelah membuat prototipe sederhana dan mengalami sendiri kekuatan clide yang dapat menulis *pull request* lengkap dari sebuah *issue*, Boris tercengang. Ini adalah momen "*Holy shit*". Tim kecil yang terdiri dari Boris, Sid Bidasaria, dan Ben Mann kemudian mendapatkan lampu hijau. Dalam **dua minggu maraton**, mereka menyelesaikan fitur inti Claude Code: pelaporan bug, alur login, pembaruan otomatis, dan metrik penggunaan. Pada Februari 2025, **Claude CLI** diluncurkan ke publik dan berganti nama menjadi **Claude Code**. Awalnya, tanggapan biasa saja. Namun, dengan dirilisnya model **Claude 4 Sonnet**, segalanya berubah. Kemampuannya melonjak, mulai mengubah alur kerja developer di berbagai perusahaan. Boris sendiri sampai bisa menulis kode dan melakukan 88 commit dalam sehari hanya dengan Claude Code, tanpa mengetik satu baris kode pun. Kini, kepercayaan pengguna tumbuh. Banyak yang secara otomatis menyetujui permintaan akses. Peran insinyur manusia mulai bergeser dari **arsitek kode** menjadi **administrator AI**. Namun, Boris Cherny tetap menekankan: **"Kami baru menyelesaikan 1%."** Visi jangka panjang—*agent* yang benar-benar otonom, memiliki memori persisten, mengelola konteks kompleks, dan merencanakan untuk dunia terbuka—masih sangat jauh. Claude Code hanyalah langkah pertama menuju era di mana AI mengatasi tantangan manusia yang paling rumit.

marsbit1j yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片