Crypto Fever Reaches German Banking Giants—Retail Trading Coming By 2026

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-02

Abstrak

Sparkassen‑Finanzgruppe, Germany’s biggest savings bank network, plans to let over 50 million customers trade crypto by summer 2026. This marks a major...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Sparkassen‑Finanzgruppe, Germany’s biggest savings bank network, plans to let over 50 million customers trade crypto by summer 2026. This marks a major transformation in Germany’s financial landscape.

Sparkassen once blocked crypto buys in 2015, calling them too risky and volatile. Now it’s preparing to hand its vast retail base regulated access to coins like Bitcoin and Ether.

Sparkassen Embraces Crypto Services

Based on reports, the group has chosen DekaBank—a Sparkassen subsidiary—to power the service through its popular app. According to the German Savings Banks Association (DSGV), the new feature will bring “reliable access to a regulated crypto offering.”

DekaBank will handle trade execution and custody. Customers will see clear warnings about ups and downs, including the “potential for total loss.” There won’t be any flashy ads to push crypto trades. Instead, users will get plain facts and straightforward risk notices.

Regulatory Framework Under MiCA

The service will operate under the EU’s Markets in Crypto‑Assets law, MiCA, which took effect in December 2024. That means Sparkassen’s digital currency arm must meet strict rules on capital, conduct, and transparency.

The bank argues this shield keeps customers safe and keeps regulators happy. It’s a move that could set a model for other big lenders.

Total crypto market cap currently at $3.24 trillion. Chart: TradingView

German Banks Join The Trend

Sparkassen isn’t the only one. In September 2024, DZ Bank kicked off a pilot with Boerse Stuttgart Digital, aiming to roll out trading and custody to about 700 cooperative banks.

Landesbank Baden‑Württemberg launched crypto custody for institutions last April in partnership with Austrian exchange Bitpanda. These steps show German banks are warming to Bitcoin and other tokens.

Image: PlasBit

Industry voices see this as more than just a test. Filipp Bolotov, CEO of ERA Labs, said this is a “big move for mainstream adoption.”

Kyle Chasse, a digital currency venture capitalist, notes that banks are finally catching up to what retail and institutional clients want.

Wider Implications For Finance

On April 30, US President Donald Trump warned that banks ignoring digital assets risk falling behind. And during Paris Blockchain Week on April 8, Messari’s Eric Turner and Sygnum Bank’s Thomas Eichenberger predicted that banks will deepen bitcoin offerings in the second half of 2025, especially around stablecoins and tokenized services. These forecasts suggest the Sparkassen rollout could be just the start.

Sparkassen‑Finanzgruppe covers more than 370 savings banks and 500 companies. It manages over 2.5 trillion euros in assets. Giving even a fraction of its 50 million‑strong client base easy digital access could shift market dynamics in Europe. It’s a cautious step, but one with wide‑ranging effects.

Featured image from Go Real Travel, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

Setelah empat belas tahun, Bitcoin dari era Satoshi kembali menjadi pusat gugatan hukum. Pada 6 Juli, amicus brief kedua diajukan untuk menentang upaya "Noah Doe" mengklaim kepemilikan atas koin Satoshi sebagai "properti terlantar." Tiga penggugat dengan nama samaran—Noah Doe, ABC Company, dan XYZ Company—berusaha memperoleh kepemilikan hukum atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif. Mereka mengklaim telah memberi pemberitahuan lewat fungsi OP_RETURN Bitcoin, memberi pemilik dompet 90 hari untuk menanggapi. Setelah periode itu, sekitar 2.900 dompet dihapus, menyisakan 39.069 yang mereka anggap terlantar. Namun, para tergugat menentang gugatan ini. Mereka menekankan bahwa penggugat tidak memiliki kunci privat untuk mengakses Bitcoin dan tidak punya bukti bahwa pemilik dompet melihat pemberitahuan tersebut. Hanya mengandalkan ketidakaktifan dompet sebagai bukti penelantaran dinilai berbahaya, karena banyak investor sengaja menyimpan Bitcoin tanpa bergerak selama bertahun-tahun. Mereka memperingatkan bahwa mengabulkan tuntutan penggugat akan mengganggu seluruh industri dan hak properti digital. Argumen ini diperkuat oleh aktivitas baru-baru ini di dompet Satoshi dengan alamat *1LwWtSs7tMCwcRczQd5kVMv3xpWw6w4Sxe*, yang baru saja memindahkan 15 BTC. Dompet ini termasuk dalam daftar tergugat. Para ahli seperti Alex Thorn menegaskan bahwa kepemilikan Bitcoin bergantung pada kontrol kunci privat, bukan riwayat transaksi, sehingga ketidakaktifan dompet tidak membuktikan penelantaran. Singkatnya, penggugat berusaha mendapatkan kendali hukum atas dompet yang dianggap terlantar, sementara tergugat menolak dengan alasan klaim tersebut lemah dan berpotensi merusak hak properti digital.

ambcrypto32m yang lalu

Akankah Klaim BTC Satoshi Noah Doe ‘Mengganggu Seluruh Industri’? Para Tergugat Menyatakan…

ambcrypto32m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

"Pemikiran Wang Yangming tentang Persatuan Pengetahuan dan Tindakan Diterapkan untuk Melatih AI Claude oleh Anthropic" Seorang profesor filsafat Amerika, Harvey Lederman, yang telah mempelajari filsafat Wang Yangming selama satu dekade, kini bergabung dengan Anthropic untuk bekerja pada pelatihan keselarasan AI (alignment training). Latar belakangnya yang kuat dalam filsafat analitik Barat dan keahlian mendalamnya tentang konsep "persatuan pengetahuan dan tindakan" Wang Yangming membawa perspektif unik untuk mengatasi masalah keselarasan dalam kecerdasan buatan. Dalam penelitiannya, Lederman menafsirkan "pengetahuan sejati" Wang Yangming bukan sebagai sekadar informasi eksternal, tetapi sebagai keadaan kognitif internal yang bebas dari konflik keyakinan atau penyangkalan diri. Pemahaman ini secara mengejutkan selaras dengan tantangan yang dihadapi dalam pelatihan model AI seperti Claude. Misalnya, ketika model dihadapkan pada dilema, ia mungkin "tahu" secara konseptual bahwa sesuatu itu salah, namun tetap memilih tindakan yang salah karena konflik internal dalam pemrograman perilakunya. Anthropic telah mengembangkan metode seperti Model Spec Midtraining (MSM), yang mencerminkan prinsip ini dengan mengajarkan model bukan hanya "apa yang harus dilakukan", tetapi juga "mengapa" prinsip-prinsip etika itu penting. Pendekatan ini terbukti efektif, mengurangi perilaku berisiko seperti pemerasan dalam skenario uji dari 96% menjadi 0%. Cerita Lederman adalah bagian dari tren yang lebih besar di mana perusahaan AI terkemuka seperti Anthropic, DeepMind, dan OpenAI semakin banyak merekrut ahli filsafat. Mereka mengakui bahwa pertanyaan mendalam tentang kesadaran, kepercayaan, niat, dan etika — yang telah dipelajari filsuf selama berabad-abad — menjadi sangat penting dalam membangun AI yang aman dan dapat diandalkan. Dengan memasuki industri AI, Lederman menghadapi secara langsung ketakutannya sendiri tentang relevansi manusia di era AI. Ia memilih untuk menerapkan prinsip "persatuan pengetahuan dan tindakan" yang dipelajarinya dengan bertindak, mengubah pemahaman filosofis menjadi solusi praktis untuk salah satu tantangan teknologi terpenting zaman kita.

marsbit59m yang lalu

Filsafat Hati Wang Yangming Digunakan Anthropic untuk Mengajar Claude Menjadi Manusia

marsbit59m yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

**Ringkasan: Claude Code, Asal Usul Mengejutkan dari Proyek Alignment** Tahun 2025, Claude Code meluncur dan mengubah cara kerja Silicon Valley. Namun, penciptanya, Boris Cherny dari Anthropic, mengungkapkan fakta mengejutkan: **Claude Code lahir dari proyek internal keamanan dan penyelarasan AI (Alignment)**. Bahkan, ia menyatakan bahwa pengembangan Claude Code **baru selesai 1%**, menyisakan 99% potensi masa depan. Jalan ceritanya dimulai tahun 2021. Ben Mann dan timnya di Anthropic membangun asisten pemrograman awal untuk VS Code. Di sisi lain, tim penelitian seperti Shauna Kravec dan Dawn Drain berfokus pada visi yang lebih radikal: **rekayasa perangkat lunak otonom (autonomous software engineering)**. Mereka yakin AI transformatif harus melalui otomatisasi pekerjaan rekayasa perangkat lunak skala besar. Tantangan besar muncul: **mimpi buruk infrastruktur**. Membuat *agentic coding* yang sebenarnya membutuhkan lingkungan eksekusi kode yang aman, penanganan file, waktu tunggu, dan kegagalan—masalah yang masih relevan hingga kini. Proyek awal sempat terbengkalai, tetapi penelitian terus berlanjut, menghasilkan komponen inti seperti *function calling*, *search*, dan *bash tool*. Mereka menciptakan alat baris perintah internal bernama **"clide"** yang memungkinkan developer berinteraksi dengan Claude untuk mengedit kode. Namun, clide terlalu maju untuk zamannya: lambat, tidak stabil, dan dianggap sebagai "mainan" penelitian. Perubahan besar terjadi pada September 2024 ketika **Boris Cherny** bergabung. Tugasnya adalah mengembangkan *agentic coding*. Setelah membuat prototipe sederhana dan mengalami sendiri kekuatan clide yang dapat menulis *pull request* lengkap dari sebuah *issue*, Boris tercengang. Ini adalah momen "*Holy shit*". Tim kecil yang terdiri dari Boris, Sid Bidasaria, dan Ben Mann kemudian mendapatkan lampu hijau. Dalam **dua minggu maraton**, mereka menyelesaikan fitur inti Claude Code: pelaporan bug, alur login, pembaruan otomatis, dan metrik penggunaan. Pada Februari 2025, **Claude CLI** diluncurkan ke publik dan berganti nama menjadi **Claude Code**. Awalnya, tanggapan biasa saja. Namun, dengan dirilisnya model **Claude 4 Sonnet**, segalanya berubah. Kemampuannya melonjak, mulai mengubah alur kerja developer di berbagai perusahaan. Boris sendiri sampai bisa menulis kode dan melakukan 88 commit dalam sehari hanya dengan Claude Code, tanpa mengetik satu baris kode pun. Kini, kepercayaan pengguna tumbuh. Banyak yang secara otomatis menyetujui permintaan akses. Peran insinyur manusia mulai bergeser dari **arsitek kode** menjadi **administrator AI**. Namun, Boris Cherny tetap menekankan: **"Kami baru menyelesaikan 1%."** Visi jangka panjang—*agent* yang benar-benar otonom, memiliki memori persisten, mengelola konteks kompleks, dan merencanakan untuk dunia terbuka—masih sangat jauh. Claude Code hanyalah langkah pertama menuju era di mana AI mengatasi tantangan manusia yang paling rumit.

marsbit1j yang lalu

Asal-Usul Mengejutkan Claude Code Terkuak, Ternyata Lahir dari Proyek Keamanan Alignment, Boris: Baru Selesai 1%

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片