Alchemy Pay запустит собственный блокчейн и стейблкоин

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-19Terakhir diperbarui pada 2025-06-19

  • Alchemy Pay создает блокчейн Alchemy Chain для обслуживания транзакций в стейблкоинах.
  • Запуск основной сети запланирован на IV квартал 2025 года.

Платежная компания Alchemy Pay объявила о запуске собственного блокчейна Alchemy Chain для обслуживания платежей в стейблкоинах, как глобальных (USDT, USDC), так и локальных (EURC, MBRL). Платформа позволит осуществлять переводы между различными блокчейнами и юрисдикциями. Кроме того, в планах фирмы есть запуск собственного стейблкоина.

With #stablecoin regulation gaining global momentum, #AlchemyPay will launch #AlchemyChain, a stablecoin-focused blockchain in Q4, and planning for a stablecoin launch in the future.

We are ready to lead as a global & local stablecoin exchange hub.

Read our article for… pic.twitter.com/pfzQAE3oDu

— Alchemy Pay|$ACH: Fiat-Crypto Payment Gateway (@AlchemyPay) June 19, 2025

Известно, что основная сеть Alchemy Chain начнет в IV квартале 2025 года. Сразу после этого компания выпустит собственный стейблкоин. Его название и технические детали пока не разглашают.

«По мере того, как юрисдикции движутся в направлении здорового регулирования стейблкоинов, глобальная финансовая система готовится к более глубокой интеграции цифровых активов в традиционную коммерцию. […] Alchemy Pay не только строит более эффективный платежный уровень, но и формирует будущее законной трансграничной финансовой инфраструктуры», — сказано в заявлении.

Известно, что Alchemy Chain будет использовать токен ACH в качестве платы за газ. Сеть будет агрегировать ликвидность, позволяя компаниям и пользователям выполнять обмен и перевод активов в рамках одного решения. Компания отмечает, что хочет устранить барьеры, которые сдерживают международные денежные переводы.

Напомним, в феврале 2025 года Alchemy заключила партнерство с поставщиком инфраструктуры Syndicate.

Bacaan Terkait

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

Bitcoin (BTC) saat ini menghadapi ujian teknis dan makroekonomi yang signifikan. Aset kripto ini telah mencatatkan tiga kuartal kerugian berturut-turut, sebuah tren yang terakhir terlihat pada pasar bearish 2022. Lebih dari 50% pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada dalam posisi rugi (underwater). Yang menarik, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTHs), yang menguasai 78% pasokan beredar, justru menunjukkan ketahanan dengan terus mengakumulasi aset dan tidak menjual selama pelemahan ini. Pasokan LTH bahkan mencapai rekor tertinggi pada Juni, menunjukkan pola yang berbeda dari siklus sebelumnya di mana penyerahan (capitulation) LTH biasanya menandai titik terendah pasar. Namun, tekanan dari lingkungan makroekonomi bisa menjadi ujian terberat. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve telah bergeser, dengan probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan September meningkat. Hal ini mengindikasikan kondisi keuangan yang lebih ketat di masa mendatang. Secara historis, pasar bearish Bitcoin pada 2018 dan 2022 tidak mencapai dasar hingga mencatatkan sembilan bulan penurunan berturut-turut. Siklus saat ini baru mencapai tujuh bulan. Jika pola ini berlanjut, fase capitulation mungkin belum selesai. Titik terendah yang berkelanjutan baru akan terbentuk setelah LTH mulai menyerah, dan potensi pergerakan menuju level $50.000 pada akhir kuartal ketiga masih mungkin terjadi sebelum pembentukan dasar pasar yang sebenarnya.

ambcrypto1j yang lalu

Bitcoin Mungkin Belum Selesai Mengalami Kapitulasi - Mengapa Dasar Harga $50.000 Masih Berpeluang

ambcrypto1j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit6j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot
活动图片