交易、数据与奖励的三重奏:Arkham用积分机制打造高质量用户生态

Odaily星球日报Dipublikasikan tanggal 2025-06-03Terakhir diperbarui pada 2025-06-03

Abstrak

打造数据驱动型交易范式。

以链上情报系统著称的 Arkham 近日正式启动第三季交易积分活动,平台现已全面开放中国大陆用户注册与 KYC 认证,支持中国身份证、护照 3 分钟内完成验证。配合用户任务与入金流程,新用户可获得高达 110 美元的奖励券与交易积分,并有机会将积分兑换为平台代币 $ARKM。这一系列举措标志着 Arkham 在“交易即挖矿”之外,正加速向“数据驱动的智能交易所”转型。

以链上情报系统著称的 Arkham 正在进行第二季交易积分活动,目前 Arkham 交易所在美国 17 个州拥有合法牌照。

平台已全面开放大陆 KYC 认证, 3 分钟内完成验证。相较于此前空投盛况,目前中文社区参与热度尚处于初期阶段,意味着积分竞争尚不激烈,为用户提供了相对宽松的“低卷”环境。

新用户完成基础任务后,即可获得高达 110 美元的奖励券与交易积分,并有机会将积分兑换为平台代币 $ARKM。此前交互第一期积分的用户获利颇丰。积分活动不仅继续延续“交易即挖矿”模式,更进一步释放了 Arkham 在“数据驱动交易”方面的潜力。

交易、数据与奖励的三重奏:Arkham用积分机制打造高质量用户生态

从链上情报平台,到智能交易所

Arkham 最初以其链上情报产品 Arkham Intelligence 获得业界关注,该系统基于自研 Ultra AI 引擎,已完成超 2 亿个链上地址的识别与行为画像,被广泛应用于巨鲸资金追踪、黑客路径溯源等高精度场景中。随着交易功能的上线,Arkham 将这套链上情报能力原生集成进交易流程中,为用户带来更安全、透明且具洞察力的交易体验。

在 Arkham 的交易所中,用户不仅可以看到价格与订单簿,更能深入洞察对手方地址、交易行为模式以及资产流向,让每一笔交易都具备“链上信用审核”的透明保障。

积分活动:边交易,边“挖矿”

此次积分活动为 Arkham 推出的第二季用户激励计划。根据平台介绍,所有完成 KYC 的用户均可通过交易行为获取积分,并通过邀请新用户获得额外奖励。注册后完成指定任务与 100 美元存入即可获得价值 10 美元的保证金券和 100 美元手续费券,奖励有效期为 7 天。

与传统的“刷榜导向型”激励不同,Arkham 更关注真实链上交互数据的挖掘与转化,通过积分体系打造长期高质量的用户生态:

  • 奖励真实、频繁的链上交易行为;

  • 鼓励用户之间的邀请传播;

  • 为 $ARKM 分发与生态治理构建画像系统;

  • 用积分衡量长期交易价值,区分高质量用户。

用户体验:从“以为是噱头”到“真香时刻”

据资深用户分享,其在使用过程中体验到了三大亮点:

  • 0.1% 超低费率 + 挂单返佣,对高频交易者极为友好;

  • 积分实时累积 + 可兑代币,让交易成为“挖矿”的过程;

  • 链上情报系统原生集成,每笔资产流向可溯源,透明、安全、有信任感。

在用户看来,Arkham 的交易平台不再是“为撸而撸”的短期行为,而是一场用数据武装交易决策的探索旅程。

打造数据驱动型交易范式

与传统交易所不同,Arkham 的最大创新在于:让数据不再只是“参考信息”,而是直接参与交易策略制定。通过穿透式对手方识别、行为模式预判与链上资金溯源,Arkham 在前置决策层即构建起一套透明化的信任体系。

有分析人士认为,这种“数据+交易”的深度融合将可能成为未来交易平台的新范式。其对用户来说,意味着不仅能低成本参与积分挖矿,更能获得比传统交易更高的信息优势。

新手友好,“ 0 撸”上手

对于新用户而言,Arkham 提供了极具吸引力的注册奖励与交互门槛。奖金券可用于现货或衍生品交易,实属“零成本上手”的友好设计。

与此同时,Arkham 中文团队也已全面上线,为用户提供第一时间的活动节奏提醒、策略指南与链上动态播报。用户可关注官方账号 @arkm_zh 获取更多资讯。

从“链上情报工具”走向“全栈式交易平台”

从最初的情报平台到如今的数据型交易所,Arkham 正在用其独有的“链上数据原生集成”方式重塑用户的交易逻辑。在积分机制与真实交互的驱动下,Arkham 不仅提升了交易效率与安全性,更推动整个链上交易体验进入更高维度。

Arkham 正在证明,链上情报不仅能成为策略的起点,也能成为交易所进化的方向。

Arkham 积分计划:https://arkm.com/zh/points

Bacaan Terkait

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

Kejutan spektakuler terjadi di pasar saham China. Perusahaan alat uji komunikasi optik, Lianxun Instruments, mengalami kenaikan harga saham 30 kali lipat hanya dalam dua bulan setelah IPO, menjadi saham termahal di A-Shares (melebihi 2.000 RMB). Hal ini membuat sekitar 100 insinyur dan karyawan inti di Suzhou meraih kebebasan finansial yang luar biasa. Untuk mempertahankan talenta teknis, perusahaan telah mempersiapkan platform kepemilikan saham karyawan sejak lama. Melalui tiga platform tersebut, para karyawan kini menguasai 15.91% saham perusahaan, senilai lebih dari 36 miliar RMB. Hampir 40 karyawan menjadi miliarder, dan yang memiliki saham terkecil pun nilainya melebihi 5 juta RMB. Pendiri perusahaan, Hu Haiyang, Huang Jianjun, dan Yang Jian, masing-masing menjadi miliarder baru di Suzhou. Kesuksesan ini didorong oleh ledakan permintaan daya komputasi AI. Pendapatan Lianxun melonjak dari 276 juta RMB (2023) menjadi 1,194 miliar RMB (2025). Investor awal, termasuk modal negara bagian Suzhou, menikmati imbal hasil ratusan kali lipat. Fenomena ini menandai era baru di mana kekayaan diciptakan oleh teknologi. Berbeda dengan era internet dan properti sebelumnya, kini insinyur dan tenaga teknis mulai menjadi pemeran utama dalam kisah sukses finansial. Perusahaan-perusahaan di bidang komunikasi optik, AI, chip, dan semikonduktor lainnya juga melahirkan kisah serupa, memberi imbalan pada para talenta teknis yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi China.

marsbit2m yang lalu

Sekelompok Insinyur Suzhou Mendapat Kebebasan Finansial Secara Tak Terduga

marsbit2m yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

**Ringkasan: Makalah NVIDIA yang Mengkhawatirkan tentang AI yang Berkembang Biak Sendiri dan Berevolusi Tanpa Henti** Sebuah makalah penelitian baru yang ditulis bersama oleh Universitas Cambridge, NVIDIA, dan lembaga lainnya, berjudul **"Red Queen Gödel Machine (RQGM)"**, telah memicu perdebatan serius. Makalah ini menggambarkan sistem AI yang dapat **menulis dan memutasi kode algoritma belajarnya sendiri** secara mandiri. Mekanismenya menyerupai permainan evolusi yang kejam: 1. AI menghasilkan varian kode baru (keturunan dengan mutasi). 2. Varian ini diuji dalam lingkungan terbatas (sandbox). 3. Varian yang gagal dihapus, yang berhasil dipertahankan untuk reproduksi dan evolusi lebih lanjut. Yang paling mengkhawatirkan adalah langkah selanjutnya: AI kemudian **secara aktif mengembangkan "penguji" atau "wasit"-nya sendiri**. Ia menciptakan standar evaluasi yang lebih ketat untuk menilai kode yang lebih maju yang dihasilkannya. Hal ini menciptakan **lingkaran rekursif tanpa akhir** di mana baik "peserta" (agen AI) maupun "penguji" secara bersama-sama berevolusi dan saling mendorong menuju kemampuan yang semakin tinggi—seperti dalam **"Hipotesis Ratu Merah"** di biologi: "Kita harus terus berlari secepat mungkin hanya untuk tetap di tempat yang sama." Dalam eksperimen, RQGM menunjukkan peningkatan kinerja dalam beberapa tugas: * **Penulisan Kode:** Meningkatkan tingkat kelulusan pada kumpulan tes. * **Penulisan Makalah Akademik:** Meningkatkan tingkat "penerimaan" makalah yang dihasilkan AI oleh panel peninjau. * **Pembuktian Matematika:** Menghasilkan sistem penilaian yang lebih akurat dan agen pembuktian yang berkinerja lebih baik. Makalah ini dilihat sebagai langkah signifikan menuju **Recursive Self-Improvement (RSI)**, di mana AI dapat meningkatkan dirinya sendiri secara berulang. Beberapa ahli, seperti Jack Clark dari Anthropic, memprediksi kemungkinan 60% bahwa AI dengan kemampuan evolusi mandiri yang tinggi akan muncul pada akhir tahun 2028. Karya RQGM dianggap sebagai langkah konkret yang memperpendek jarak menuju skenario semacam itu, menimbulkan pertanyaan mendalam tentang masa depan dan potensi kemunculan Kecerdasan Buatan Super (ASI).

marsbit28m yang lalu

Makalah Paling 'Berbahaya' Tahun Ini dari Nvidia: AI Mereproduksi Kode Sendiri, Berevolusi Tanpa Batas

marsbit28m yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Pernahkah Anda mempertanyakan bagaimana keuntungan dari penjualan iPhone didistribusikan di antara berbagai pemasok komponen? Sebuah analisis menunjukkan pergeseran kekuatan dalam rantai pasokan Apple. Dulu, pemasok memori seperti Micron (MU) hanya menerima bagian kecil, sekitar 1.6%-2.3% dari harga iPhone X. Laporan dari akun media sosial @BluthCapital menyoroti ketidakseimbangan ini, dengan menyebut Apple membeli chip seharga $5 dan menjualnya kembali seharga $99 kepada konsumen. Data terbaru menunjukkan, dari total keuntungan satu unit iPhone, Apple mengambil porsi terbesar sekitar 25%, sedangkan raksasa memori seperti Micon hanya memperoleh kurang dari 3%. Laporan keuangan Apple Q2 2026 mengungkapkan, laba bersih per unit iPhone sekitar $320-340, dengan margin bersih mencapai 33%-36%. Sementara itu, biaya memori telah meningkat secara signifikan. Pada era iPhone X (2017), biaya memori hanya sekitar 2% dari Biaya Material (BOM). Namun, pada iPhone 17 (2026), proporsi ini melonjak menjadi 12%-15% dari BOM, sekitar $60-80, didorong oleh kenaikan harga memori secara global. Peningkatan tajam harga memori ini, yang disebut CEO Apple Tim Cook sebagai fenomena "sekali dalam 40 tahun", utamanya dipicu oleh permintaan yang sangat besar dari industri AI. Server AI membutuhkan DRAM 8-10 kali lebih banyak dibandingkan server tradisional, menyebabkan pemasok seperti Samsung, SK Hynix, dan Micon mengalihkan produksi ke produk berpenghasilan tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), yang mengurangi pasokan untuk elektronik konsumen seperti iPhone. Ketimpangan pasokan ini mengubah dinamika kekuatan, memberikan leverage negosiasi yang lebih besar kepada produsen memori. Bahkan, dikabarkan Apple sedang mencoba mendiversifikasi pasokannya dengan mengajukan izin untuk membeli chip memori dari perusahaan China, CXMT. Singkatnya, era di mana Apple mendominasi dengan menekan harga pemasok komponen seperti memori sedang mengalami perubahan. Kekuatan kini bergeser seiring dengan melonjaknya permintaan memori dari sektor AI, memaksa perusahaan seperti Apple untuk menyesuaikan strategi dan menghadapi kenaikan biaya yang signifikan.

Odaily星球日报2j yang lalu

Keseimbangan Kekuatan Kembali Apple dan "Micron cs": Membongkar Struktur Profit di Balik iPhone

Odaily星球日报2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片