$600 Million Cardano Smear Was ETH-Backed Stunt, Says Hoskinson

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-05-22Terakhir diperbarui pada 2025-05-22

Abstrak

The public conflict between Charles Hoskinson and non-fungible-token artist Masato Alexander who alleged that the Cardano founder quietly redirected 318...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The public conflict between Charles Hoskinson and non-fungible-token artist Masato Alexander who alleged that the Cardano founder quietly redirected 318 million ADA—worth roughly $619 million at the time—from legacy presale wallets into Cardano’s reserves during the 2021 Allegra hard fork, is further escalating. The Cardano founder has fired back with a string of messages on X that recast the affair as a calculated publicity grab for an Ethereum-based venture.

“So the defamation was just about increasing his visibility to fund-raise for an Ethereum project??? You seriously can’t make this shit up,” Hoskinson wrote late Wednesday via X, attaching a screenshot of a private chat in which Alexander said he was “trying to lock in some funding for Akua and get some runway.”

The screenshot triggered an immediate rebuttal from Alexander—“do you really wanna be sharing DMs charles? put these on the pile”—and opened a window onto a second, previously unseen exchange. In that conversation Phil Harman, chief executive of Anastasia Labs and a long-time Cardano developer, asked Alexander whether a Cardano version of Akua might be possible. Harman later bristled at having the discussion made public: “What is the purpose of releasing these DMs of me trying to give you constructive advice about your dApp? … Sharing this as a gotcha is embarrassing.”

Akua—the project for which Alexander is seeking financing—is described in a 28 February 2025 white paper as “a novel approach to prediction markets focused on natural-disaster risk management,” starting with earthquakes and expanding to other phenomena. The protocol architecture is designed for EVM compatibility, a detail that Cardano community engineer Lucas (@rvcas) seized upon when he argued that Alexander’s accusations were a marketing ploy: “Monad is trying to drop an ETH dapp and this is his way of getting attention from that crowd … He is financially motivated and probably has no genuine interest from an integrity perspective.”

Hoskinson echoed that assessment, calling the episode a smear orchestrated to court Ethereum investors. He has also threatened legal action and commissioned an independent audit of the disputed treasury transactions, an exercise he says will show that more than 99.8% of the original vouchers were redeemed and that the residual balance—about 18-24 million ADA—was ultimately donated to Intersect, the new member-based governance body.

Why The Cardano Token Vouchers Were Swept

In a longer X post on Wednesday, Hoskinson revisited the mechanics of the 2021 voucher sweep, arguing that Japanese retail buyers—many elderly—had struggled with the original redemption process. “There was a commercial liability for completing the redemption … If the buyer couldn’t reasonably use that method, there was a moral obligation to change the redemption mechanism,” he wrote, adding that two of the three genesis key-holders had to sign the hard-fork upgrade that removed the unredeemed addresses.

Hoskinson maintains that no ADA was “stolen,” calling the narrative “absurd, goal-post-moving doublespeak” and condemning media headlines that suggested otherwise. Alexander, by contrast, likens the voucher sweep to a unilateral rewrite of history that deprived early investors of their coins, arguing that only about $7 million of the swept funds have surfaced at Intersect.

As reported by Bitcoinist on Wednesday, the ADA voucher audit redemption audit by global law firm McDermott Will & Emery (MW&E) and the audit heavyweight BDO will give a definitive answer when finished. A publication date is not yet known.

At press time, ADA traded at $0.7889.

Cardano price
ADA attacks the key resistance zone again, 1-week chart | Source: ADAUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

**Zapper, Platform DeFi Terkemuka, Akan Ditutup: Apa Penyebabnya?** Pada 8 Juli 2026, Zapper, platform dashboard dan agregator DeFi, mengumumkan penutupan total. Platform yang pernah memiliki 2 juta pengguna aktif bulanan dan memproses transaksi senilai $13 miliar ini menghentikan operasinya setelah bertahun-tahun berjuang. Zapper lahir pada 2020 dari merger DeFiZap dan DeFiSnap, tepat saat "DeFi Summer" dimulai. Ia berkembang pesat berkat kebutuhan pengguna untuk melacak portofolio yang tersebar di berbagai protokol. Zapper berhasil mengumpulkan pendanaan $16.5 juta dari investor ternama seperti Framework Ventures dan Mark Cuban. Namun, kesuksesan awal tidak bertahan. Model pendapatan Zapper yang bergantung pada biaya kecil dari agregasi perdagangan DEX ternyata tidak berkelanjutan di tengah persaingan ketat. Biaya tinggi untuk memelihara sistem data multi-rantai juga membebani keuangan mereka. Sementara itu, lanskap DeFi berubah: dana dan pengguna semakin terkonsentrasi di protokol-prototokol besar, mengurangi kebutuhan akan alat pelacak portofolio yang kompleks. Zapper mencoba beberapa kali untuk bertransformasi, seperti meluncurkan sistem poin berbasis NFT (Chainchat) dan merencanakan protokol dengan token ZAP. Sayangnya, upaya-upaya ini gagal menghasilkan aliran pendapatan yang stabil atau menangkap kebutuhan pasar yang sebenarnya. Analisis menunjukkan Zapper terlalu berfokus pada produk berbiaya tinggi (pelacak portofolio) dan kurang mengembangkan fitur penghasil pendapatan. Mereka juga terjebak dalam "pemikiran blockchain" untuk produk konsumen (2C), mencoba menciptakan kebutuhan baru alih-alih menyelesaikan masalah yang ada. Nasib Zapper menjadi peringatan bagi produk-produk alat DeFi lainnya. Ketika lingkungan pasar berubah, bertahan pada model lama tanpa adaptasi yang cepat dan fokus pada kelayakan ekonomi adalah resep kegagalan. Kesuksesan awal yang didorong tren tidak menjamin kelangsungan jangka panjang.

Foresight News15m yang lalu

Jatuhnya Zapper, Bencana Alam atau Kesalahan Manusia?

Foresight News15m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Inti artikel: Pasar prediksi, yang mengizinkan perdagangan kontrak berbasis hasil suatu peristiwa (misalnya, "Apakah J.D. Vance akan menjadi kandidat presiden Republik 2028?"), telah tumbuh menjadi industri utama dengan volume perdagangan bulanan mencapai $14 miliar. Dukungan dari perusahaan seperti Meta dengan proyek "Arena" semakin mengukuhkan validitasnya. Mekanisme pasar ini sederhana: jika peristiwa terjadi, kontrak diselesaikan senilai $1; jika tidak, $0. Harga perdagangan mencerminkan probabilitas real-time. Akurasi informasi didorong oleh prinsip "skin in the game" di mana peserta rugi jika prediksi salah. Di Barat, pasar ini semakin diintegrasikan ke dalam sistem keuangan formal. Namun, di banyak negara Asia, pasar prediksi masih sering disamakan dengan perjudian tradisional dan dilarang. Pendekatan ini menimbulkan tiga masalah utama: 1) arbitrase regulasi dan aliran keluar modal ke platform lepas pantai, 2) hilangnya kedaulatan informasi karena data sosial yang berharga dikumpulkan di luar negeri, dan 3) kurangnya perlindungan pengguna. Artikel berargumen bahwa Asia perlu mengubah diskusi dari cara memblokir pasar ini menjadi cara memanfaatkan datanya secara bertanggung jawab dalam sistem yang diatur. Regulasi seharusnya berfungsi sebagai saluran penyalur, bukan tembok penghalang, untuk mengintegrasikan inovasi ini secara transparan dan mengembalikan data yang dihasilkan sebagai aset nasional.

marsbit18m yang lalu

Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sementara Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit18m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli ADA

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Cardano (ADA) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Cardano (ADA) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Cardano (ADA) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Cardano (ADA) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Cardano (ADA)Lakukan trading Cardano (ADA) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.5k Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ADA

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ADA (ADA) disajikan di bawah ini.

活动图片