Артур Хэйес: США не будут скупать биткоин из-за долга и политических рисков

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-02-04Terakhir diperbarui pada 2025-05-04

Соединенные Штаты Америки вряд ли станут активно пополнять резервы в первой криптовалюте, предположил сооснователь BitMEX Артур Хэйес.

Эксперт усомнился в том, что цифровые запасы выйдут далеко за рамки ~200 000 BTC (~$19,8 млрд), уже находящихся в их распоряжении — в основном это активы, изъятые в рамках криминальных расследований, включая дело Silk Road.

Биткоин-запасы различных стран. Данные: Bitcoin Treasuries.

Хэйес привел две ключевые причины в защиту своей позиции: стремительно растущий госдолг и культурный образ биткоин-инвесторов, который не укладывается в рамки традиционной политической повестки.

«Тем более, когда популярна риторика — это кучка биткоин-братанов, идущих в клуб […]. Хотите ли вы, чтобы люди именно так воспринимали вашу политику?», — поделился мыслями эксперт.

По его словам, ни один «нормально избранный» чиновник не сможет убедительно объяснить, зачем печатать деньги для покупки волатильного цифрового актива.

«Соединенные Штаты — страна с дефицитом, — подчеркнул Хэйес. — Единственный способ для них создать стратегический резерв — это не продавать биткоины, которые они забрали у людей. Хорошо, это 200 000 BTC».

На круги своя

В контексте рынка криптовалют Хэйес убежден в возвращении индекса доминирования биткоина к уровням до 2021 года — у отметки 70%. Это станет сигналом возобновления цикла «бум-спад», который будет сопровождаться ралли альткоинов.

«Биткоин снова на рекордных уровнях; бычьи рынки возвращаются, и альткоины должны показать лучшие результат. “Должны” — ключевое слово. Все зависит от того, что именно вы покупаете», — сказал он.
Динамика индексов доминирования биткоина, Ethereum и остальных криптоактивов. Данные: CoinMarketCap.

На момент написания индекс доминирования биткоина составляет 64%, согласно CoinMarketCap.

Напомним, Хэйес твердо убежден в достижении первой криптовалютой рубежа в $1 млн к 2028 году.

Bitwise назвала драйверы роста биткоина во втором квартале

Bacaan Terkait

Mengonsumsi Sebuah SSD per Tahun, Bug Log Codex Dicap 'Perangkat Lunak Asal-asalan'

Sebuah alat pemrograman AI bernama Codex dari OpenAI dikritik karena bug log yang merusak SSD pengguna. Seorang pengembang melaporkan bahwa log feedback SQLite Codex dapat menulis hingga 640TB data per tahun, melebihi batas ketahanan (TBW) kebanyakan SSD konsumen hanya dalam setahun. Masalahnya terletak pada konfigurasi log default yang diatur ke level TRACE tertinggi, yang mencatat semua detail—termasuk noise debug yang tidak perlu—secara konstan. Log ini menggunakan mekanisme "insert-and-prune" di database SQLite: data baru dimasukkan dan data lama langsung dihapus, menjaga ukuran file tetap sekitar 1GB. Namun, setiap operasi tulis-hapus ini tetap menghabiskan siklus tulis SSD. Meskipun pengguna mencoba menonaktifkan log melalui variabel lingkungan `RUST_LOG`, konfigurasi default `Level::TRACE` mengabaikannya, sehingga log tetap berjalan. Analisis menunjukkan 96% data yang ditulis adalah informasi debug yang tidak berguna bagi pengguna. Setelah dilaporkan dan menjadi perhatian publik, OpenAI merilis perbaikan yang diklaim mengurangi 85% penulisan log. Namun, sisa 15% masih berarti sekitar 96TB per tahun. Bug serupa juga dilaporkan pada alat saingan seperti Claude Code. Kasus ini memicu diskusi tentang "slopware" atau perangkat lunak berkualitas rendah dalam industri AI, di mana fitur dikembangkan cepat tanpa pertimbangan matang terhadap penggunaan sumber daya seperti SSD, CPU, dan memori di perangkat pengguna akhir.

marsbit4m yang lalu

Mengonsumsi Sebuah SSD per Tahun, Bug Log Codex Dicap 'Perangkat Lunak Asal-asalan'

marsbit4m yang lalu

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

Solana secara resmi meluncurkan sistem tata kelola on-chain yang dinantikan, menawarkan pemegang token dan validator cara yang lebih terbuka dan terdesentralisasi untuk mempengaruhi keputusan protokol penting. Perdebatan dan pemungutan suara tata kelola kini sepenuhnya dilakukan di dalam rantai (on-chain) menggunakan Solana Governance Proposals (SGP), didukung oleh pemungutan suara berbobot stake dan verifikasi kriptografi. Validator dengan stake yang didelegasikan setidaknya 100.000 SOL dapat mengajukan SGP. Agar maju ke pemungutan suara formal, setiap proposal harus pertama-tama mendapatkan dukungan dari minimal 15% dari total SOL yang di-stake di jaringan. SGPs berfungsi memisahkan pilihan komunitas dari pembangunan teknis. Sementara SIMD (Solana Improvement Documents) tetap menjadi standar untuk perubahan teknis protokol, SGPs memutuskan apakah ekosistem yang lebih luas setuju sebuah proposal harus dilanjutkan, melalui voting on-chain berbobot stake. Fitur penting lainnya adalah pemberdayaan delegator, yang kini dapat mengambil alih suara validator mereka jika tidak sesuai preferensi atau jika validator tidak memilih. Mereka dapat memberikan suara langsung menggunakan bobot stake mereka sendiri melalui portal tata kelola Solana. Proses ini diamankan dengan bukti Merkle dan algoritma tata kelola khusus. Dengan penerapan tata kelola on-chain ini, Solana bertujuan untuk melibatkan lebih banyak anggota komunitas tanpa mengorbankan proses pengembangan, menggabungkan desentralisasi dan efisiensi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片