«Образ клубных биткоин-тусовщиков препятствует государственным инвестициям» — Артур Хейс

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-11-03Terakhir diperbarui pada 2025-05-03

Основатель BitMEX Артур Хейс (Arthur Hayes) выразил серьезные сомнения относительно возможности пополнения США своих биткоин-резервов сверх уже конфискованных средств. Причиной тому — огромный государственный долг и негативный образ типичных любителей криптовалюты в массовом сознании.

«Я не особо верю во всю эту ситуацию со стратегическим резервом», — заявил Хейс в интервью 1 мая.

Печатный станок для биткоина? Забудьте!

«США — страна с дефицитом бюджета. Единственное, что они могут сделать для стратегического резерва — не продавать биткоин, который они изъяли у людей. Хорошо, это 200 000 биткоинов», — пояснил он.

По мнению Хейса, сложно представить, чтобы какой-либо «надлежащим образом избранный» политик открыто объявил о планах правительства печатать деньги для покупки биткоина.

«Особенно когда в массовом сознании укоренился образ кучки любителей биткоина, зависающих в ночных клубах», — добавил он.

«Вы действительно хотите, чтобы люди так думали о вашей политике?» — задал риторический вопрос Хейс.

Напомню, 6 марта президент США Трамп подписал указ о создании стратегического резерва биткоина и хранилища цифровых активов в США. Согласно последним данным, США владеют 198 012 биткоинами стоимостью более $18 млрд. Этот резерв в основном сформирован из биткоинов, конфискованных по уголовным и гражданским делам, включая значительные суммы из дел о Silk Road и взломе Bitfinex.

Биткоин и альткоины: ничего нового?

Хейс твердо верит, что цикл биткоина, ведущий к сезону альткоинов, будет следовать той же схеме, что и в 2021 году, несмотря на отличающиеся взгляды других аналитиков.

«Лично я думаю, что доминирование биткоина вернется к показателю, который был до сезона альткоинов 2021 года, то есть примерно к 70%», — сказал Хейс.

Хейс не думает, что этот шаблон изменится. «Затем люди просто начинают ротацию средств. Биткоин снова на исторических максимумах, бычьи рынки вернулись, и альткоины должны показать лучшую динамику. «Должны» здесь ключевое слово», — иронично резюмировал Хейс.

Bacaan Terkait

Perubahan Sepuluh Tahun: Jalan Menuju Kepunahan Startup Kripto

**Perjalanan Satu Dekade: Transformasi Ekosistem Startup Kripto dari Masa Inovasi Bebas Menuju Era Kendala Regulasi dan Konsolidasi** Era awal industri kripto (sekitar 2017-2018) ditandai dengan kemudahan memulai bisnis: modal rendah, regulasi minimal, dan kemunculan ICO yang memungkinkan tim kecil dengan ide bagus mengumpulkan dana dari publik secara langsung. Inovasi tumbuh subur, meski banyak proyek akhirnya gagal atau curang. Kini, pada tahun 2026, realitanya berubah total. Startup yang ingin beroperasi secara legal di pasar seperti AS, UE, atau Asia harus menghadapi biaya kepatuhan yang sangat tinggi (hingga jutaan dolar), persyaratan modal minimum, dan proses perizinan yang rumit dan panjang seperti BitLicense atau MiCA. Perubahan ini didorong oleh peristiwa seperti runtuhnya Terra dan FTX, yang mengubah pola pikir regulator dan investor ventura. Aliran modal ventura kini lebih terkonsentrasi pada perusahaan matang (putaran lanjutan/C+) dan infrastruktur inti seperti bursa dan layanan kelembagaan, sementara pendanaan untuk startup tahap awal (seed) menyusut drastis. Akibatnya, inovasi teknologi saja tidak lagi cukup. Kunci sukses kini terletak pada akses ke saluran distribusi, lisensi, kemitraan perbankan, dan kepercayaan institusional—aset yang lebih mudah diperoleh melalui akuisisi ("akuisisi jembatan") daripada dibangun dari nol. Contohnya adalah akuisisi Deribit oleh Coinbase untuk mendapatkan lisensi dan basis klien institusionalnya. Industri menjadi lebih stabil dan menarik bagi investor institusi, tetapi mengorbankan kemampuan pendatang baru tanpa sumber daya besar untuk berinovasi secara bebas. Industri kripto, yang lahir untuk mendemokratisasi keuangan, kini mengikuti kurva kematangan industri tradisional: konsolidasi, hambatan masuk tinggi, dan dominasi oleh pemain mapan yang memiliki sumber daya untuk memenuhi tuntutan regulasi yang ketat. Pertanyaan besarnya adalah apakah masih ada ruang bagi inovator tanpa dukungan besar untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Foresight News32m yang lalu

Perubahan Sepuluh Tahun: Jalan Menuju Kepunahan Startup Kripto

Foresight News32m yang lalu

Robot Belajar Operasi dari Video, UC Berkeley Pertama Kali Menghubungkan Video Internet dengan Penerapan pada Robot Tangan Lincah di Dunia Nyata

**Ringkasan: Robot Belajar dari Video untuk Operasi Manual, Peneliti UC Berkeley Pertama Kali Menerapkan Jaringan dari Video Internet ke Penerapan Aktual pada Tangan Robot Lincah** Peneliti UC Berkeley memperkenalkan metode "Do as I Do," sebuah alur kerja yang pertama kali berhasil mengubah video RGB monokular sehari-hari manusia menjadi lintasan gerak yang dapat dieksekusi oleh tangan robot lincah Sharpa Wave. Penelitian ini mengatasi tantangan utama: mengubah data video yang berisik menjadi instruksi yang dapat dijalankan robot. Prosesnya terdiri dari dua tahap: 1. **Pelacakan 4D Tangan-Benda yang Stabil:** Menggunakan model difusi terpandu untuk merekonstruksi interaksi tangan-benda dari video, mempertahankan kontinuitas dan mengurangi kesalahan. 2. **Pengalihan Aksi yang Tangguh:** Memodifikasi metode pengalihan aksi (seperti SPIDER) dengan penyesuaian agar dapat memproses lintasan referensi yang berisik dari video, meningkatkan tingkat keberhasilan dari 25% menjadi 71%. Sistem ini telah menghasilkan 500 lintasan gerak yang divalidasi untuk 20 jenis operasi seperti menulis, menuang, mengaduk, dan memalu. Lintasan ini telah berhasil dijalankan pada platform robot nyata dengan lengan UR3e ganda dan sepasang tangan Sharpa Wave (22 derajat kebebasan). Penelitian ini juga menyoroti bahwa tidak semua video internet dapat langsung digunakan. Analisis menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% dari klip video yang disaring untuk interaksi tangan-benda yang benar-benar dapat diproses menjadi data robot yang andal, menekankan pentingnya penyaringan data yang cermat. Pada intinya, "Do as I Do" mengubah video manusia menjadi kumpulan data operasi berskala besar untuk robot, membuka jalur baru bagi robot untuk belajar dari banyaknya video yang ada di internet.

marsbit1j yang lalu

Robot Belajar Operasi dari Video, UC Berkeley Pertama Kali Menghubungkan Video Internet dengan Penerapan pada Robot Tangan Lincah di Dunia Nyata

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片