Deribit Acquisition Talks In Progress: Coinbase Eyes Derivatives Market

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-03-22Terakhir diperbarui pada 2025-03-22

Abstrak

Coinbase Global, the largest cryptocurrency exchange in the United States, is reportedly in “advanced negotiations” to acquire Deribit, a derivatives...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Coinbase Global, the largest cryptocurrency exchange in the United States, is reportedly in “advanced negotiations” to acquire Deribit, a derivatives startup based in the Netherlands. If finalized, this deal could become one of the largest acquisitions in the industry to date, with estimates valuing Deribit between $4 billion and $5 billion.

Derivatives Exchange In Coinbase’s Crosshairs

Founded approximately a decade ago, Deribit has established itself as a platform for trading cryptocurrency derivatives, particularly options and futures contracts. Options give traders the right to buy or sell a virtual asset at a predetermined price by a specific date, while futures contracts obligate parties to buy or sell an asset at a set price at a future date. 

Deribit is noted for processing more Bitcoin (BTC) and Ethereum (ETH) options transactions than any other exchange, with its trading volume reaching around $1.2 trillion in 2024, nearly doubling from the previous year.

Coinbase, on the other hand, a publicly traded company, offers a wide range of services, including the ability for users to buy and sell hundreds of thousands of digital assets through its exchange. 

Additionally, the company provides a digital wallet for asset management and a debit card that rewards users with cryptocurrency. For institutional clients, Coinbase operates a prime brokerage service that facilitates complex trades and offers resources such as cryptocurrency loans.

Acquiring Deribit would significantly enhance Coinbase’s capabilities in the derivatives market, particularly through its Bermuda-based platform that allows international users to trade crypto derivatives

According to Bloomberg, this move aligns with Coinbase’s ongoing strategy to expand its product offerings and strengthen its competitive position in the rapidly evolving crypto landscape.

Regulatory Scrutiny Surrounds Acquisition Talks 

The acquisition discussions have reportedly been disclosed to regulators in Dubai, where Deribit operates under a business license. However, Bloomberg sources caution that the deal may not come to fruition.

Coinbase has a history of strategic acquisitions aimed at broadening its feature set. Earlier this year, it acquired Spindl, a startup focused on blockchain-based advertising, and brought on the team behind Utopia Labs, known for developing services for cryptocurrency payment processing.

This potential acquisition comes on the heels of news that Kraken, another major competitor in the crypto exchange space, announced its own high-profile acquisition of NinjaTrader LLC, a futures exchange valued at $1.5 billion. 

This development indicates a growing trend among cryptocurrency exchanges to consolidate and enhance their service offerings in response to increased market competition and the positive changes seen in the US regulatory landscape with President Donald Trump’s second term in the White House.

Coinbase
The daily chart shows COIN stock valuation at $189. Source: COIN on TradingView.com

Featured image from Shutterstock, chart from TradingView.com

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Ronaldo is a seasoned crypto enthusiast with over four years of experience in the field. He is passionate about exploring the vast and dynamic world of decentralized finance (DeFi) and its practical applications for achieving economic sovereignty. Ronaldo is constantly seeking to expand his knowledge and expertise in the DeFi space, as he believes it holds tremendous potential for transforming the traditional financial landscape.

Bacaan Terkait

Pendiri Bankless: Mengapa Saya Menjual Semua ETH Saya

Pendiri Bankless, David Hoffman, menjual semua ETH miliknya. Ia menjelaskan keputusan sulit ini bukan karena bearish pada Ethereum secara keseluruhan, melainkan karena keyakinannya bahwa narasi "ETH adalah Uang" yang ia perjuangkan sejak 2019 telah terwujud dan harga ETH saat ini sudah mencerminkan nilainya. Hoffman tetap sangat bullish pada jaringan Ethereum dan ekosistemnya, yang ia yakini akan terus berkinerja luar biasa. Namun, ia berpendapat kesuksesan itu akan lebih banyak dinikmati oleh aplikasi dan layer-2 (L2), bukan oleh aset ETH itu sendiri. Arsitektur Ethereum sebagai "pemberi" yang memaksimalkan utilitas bagi ekosistemnya justru membuat ETH sulit untuk dihargai ulang secara signifikan ke atas. Ia menguraikan beberapa alasan: (1) Harga aset L1 cerdas masih sangat terkait dengan pendapatan/penggunaannya, dan dominasi Ethereum dalam hal ini telah berkurang. (2) "Versi kuat" kripto (sistem keuangan alternatif mandiri) yang menjadi dasar narasi "ETH adalah Uang" gagal mempertahankan momentum dan citra positifnya di mata publik. (3) Utilitas Ethereum justru lebih menguntungkan aset lain seperti stablecoin dolar, yang malah memperkuat mata uang tradisional. Singkatnya, Hoffman percaya jendela peluang bagi ETH untuk dinilai ulang sebagai "uang global" telah tertutup. Ethereum telah mencapai kapitalisasi pasar yang pantas, dan struktur desainnya yang altruistik membuat pertumbuhan masa depan lebih mengalir ke lapisan di atasnya (aplikasi & L2) daripada ke aset dasarnya, ETH. Ia menjual untuk mengalokasikan dana ke peluang lain yang ia anggap lebih prospek.

marsbit1j yang lalu

Pendiri Bankless: Mengapa Saya Menjual Semua ETH Saya

marsbit1j yang lalu

Pendiri Bankless: Alasan Saya Menjual Semua ETH Saya

Pendiri Bankless, David Hoffman, menjual semua ETH miliknya. Keputusan ini sulit baginya yang membangun karier dan komunitas di sekitar Ethereum. Alasan utamanya adalah keyakinan bahwa narasi "ETH adalah uang" - gagasan bahwa ETH akan menjadi penyimpan nilai global - telah terpenuhi. Ethereum telah mencapai kapitalisasi pasar yang pantas, dan menurutnya, aset ETH tidak akan mengalami penilaian ulang yang signifikan, baik naik maupun turun. Hoffman tetap sangat optimis tentang jaringan Ethereum dan ekosistemnya. Namun, ia berpendapat bahwa kesuksesan masa depan Ethereum akan terutama dinikmati oleh aplikasi (teori "aplikasi gemuk") dan Layer-2 (L2), yang mengambil sebagian besar keuntungan, bukan oleh aset ETH itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai status "ETH sebagai uang," semua lapisan tumpukan teknologi dan sosial Ethereum harus beroperasi dengan sempurna dan mendominasi pasar secara mutlak. Kenyataannya, Ethereum menghadapi tantangan koordinasi yang kompleks dan persaingan ketat dari blockchain lain seperti Solana. Selain itu, sifat Ethereum sebagai "pemberi" (memberikan ruang blokir dan utilitas dengan harga pokok, seperti organisasi nirlaba) tidak secara alami mendorong penangkapan nilai ekstrim oleh ETH. Utilitas Ethereum juga menguntungkan aset lain yang dianggap sebagai "uang," seperti stablecoin berbasis dolar AS. Kesimpulannya, Hoffman menjual bukan karena bearish pada ETH, tetapi karena ia percaya cerita investasi utamanya telah selesai, dan ia ingin mengalokasikan modalnya ke peluang lain yang ia lihat lebih prospektif di pasar.

链捕手1j yang lalu

Pendiri Bankless: Alasan Saya Menjual Semua ETH Saya

链捕手1j yang lalu

Apa Variabel Kunci yang Menentukan Bull Market AI?

Penentu utama apakah pasar saham AI dapat mempertahankan reli "bull market"-nya meliputi tiga variabel kunci: * **Jangka Pendek: Guncangan Likuiditas.** Risiko terbesar adalah kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada peningkatan pendapatan berulang tahunan (ARR) dari perusahaan AI. Tekanan dari minyak di atas $100/barrel, inflasi yang mungkin mengeras, dan potensi unwinding carry trade yen dapat mengurangi likuiditas dan menekan valuasi aset berisiko tinggi, termasuk saham teknologi. * **Jangka Menengah: Realisasi Industri.** Pasar saat ini memberi harga premium tinggi yang mengasumsikan kecepatan penetrasi AI 5-8 kali lebih cepat dari revolusi teknologi sebelumnya (seperti listrik atau komputer). Saham "Tujuh Besar" AS diperdagangkan pada P/E forward 35x, mengisyaratkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat mulus hingga 2027-2028. Keberlanjutan reli bergantung pada kemampuan industri untuk memenuhi ekspektasi percepatan adopsi komersial ini. * **Jangka Panjang: Kendala Struktural.** Tantangan jangka panjang yang lebih sulit termasuk kebutuhan energi dan infrastruktur listrik untuk data center AI, dampak pada tenaga kerja dan daya beli konsumen, penerimaan sosial, serta potensi terobosan teknologi perangkat keras yang dapat mengubah dinamika pasokan. Meskipun munculnya **Agentic AI** (AI yang dapat bertindak secara otonom) telah meningkatkan keyakinan pasar dengan mendorong konsumsi token, kebutuhan komputasi *inference*, dan revisi ke atas proyeksi ARR, reli saat ini berada dalam fase "kegilaan rasional". Arah industri tetap optimis, namun kecepatan realisasi komersial dalam lingkungan makro yang menantang akan menentukan apakah valuasi saat ini berkelanjutan atau berisiko koreksi.

marsbit2j yang lalu

Apa Variabel Kunci yang Menentukan Bull Market AI?

marsbit2j yang lalu

Dari Penerbit hingga Pemilik Infrastruktur: Strategi Arc Circle dan Kesenjangan Fatal Undang-Undang GENIUS

Artikel ini membahas strategi baru Circle, penerbit stablecoin USDC, yang telah mengumpulkan dana $222 juta untuk blockchain Layer-1 miliknya sendiri bernama "Arc". Langkah ini mengubah Circle dari sekadar penerbit menjadi pemilik infrastruktur tempat stablecoin-nya diselesaikan, menciptakan potensi konflik kepentingan. Penulis menilai bahwa Undang-Undang GENIUS tahun 2025, yang mengatur stablecoin, memiliki celah karena hanya fokus pada penerbit dan cadangan aset, tetapi tidak mengatur struktur pasar ketika penerbit juga mengoperasikan jaringan penyelesaiannya sendiri. Artikel ini mengkhawatirkan bahwa dengan mengontrol "rel" infrastruktur Arc, Circle memiliki kekuatan untuk mengatur urutan transaksi, biaya, dan aturan yang dapat menguntungkan USDC dibandingkan stablecoin pesaing. Hal ini bertentangan dengan prinsip netralitas dalam infrastruktur keuangan tradisional, di mana pihak penyelesaian dan kliring harus terpisah dari penerbit untuk memastikan keadilan. Investor besar seperti BlackRock dan Apollo yang mendanai Arc menunjukkan bahwa proyek ini dibangun sebagai infrastruktur finansial inti. Sementara strategi integrasi vertikal ini masuk akal secara bisnis bagi Circle untuk bersaing dengan Tether dan lainnya, artikel ini menyerukan perlunya regulasi yang mengatur kewajiban netralitas bagi jaringan seperti Arc. Penulis menekankan bahwa waktu terbaik untuk menetapkan aturan ini adalah sekarang, saat Arc masih dalam tahap pengembangan, sebelum menjadi infrastruktur kritis yang sulit diubah.

marsbit2j yang lalu

Dari Penerbit hingga Pemilik Infrastruktur: Strategi Arc Circle dan Kesenjangan Fatal Undang-Undang GENIUS

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片