Aethir намерена развивать искусственный интеллект и децентрализованную науку в партнерстве с Ocean Protocol

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-14Terakhir diperbarui pada 2025-03-14

Aethir, ведущая фирма децентрализованных облачных вычислений, объявила о новом сотрудничестве с Ocean Protocol, популярной децентрализованной платформой обмена данными. Партнерство направлено на продвижение проектов, управляемых ИИ, с предоставлением необходимых вычислительных ресурсов, инфраструктуры и финансирования. Платформа раскрыла эту разработку в своем официальном аккаунте в социальной сети X.

Партнерство Aethir с Ocean Protocol означает важный шаг в развитии исследований ИИ путем использования децентрализованных технологий. Сообщается, что это развитие расширит инновации в секторе ИИ. Aethir стала ведущим игроком, предлагающим решения Web3 и ИИ. В рамках партнерства она намерена предоставлять вычислительные гранты, предназначенные для разработчиков ИИ, работающих с Ocean Protocol.

Совместные усилия помогут разработчикам в оптимизации использования данных и улучшении обучения моделей ИИ. В результате этого разработчики могут ожидать эксклюзивных возможностей в отношении приложений ИИ в различных секторах. Эти секторы включают научные исследования, финансы и здравоохранение. Проекты ИИ, работающие в рамках Ocean Protocol, получат беспрецедентный доступ к экосистемному фонду Aethir в размере 100 млн долларов. Благодаря финансовой поддержке инициатива ИИ получит нужные ресурсы, обеспечивающие необходимую инфраструктуру для децентрализованных моделей ИИ.

Изображение: freepik

Designed by Freepik

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit2j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片