В Минэнерго предложили создать реестр оборудования для майнинга. Зачем

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-02-03Terakhir diperbarui pada 2025-02-03

Министерство намерено оптимизировать механизмы выявления добычи криптовалюты и повышать эффективность запретов на нее в регионах, где эта деятельность запрещена

В Минэнерго предложили создать единый реестр майнингового оборудования. Такую инициативу выдвинул заместитель министра энергетики Евгений Грабчак, проводя рабочее совещание по теме регулирования майнинга, сообщило ведомство.

В Минэнерго заявили, что для эффективного регулирования добычи криптовалюты важно адаптировать законодательство о майнинге к текущей ситуации на основе анализа уже накопленного опыта работы в этой сфере, в том числе сформировать более четкие критерии отнесения деятельности именно к добыче криптовалюты.

В связи с этим Грабчак предложил сформировать единый реестр «оборудования, без которого майнинг криптовалюты невозможен». По мнению министерства, это поможет эффективнее контролировать майнеров.

rbc.group

«Принципиальная задача заключается в оптимизации механизмов выявления майнинговой деятельности и более четком соблюдении запретов на нее в тех регионах, где она не разрешена», — заявили в Минэнерго.

В то же время в ведомстве отметили, что в регионах, где майнинг обоснован, его развитие поможет росту экономики, в том числе благодаря внедрению новых технологических решений.

С 1 января 2025 года до 15 марта 2031 года в России полностью запрещен майнинг в десяти регионах, включая шесть республик Северного Кавказа и новые территории. В осенне-зимний период вплоть до 2031 года ограничения введены на отдельных территориях Бурятии, Иркутской области и Забайкальского края.

Эти ограничения были введены по инициативе Министерства энергетики. Грабчак объяснял их необходимость тем, что майнеры за два года увеличили потребление электроэнергии на 14% и выбрали в некоторых областях все свободные мощности, в связи с чем новые потребители не могут подключиться к сетям.

Bacaan Terkait

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

Solana secara resmi meluncurkan sistem tata kelola on-chain yang dinantikan, menawarkan pemegang token dan validator cara yang lebih terbuka dan terdesentralisasi untuk mempengaruhi keputusan protokol penting. Perdebatan dan pemungutan suara tata kelola kini sepenuhnya dilakukan di dalam rantai (on-chain) menggunakan Solana Governance Proposals (SGP), didukung oleh pemungutan suara berbobot stake dan verifikasi kriptografi. Validator dengan stake yang didelegasikan setidaknya 100.000 SOL dapat mengajukan SGP. Agar maju ke pemungutan suara formal, setiap proposal harus pertama-tama mendapatkan dukungan dari minimal 15% dari total SOL yang di-stake di jaringan. SGPs berfungsi memisahkan pilihan komunitas dari pembangunan teknis. Sementara SIMD (Solana Improvement Documents) tetap menjadi standar untuk perubahan teknis protokol, SGPs memutuskan apakah ekosistem yang lebih luas setuju sebuah proposal harus dilanjutkan, melalui voting on-chain berbobot stake. Fitur penting lainnya adalah pemberdayaan delegator, yang kini dapat mengambil alih suara validator mereka jika tidak sesuai preferensi atau jika validator tidak memilih. Mereka dapat memberikan suara langsung menggunakan bobot stake mereka sendiri melalui portal tata kelola Solana. Proses ini diamankan dengan bukti Merkle dan algoritma tata kelola khusus. Dengan penerapan tata kelola on-chain ini, Solana bertujuan untuk melibatkan lebih banyak anggota komunitas tanpa mengorbankan proses pengembangan, menggabungkan desentralisasi dan efisiensi.

TheNewsCrypto20m yang lalu

Solana Perluas Kekuatan Validator dengan Peluncuran Tata Kelola On-Chain

TheNewsCrypto20m yang lalu

Kepala Petugas Investasi Bitwise: Penurunan Besar STRC adalah Sinyal Dasar, Bull Market akan Dimulai pada Musim Gugur

Bitwise CIO: Penurunan STRC Tanda Pasar Dasar, Bullish Diperkirakan Mulai Musim Gugur Bitwise CIO Matt Hougan menganalisis penurunan baru-baru ini di harga Bitcoin (di bawah $60.000) dan kaitannya dengan saham preferen Strategy, STRC. STRC adalah produk saham preferen yang dirancang stabil di sekitar nilai nominal $100 dengan hasil dividen tinggi, menarik $10.5 miliar yang digunakan perusahaan untuk membeli Bitcoin. Ketika harga Bitcoin dan saham induk MSTR turun, kekhawatiran atas kemampuan Strategy membayar dividen menyebabkan harga STRC anjlok ke $75. Strategy merespons dengan kerangka baru: mereka mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen, membiarkan harga STRC mengambang bebas, dan berpotensi membeli kembali saham. Ini menandai perubahan peran Strategy dari pembeli Bitcoin satu arah menjadi pelaku pasar yang lebih dinamis. Hougan berpendapat volatilitas STRC adalah ciri khas akhir siklus, di mana leverage berlebihan (uang yang mencari pendapatan stabil masuk ke aset volatil seperti Bitcoin) sedang dilikuidasi. Pembersihan leverage ini diperlukan untuk menemukan dasar pasar. Sinyal mendekati dasar pasar termasuk: MSTR diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (NAV), Indeks Fear & Greed Crypto di level ekstrem 'takut', dan funding rate futures Bitcoin yang terus negatif. Kesimpulan Hougan: Pasar sedang dalam proses pembersihan yang menyakitkan namun perlu. Dengan leverage berlebih keluar, dasar pasar diperkirakan sudah dekat, dan bullish baru kemungkinan akan dimulai pada musim gugur tahun ini. Pembeli utama berikutnya diperkirakan akan berasal dari lembaga keuangan tradisional seperti bank, dana pensiun, dan dana kekayaan sovereign.

marsbit1j yang lalu

Kepala Petugas Investasi Bitwise: Penurunan Besar STRC adalah Sinyal Dasar, Bull Market akan Dimulai pada Musim Gugur

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片