MARA приступила к лоббированию запуска биткоин-резерва в США

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-06-22Terakhir diperbarui pada 2025-01-22

Майнинговая фирма MARA добивается внедрении стратегического биткоин-резерва во всех 50 штатах и федеральным правительством США. Об этом заявил CEO компании Фред Тиль.

Focusing now on bringing the Strategic Bitcoin Reserve (aka SBR) to all 50 states and the Federal government. https://t.co/7dzxWohFpm

— Fred Thiel (@fgthiel) January 22, 2025

Топ-менеджер подтвердил публикацию директора по связям с госорганами MARA Джейсона Браудера. Последний заявил о поддержке организаций, занимающихся продвижением цифрового золота на всей территории страны.

По его словам, биткоин-резерв является приоритетом на региональном и федеральном уровнях. В этом отношении MARA взаимодействуем с администрацией избранного президента США Дональда Трампа.

По состоянию на декабрь 2024 года публичные майнинговые компании удерживали на балансах более 92 000 BTC. Динамику отчасти обеспечил переход MARA, Riot Platforms и Hut 8 к стратегии покупки цифрового золота по примеру MicroStrategy.

Резервы уже четырех публичных майнеров превысили отметку в 10 000 BTC. В январе к перечисленной выше тройке присоединилась CleanSpark.

Данные: Bitcoin Treasuries.

Напомним, 21 января рынок пережил резкую фиксацию прибыли из-за отсутствия упоминания криптовалют во время выступления Дональда Трампа на инаугурации.

В речи после вступления в должность президент США не затронул тему создания национального биткоин-резерва, что входило в список его предвыборных обещаний.

Инвесторы оказались разочарованы: днем ранее они закладывали в котировки ожидания, что цифровые активы станут одним из приоритетных направлений госполитики.

Bacaan Terkait

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

Joe Lonsdale, salah satu pendiri Palantir dan anggota "PayPal Mafia", berbagi pengalamannya bekerja dengan Peter Thiel dan Elon Musk. Ia menggambarkan keduanya sebagai pemimpin yang sangat berpendirian, ambisius, dan bertindak cepat, dengan nol toleransi terhadap hal yang rusak. Namun, gaya mereka berbeda: Thiel lebih merupakan strategis dan pemikir filosofis, sementara Musk adalah pelaku teknis yang terjun langsung ke detail dan penyelesaian masalah. Lonsdale bercerita tentang awal mula Palantir. Ide itu muncul setelah serangan 9/11, ketika mereka menyadari teknologi pemerintah tertinggal jauh dibandingkan dengan kemampuan Silicon Valley. Mereka ingin membangun platform yang dapat membantu menghentikan teroris sekaligus melindungi kebebasan sipil dari penyalahgunaan data. Saat mencari pendanaan, banyak firma modal ventura (VC) yang menolak dan menertawakan mereka, termasuk karena salah satu pendiri, Alex Karp, tidak memiliki latar belakang gelar teknis. Peter Thiel mendanai sebagian, dan pendanaan kunci akhirnya datang dari badan ventura CIA. Nama "Palantir" berasal dari Thiel. Lonsdale meyakini karya mereka telah membantu menghilangkan banyak ancaman teroris dan mengawasi pengawasan pemerintah. Ia mengakui teknologi ini berisiko jika jatuh ke tangan yang salah, tetapi tetap percaya pada misi mulianya. Penolakan investor di awal justru memacu semangat mereka untuk membuktikan bahwa ide yang "tidak mungkin" itu bisa sukses.

marsbit43m yang lalu

Seperti Apa Rasanya Bekerja dengan Dua Orang "Gila" Peter Thiel dan Elon Musk? Begini Kata Pendiri Palantir

marsbit43m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit47m yang lalu

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit47m yang lalu

Trading

Spot
活动图片