MistTrack: отчет о преступлениях и заморозке $53 млн в Q4

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2024-07-04Terakhir diperbarui pada 2025-01-04

Платформа MistTrack представила отчет за 4-й квартал 2024 года, в котором обработала 2077 обращений по случаям кражи криптовалют. Среди них 1591 инцидент связан с инцидентом DEXX. MistTrack предоставила бесплатные услуги по оценке ущерба, поддерживая сообщество криптопользователей.

Среди всех случаев, 335 заявлений поступили от пользователей из Китая, а 151 — от международных юзеров. Для борьбы с преступлениями команда MistTrack активно сотрудничала с 18 платформами, где удалось заморозить активы на общую сумму $53,52 млн.

Основной причиной криптовалютных краж в 4-м квартале 2024 стали мошеннические действия. Помимо традиционных методов, появились новые тактики обмана, которые активно использовались злоумышленниками. MistTrack отмечает, что повышение уровня информированности пользователей может значительно снизить риски.

SlowMist, компания, стоящая за MistTrack, активно развивает направление противодействия отмыванию денег. Сервис MistTrack включает функции анализа криптокошельков, мониторинга активов и отслеживания средств. Система уже содержит более 300 млн тегов адресов и более 90 млн рискованных кошельков.

Среди успехов за прошедший квартал стоит отметить участие MistTrack в расширении партнерских инициатив. Платформа делится адресами хакеров с глобальной сетью Threat Intelligence Network, что помогает предотвращать дальнейшие атаки и минимизировать ущерб.

Если вы стали жертвой криптомошенничества, SlowMist предлагает бесплатную помощь. Пользователи могут заполнить форму для оценки инцидента. Это доступно как для локальных, так и международных случаев, что делает платформу универсальным инструментом для защиты криптоактивов. MistTrack продолжает работу над улучшением безопасности в криптовалютной индустрии, демонстрируя высокую эффективность в предотвращении и расследовании финансовых преступлений.

Ошибка в тексте? Выделите её мышкой и нажмите Ctrl + Enter

Bacaan Terkait

Tiger Research: Pindahkan Tokenisasi RWA ke Luar Negeri Terlebih Dahulu

Penelitian Tiger membahas pentingnya institusi keuangan di yurisdiksi tanpa regulasi RWA (Real World Assets) untuk segera berekspansi ke luar negeri guna mengakumulasi pengalaman nyata. Artikel ini menguraikan dua jalur utama: memasuki yurisdiksi dengan regulasi matang seperti Hong Kong, Singapura, atau AS, atau menggunakan jalur asli di rantai blok (*chain-native*) seperti Ondo dan Plume. Sebelum memulai, institusi harus mempersiapkan enam aspek inti: pemilihan yurisdiksi, perizinan, definisi aset, target investor, mata uang penyelesaian, dan kebutuhan operasional. Pilihan-pilihan ini saling terkait dan menentukan kelancaran operasi. Jalur yurisdiksi langsung menawarkan kejelasan regulasi tetapi memerlukan sumber daya dan waktu yang signifikan untuk mendirikan entitas dan mendapatkan izin. Sebaliknya, jalur asli di rantai blok menawarkan kecepatan dan jangkauan yang lebih luas dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, meskipun kompleksitas desain strukturnya bisa menjadi tantangan. Kesimpulannya, menunggu kerangka regulasi domestik yang sempurna bukanlah satu-satunya pilihan. Pasar global RWA tidak akan menunggu. Kemampuan untuk bertindak cepat, memilih jalur yang sesuai, dan mengumpulkan pengalaman operasional langsung adalah kunci untuk mengambil posisi kompetitif di awal pertumbuhan pasar ini. Inti dari bisnis tokenisasi bukan hanya pada desain teknologi, tetapi pada penyelesaian keseluruhan proses penjualan kepada investor.

marsbit13m yang lalu

Tiger Research: Pindahkan Tokenisasi RWA ke Luar Negeri Terlebih Dahulu

marsbit13m yang lalu

Bitcoin Suisse Lanjutkan Ekspansi di Timur Tengah, Dapatkan Izin Layanan Keuangan di Abu Dhabi

Bitcoin Suisse, penyedia layanan keuangan aset digital terkemuka asal Swiss, mempercepat ekspansi internasionalnya dengan memperoleh Izin Layanan Keuangan (FSP) dari Otoritas Pengatur Layanan Keuangan (FSRA) di Pusat Keuangan Internasional Abu Dhabi (ADGM). Izin ini diberikan kepada anak perusahaannya, BTCS (Middle East) Ltd., yang kini secara resmi berwenang menawarkan rangkaian layanan aset digital yang diatur untuk klien institusional dan profesional di Uni Emirat Arab. Dengan izin ini, Bitcoin Suisse menghadirkan pengalaman lebih dari satu dekade serta infrastruktur yang kuat ke pasar UEA. Perusahaan, yang saat ini mengamankan aset kripto senilai USD 3,7 miliar dan merupakan operator staking terbesar keempat secara global, akan menyediakan layanan seperti custodi tingkat institusi, perdagangan aset virtual yang disetujui, serta manajemen eksposur aset digital dalam lingkungan yang patuh regulasi. Layanan didukung oleh manajer hubungan yang didedikasikan untuk pendekatan yang dipersonalisasi. Pimpinan BTCS ME menyebut perolehan FSP sebagai tonggak penting dalam strategi pertumbuhan global mereka, sekaligus mencerminkan komitmen terhadap ketangguhan infrastruktur dan hubungan klien yang tepercaya. Pihak ADGM juga menyambut baik kedatangan Bitcoin Suisse, yang memperkuat ekosistem aset digital di Abu Dhabi sebagai hub keuangan terkemuka di kawasan.

TheNewsCrypto27m yang lalu

Bitcoin Suisse Lanjutkan Ekspansi di Timur Tengah, Dapatkan Izin Layanan Keuangan di Abu Dhabi

TheNewsCrypto27m yang lalu

Trading

Spot
活动图片