Опрос Майкла Сэйлора: 91% криптоинвесторов видят Дональда Трампа лучшим кандидатом в президенты США

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-29Terakhir diperbarui pada 2024-10-29

Подавляющее большинство проголосовавших отдали свои голоса в пользу кандидата от Республиканской партии Дональда Трампа (Donald Trump). На его долю пришлось 90,9% голосов, в то время как его конкурент Камала Харрис (Kamala Harris) получила всего 9,1%.

Результаты голосования, проведенного Майклом Сэйлором (Michael Saylor), мало отличаются от показателей рынка прогнозов Polymarket, где Дональду Трампу прогнозируют 65%-ную вероятность победы на предстоящих выборах.

Эксперты компании Bernstein отметили, что повышение шансов Трампа вновь стать президентом США, положительно отражается на динамике флагманской криптовалюты и доходах держателей актива.

В то же время, основатель Cardano Чарльз Хоскинсон (Charles Hoskinson) полагает, что криптосообществу не стоит строить радужные мечты, поскольку оба кандидата в президенты США не готовы серьезно заниматься развитием криптоиндустрии.

Недавно криптовалютный скептик Питер Шифф (Peter Schiff) раскритиковал Дональда Трампа и Майкла Сэйлора за их поддержку криптовалют и спекуляции на тему долгосрочного хранения биткоинов.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit58m yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit58m yang lalu

Trading

Spot
活动图片