Министерство юстиции США начало расследование деятельности Tether

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-26Terakhir diperbarui pada 2024-10-26

Happycoin.club - Министерство юстиции США начало расследование деятельности Tether на предмет возможного нарушения правил по борьбе с отмыванием денег.

Интересно, что несколько дней назад генеральный директор Tether Паоло Ардоино призвал к введению в стране правил обращения криптовалют.

Сейчас компанию снова заподозрили в возможном нарушении действующих санкций и правил по борьбе с отмыванием денег. Кроме того, выясняется, могли ли третьи лица использовать USDT для финансирования незаконной деятельности в виде торговли наркотиками, терроризма и хакерства, или отмывания доходов от этой деятельности.

По предварительным данным, за ведение бизнеса с лицами и группами, которые находятся в санкционном списке США, в Министерстве финансов США обсуждают потенциальные штрафы против эмитента стейблкоина. Кроме того, не исключается, что в ведомстве могут запретить американцам проводить транзакции с использованием USDT.

Комментируя информацию о расследовании, опубликованную Wall Street Journal, генеральный директор Tether Паоло Ардоино сказал, что подтверждений этой версии нет.

Если же всё-таки расследование ведётся, проблемы у эмитента крупнейшего в мире стейблкоина USDT Tether отразятся на всём рынке криптовалют.

Читайте оригинальную статью на сайте Happycoin.club

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit4j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片