21st Capital: Биткоин пройдет три ценовых зоны в 2025 году

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-25Terakhir diperbarui pada 2024-10-25

Согласно представленной модели, в начале 2025 года биткоин будет находиться в «холодной» зоне с диапазоном стоимости от $55 000 до $85 000. В этой зоне институциональные инвесторы будут наращивать свои позиции в цифровом золоте.

В середине 2025 года наступит «теплая» зона, в которой цена первой криптовалюты составит от $85 000 до $136 000. Биткоин перейдет в фазу консолидации перед началом «горячей» зоны.

«Горячая» зона сформируется в четвертом квартале следующего года, и в ней курс биткоина достигнет пикового диапазона между $136 000 и $285 000. В этот период наступит максимальная волатильность актива.

«Между вышеуказанными зонами будут непродолжительные фазы коррекции стоимости криптовалюты, которые она будет проходить как по маслу, и быстрые развороты рынка в противоположные стороны», — заявили эксперты.

Понятное и прозрачное регулирование крипторынка должно помочь биткоину установить новые исторические максимумы, считают специалисты.

Ранее гендиректор CryptoQuant Ки Янг Джу (Ki Young Ju) сообщил, что к 2030 году волатильность биткоина снизится, и актив сможет реализовать свой потенциал в качестве мировой валюты, а не как монеты для спекуляций.

Читайте оригинальную статью на сайте Bits.media

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit4j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片