Биткоин может стать мировой валютой к 2030 году, считает гендиректор CryptoQuant

investing.ruDipublikasikan tanggal 2024-10-25Terakhir diperbarui pada 2024-10-25

Happycoin.club - Гендиректор CryptoQuant Ки Янг Джу считает, что к 203 году биткоин может стать традиционной мировой валютой, наряду с долларом и евро. Прогноз эксперта основан на том, что институциональные инвесторы вкладывают всё больше средств в майнинг BTC и другие, связанные с добычей криптовалюты операции.

Такой интерес со стороны крупных игроков привёл к тому, что за последние три года сложность майнинга выросла на 378%. По мнению Джу, увеличение показателя станет большим плюсом для биткоина, так как именно это нужно для того, чтобы BTC превратился из спекулятивного актива в традиционную валюту.

Сейчас флагманский криптоактив слишком волатилен, что делает его непригодным для повседневного использования, считает эксперт. Однако с приходом в индустрию крупных финансовых учреждений проблема стабильности биткоина может остаться в прошлом.

Сатоши намеревался сделать так, чтобы биткоин стал «электронными P2P-деньгами», а не цифровым золотом. Его замысел может быть реализован к 2030 году благодаря развитию экосистемы BTC и снижению его волатильности, — заявил Ки Янг Джу.

С другой стороны, он отметил, что массовое внедрение стейблкоинов, которое наблюдается сейчас, может помешать переходу биткоина в статус мировой валюты.

Читайте оригинальную статью на сайте Happycoin.club

Bacaan Terkait

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

**Ringkasan: Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Dunia Kripto dan Upaya Menghadapinya** Komputasi kuantum, yang diwakili oleh algoritme seperti Shor, berpotensi meruntuhkan fondasi kriptografi kunci publik (seperti ECC dan RSA) yang menjadi tulang punggung blockchain dan cryptocurrency. Momen ketika hal ini menjadi kenyataan dikenal sebagai "Q-Day", diprediksi terjadi sekitar tahun 2035–2045. Menggunakan ketidaksetaraan Mosca (X + Y > Z), terlihat bahwa proses migrasi ke sistem tahan-kuantum harus dimulai sekarang, mengingat data sensitif hari ini dapat dikumpukan dan dipecahkan di masa depan. Solusi praktis yang sedang dikembangkan adalah **Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC)**, yaitu algoritme yang berjalan di komputer klasik namun tahan terhadap serangan kuantum. NIST telah menstandarisasi algoritme inti seperti ML-KEM, ML-DSA, dan SLH-DSA. Strategi migrasi melibatkan **penerapan hybrid** (menggabungkan algoritme lama dan baru) dan meningkatkan **kelincahan kriptografi** sistem. **Dampak pada Blockchain** bersifat sistemik. Bitcoin menghadapi risiko tinggi pada aset di alamat lama yang kunci publiknya sudah terpapar di chain, serta tantangan teknis (seperti pembengkakan ukuran tanda tangan) dan **tantangan politik** yang kompleks terkait bagaimana menangani aset warisan (legacy) yang tidak bermigrasi. Ethereum, dengan strategi "Lean", berencana melakukan migrasi bertahap di seluruh lapisan (eksekusi, konsensus, data) dengan memanfaatkan **abstraksi akun** dan **lapisan-2** sebagai tempat uji coba. Kesimpulannya, komputasi kuantum bukanlah "hari kiamat" bagi cryptocurrency, melainkan **ujian tekanan ekstrem** yang memaksa seluruh ekosistem untuk bermigrasi. Bitcoin diuji pada konsensus sosial dan tata kelola propertinya, sementara Ethereum diuji pada kompleksitas rekayasa seluruh tumpukan teknologinya. Jendela waktu untuk melakukan transisi yang terkoordinasi dengan baik diperkirakan hanya tersisa **5-8 tahun**, sehingga persiapan dan aksi kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (pengembang, bursa, dompet, dan pengguna) sangat mendesak.

marsbit5j yang lalu

Menghitung Mundur Q-Day: Akankah Komputasi Kuantum Mengakhiri Mata Uang Kripto?

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片